<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832</id><updated>2012-02-16T16:04:14.959+07:00</updated><category term='tak bisa tanpa musik'/><category term='mungkin prosa mungkin cerita'/><category term='mahasiswa tak maha'/><category term='aku suka jalan-jalan'/><category term='otak-otakku mengerang'/><category term='gw bilang ini puisi'/><category term='sesungguhnya hidup itu indah'/><title type='text'>Blognya Keledai</title><subtitle type='html'>Tentang Kebodohan dan Kenaifan Manusia</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>77</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-3165577185767488246</id><published>2011-12-09T04:11:00.001+07:00</published><updated>2011-12-09T04:17:47.967+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mungkin prosa mungkin cerita'/><title type='text'>It's Not A Love Story: Perjumpaan</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: inherit;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="font-family: inherit; line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;I&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="font-family: inherit; line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;PERJUMPAAN&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; margin: 0in 0in 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;R&lt;/span&gt;iabukannya tak peduli dengan yang dikatakan orang di sekitarnya, cuma dia punyakeyakinan yang besar akan cita-cita yang sedang ia jalani. Berkali-kalisemangatnya sempat patah, berkali karena terlalu banyak yang menyangsikanbagaimana mungkin itu berakhir bahagia. Tetapi ia terus yakin. Ia percaya &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;mestakung&lt;/i&gt;. Ia percaya pada kebaikanTuhan. Ia percaya ia bisa mewujudkannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-indent: 0.5in;"&gt;Ria memang terlalu banyak menontonfilm-film televisi dan sebagaimana kebanyakan perempuan menyukai komediromantis yang selalu berakhir bahagia, berciuman dengan seorang &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;prince charming&lt;/i&gt; di akhir film. Meskibegitu, ia tidak suka sinetron, terlalu banyak intrik yang tak masuk akal –kehidupan Ria jauh lebih simpel: Bangun pagi, berangkat ke sekolah, sekali-kalibermain bersama temannya, kemudian saat malam ia tidur dengan berbagai macammimpi indah. Bahkan untuk sebuah roman picisan pun, kehidupan Ria sangatlahdatar.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-indent: 0.5in;"&gt;Namun tak begitu halnya denganhatinya, setidaknya. Ada cinta, ada cemburu, dan ia mempunyai seorang pria yangtelah dipacarinya sejak 3 tahun lalu. Pacar pertamanya. Sang pangeran berkudayang akan membawanya ke sebuah rumah mungil, dengan pemandangan indah dandamai, dengan kereta kencana berwarna putih di akhir kisah. Atau mungkin akanmelamarnya dengan berlutut di sebuah tempat yang romantis dan kemudian sambiltersipu ia berkata, “Iya. Aku bersedia”. Ria memikirkan semua itu. Ya! Tapi iatak akan pernah mengungkapkan semuanya kepada sang kekasih. Ia terlalu malu untukitu. 3 tahun yang telah mereka jalani ini sudah cukup membahagiakannya. Bahkania sangat yakin ini akan menjadi percintaan terakhirnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-indent: 0.5in;"&gt;Minggu pagi ini Ria bangun sedikitterlambat. Sudah pukul 8. Terlambat 2 jam dari jadwal untuk hari minggubolehlah dianggap ‘sedikit’. Ia mengecek &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;handphone&lt;/i&gt;,berharap ada sms dari sang pacar. Nihil. Ia pun mengetik pesan klise, “Pagi,Sayang”. Kemudian dikirmnya ke nomor kekasihnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-indent: 0.5in;"&gt;Sambil menunggu balasan, Riamemutuskan untuk mandi saja. Meski sekarang hari malas, tapi ia tidak akanmelewatkan kesempatan untuk mandi segera selepas bangun pagi, bangun agaksiang, atau pun bangun siang. Segera mandi sebangun tidur menurutnya membukapintu berbagai macam kesempatan yang hanya datang pada waktu yang sempit. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-indent: 0.5in;"&gt;“Ria. Ria!” teriak mamanya. “Mamatahu kamu sudah bangun. Ayo, turun! Antar mama ke &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;kondangan&lt;/i&gt;.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-indent: 0.5in;"&gt;“Ria mandi dulu &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;yah&lt;/i&gt;, Ma” sahut Ria.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-indent: 0.5in;"&gt;“Mandinya &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;ntaran&lt;/i&gt; &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;ajalah&lt;/i&gt;. Mamaburu-buru &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;nih&lt;/i&gt;.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-indent: 0.5in;"&gt;Ria hanya bisa menurut. Melepaskankesempatan yang mungkin akan datang untuk memenuhi kesempatan berbakti kepadaorangtua ia anggap bukanlah sesuatu yang buruk. Ia berpakaian dan merapikandiri kemudian bergegas bersiap dengan motornya di halaman.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-indent: 0.5in;"&gt;“Antar Mama ke Dasan Agung. Kalaubisa &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;nyampe&lt;/i&gt; sana 15 menit, Mamatambah sepuluh ribu.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-indent: 0.5in;"&gt;“&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Emang&lt;/i&gt; Ria ojek?” Ria tak habis pikir, mamanya sedang buru-buru tapimasih bisa bercanda, Errr.. Mungkin menghina &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;gue&lt;/i&gt; juga nih! Grrr.. Ria menggerutu dalam hati.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-indent: 0.5in;"&gt;Ria memang bisa memenuhi targetmamanya, tapi bonus ‘ojek’nya hanya sekedar ciuman sayang dari sang mama. “Jemputmama sebelum dzuhur ya, Ya!” mamanya mengingatkan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-indent: 0.5in;"&gt;Tak ada lagi yang harus dilakukan,Ria pun segera pulang. Kali ini ia memilih mengambil rute yang agak jauh.Sekalian jalan-jalan, pikirnya. Akhirnya dia memutuskan sekalian saja memutarlewat Seruni, sambil menimbang-nimbang untuk mampir ke rumah pacarnya.&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: center;"&gt;*****&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit;"&gt;Setelah berputar-putar sejenak, ia mampir ke sebuah gerobakes kelapa muda. Sejenak saja untuk sekedar menghapus dahaga dan mendinginkanmesin motor. Walau sebenarnya tak peduli dengan besi-besi panas di bawahselangkangannya atau tenggorokannya yang kering diterpa angin, ia rasa duaalasan ini cukup untuk mengajak gadis yang diboncengnya mengobrol sejenak.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-indent: 0.5in;"&gt;“Jadi bagaimana kuliahmu?” iamengawali perbincangan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-indent: 0.5in;"&gt;“Susah, Gus. Kadang &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;nyesek&lt;/i&gt; juga kenapa dulu harus ambil ini.Haduuuh..”, keluh sang gadis.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-indent: 0.5in;"&gt;“Kamu &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;sinya&lt;/i&gt; sok &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;banget ngambil &lt;/i&gt;jurusansusah. Otak jongkok &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;tuh&lt;/i&gt; harus &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;nyadar&lt;/i&gt; diri!” ejek Bagus.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-indent: 0.5in;"&gt;“Hahaha. Sial! Ini demi masa depan,Gus. &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Lagian &lt;/i&gt;sudah masuk semester 3,sayang kalau &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;gak &lt;/i&gt;dilanjutkan.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-indent: 0.5in;"&gt;Ini kali pertama mereka bertemusemenjak sekian lama. Namun Bagus merasa tidak ada yang berubah dari gadis yangbernama Nadya ini. Masih memesona dengan tubuh bongsornya. Juga mata sipitnya.Juga rambut panjangnya yang menggerai lurus. Tapi hati siapa yang tahu?&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-indent: 0.5in;"&gt;“Jadi bagaimana dengan &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;cewek&lt;/i&gt;mu? Masih ta?” Nadya sedikitpenasaran. Banyak tepatnya. Seorang lelaki yang diketahuinya sedang dalamstatus &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;in relationship&lt;/i&gt; mengajakseorang perempuan di hari minggu untuk ‘jalan-jalan’ merupakan hal yang tidakbiasa.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-indent: 0.5in;"&gt;“&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Cewek&lt;/i&gt;ku? Aman!” Jawab Bagus enteng.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-indent: 0.5in;"&gt;“Tapi masih ‘&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;kan&lt;/i&gt;?” Nadya masih penasaran.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-indent: 0.5in;"&gt;“Masih, masih. Kenapa sih?” Bagusjengah, balik penasaran.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-indent: 0.5in;"&gt;“Bukan apa-apa. Cuma merasa anehsaja. Buat apa kamu ajak aku jalan?” jelas Nadya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-indent: 0.5in;"&gt;“Semalam aku merasa bosan, &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;pengen &lt;/i&gt;jalan-jalan dengan suasanaberbeda. Kebetulan sekali kamu sms.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-indent: 0.5in;"&gt;“Kamu sedang bosan dengan pacarmu?”Nadya makin penasaran.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-indent: 0.5in;"&gt;“&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Gak&lt;/i&gt; juga. Cuma ingin suasana baru. Bukan berarti aku sedang bosanatau sedang ada masalah dengan dia. Bukan. Lagipula &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;gak&lt;/i&gt; masalah bukan, aku ajak kamu jalan, sebagai teman?”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-indent: 0.5in;"&gt;“Umm.. Tidak masalah &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;sih&lt;/i&gt; selama dia tidak salah paham, selamaaku tidak dicap sebagai perusak hubungan orang lain.” Nadya selalu gusar dengancap-cap tidak jelas seperti itu. Menurutnya hal itu hanya meniadakan pertemananwanita dengan laki-laki.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-indent: 0.5in;"&gt;“Tenang.” Bagus mencobamenenangkannya. Sebenarnya Nadya masih merasa risih, namun ia berusaha menepissemua kemungkinan terburuk dan mencoba menikmati pertemanan mereka.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-indent: 0.5in;"&gt;Bagus merogoh sakunya, dia teringatada pesan masuk sedari tadi ia abaikan. Kebetulan sekali, pikirnya. Ia segeramembalas. Send. Sent. Done!&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-indent: 0.5in;"&gt;“&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Ngesemes&lt;/i&gt; siapa?” tanya Nadya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-indent: 0.5in;"&gt;Bagus mengernyit. Memang, Nadyabelum berubah sedikit pun semenjak pertama mereka berkenalan, kemudianberteman, lalu berpuncak pada jadian. Dulu dia mengatakan Nadya orang yang &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;curigaan&lt;/i&gt;. Sedikit saja Nadya merasaBagus merahasiakan sesuatu, Nadya akan mencercanya dengan berbagai macampertanyaan, pernyataan, dan beberapa tuduhan. Tapi sekarang ia mengatakannyadengan sedikit lebih baik: tukang penasaran.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-indent: 0.5in;"&gt;“Orang yang baru saja kitabicarakan” jawab Bagus.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-indent: 0.5in;"&gt;“Hahaha. Cinta. Orangnya langsungdi-&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;sms&lt;/i&gt;” Nadya mencoba menggoda.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-indent: 0.5in;"&gt;“Cuma membalas &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;sms&lt;/i&gt;, &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;kok&lt;/i&gt;. Kebetulan &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;keinget&lt;/i&gt;.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-indent: 0.5in;"&gt;“&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Tuh, kan..&lt;/i&gt;” Nadya terus menggoda.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-indent: 0.5in;"&gt;“Hahaha. &lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;Selaq&lt;/i&gt;!”&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: center;"&gt;*****&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: center;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit;"&gt;Ria terus melaju. Berputar ke arah sekolahnya, kemudianmenuju Atletik. Mungkin saja ada yang bisa dijadikan bahan cuci mata, pikirnya.Atau mungkin sedikit penyegaran diri tanpa mandi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: center;"&gt;*****&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit;"&gt;Mereka menghabiskan segelas es kelapa muda di tangan merekamasing-masing sambil melihat lalu lalang kendaraan. Sekali-kali melihatbeberapa orang sedang membakar lemak di lapangan. Tak ada yang memulai lagipembicaraan. Tawa mereka telah habis, entah berkelana kemana. Seperti bayanganyang mereka putar dalam otak masing-masing, tetiba hilang. Bagus, untukbeberapa saat, merasa nyaman dengan kesunyian di antara mereka berdua. Hanyauntuk beberapa saat.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="font-family: inherit; text-align: center;"&gt;*****&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: inherit;"&gt;Semakin dekat dengan Atletik, Ria mulai menajamkan mata.Motornya dilaju pelan saja. Jangan sampai ada momen yang terlepas olehnya.Beberapa orang dilihatnya berkeringat dan berjalan letih. Tak ada yang menarik.Belum. Sampai ia melihat tulisan “Es Kelapa Muda Maiq Batur”.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-3165577185767488246?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/3165577185767488246/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2011/12/its-not-love-story-perjumpaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/3165577185767488246'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/3165577185767488246'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2011/12/its-not-love-story-perjumpaan.html' title='It&apos;s Not A Love Story: Perjumpaan'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Yogyakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.770865820251908 110.40847778320312</georss:point><georss:box>-7.896733320251908 110.25054928320313 -7.644998320251908 110.56640628320312</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-5148454041819634951</id><published>2011-11-01T14:13:00.001+07:00</published><updated>2011-11-01T14:13:33.469+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mahasiswa tak maha'/><title type='text'>Teori Perubahan Kebudayaan</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:WordDocument&gt;  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;  &lt;w:TrackMoves/&gt;  &lt;w:TrackFormatting/&gt;  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;  &lt;w:Compatibility&gt;   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;   &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;   &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;   &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;   &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;   &lt;w:CachedColBalance/&gt;  &lt;/w:Compatibility&gt;  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;m:mathPr&gt;   &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;   &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;   &lt;m:brkBinSub m:val="--&gt;   &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;   &lt;m:dispdef&gt;   &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;   &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;   &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;   &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;   &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;  &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt;&lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt; &lt;/w:LatentStyles&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;&lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}&lt;/style&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Perubahankebudayaan pada suatu masyarakat merupakan keniscyaan dan tidak dapatdielakkan. Masyarakat tidak pernah statis, selalu dinamis berubah dari satukeadaan ke keadaan lainnya yang disebabkan oleh berbagai faktor. Perubahan inidimaksudkan sebagai wujud tanggapan manusia terhadap tantangan lingkungannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Teori Evolusi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Teorievolusi menggambarkan bahwa perubahan kebudayaan terjadi secara perlahan-lahandan bertahap. Setiap masyarakat mengalami proses evolusi yang berbeda-beda.Oleh karena itu, masing-masing masyarakat menunjukkan kebudayaan yangberbeda-beda. Salah satu masyarakat dikenal telah maju, sedangkan masyarakatyang lain masih dianggap atau tergolong sebagai masyarakat yang belum maju.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Dalamteori evolusi, kemudian dibagi menjadi dua:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;1. TeoriEvolusi Universal&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Sebuahkebudayaan yang ada dalam sebuah komunitas masyarakat manusia adalah dampakatau hasil hasil dari pemakaian atau penggunaan energi dan teknologi yangmereka gunakan dalam kehidupan mereka pada fase-fase perkembangannya. Denganrumusan yang disebutnya sebagai “hukum” evolusi kebudayaan ini, White sampaipada sebuah kesimpulan bahwa terjadinya sebuah evolusi kebudayaan dalam sebuahkomunitas merupakan hasil dari mengemukanya perubahan dalam sistem yangmelakukan transformasi energi dengan bantuan teknologi yang ada saat itu.Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa dalam teori mengenai evolusi kebudayaanini terdapat beberapa konsep baru yang diketengahkan White, yaitu &lt;em&gt;thermodinamika&lt;/em&gt;(sistem yang melakukan transformasi energi), energi dan transformasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2. TeoriEvolusi Multilinier&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Menurutteori multilinier, terjadinya evolusi kebudayaan berhubungan erat dengankondisi lingkungan, dimana setiap kebudayaan memiliki &lt;em&gt;culture core&lt;/em&gt;,berupa teknologi dan organisasi kerja. Dengan demikian, terjadinya evolusidalam sebuah kebudayaan ditentukan oleh adanya interaksi yang terjalin antarakebudayaan tersebut dengan lingkungan yang ada di dalamnya. Seperti halnyateori yang dikemukakan oleh White di atas, teori multilinier juga memunculkankonsep-konsep baru yang belum pernah ada sebelumnya, yaitu lingkungan, &lt;em&gt;culturecore&lt;/em&gt;, adaptasi dan organisasi kerja.&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Teori Difusi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Teoridifusi kebudayaan dimaknai sebagai persebaran kebudayaan yang disebabkan adanyamigrasi manusia. Perpindahan dari satu tempat ke tempat lain, akan menularkanbudaya tertentu. Hal ini akan semakian tampak dan jelas kalau perpindahanmanusia itu secara kelompok dan atau besar-besaran, di kemudian hari akanmenimbulkan difusi budaya yang luar biasa. Setiap ada persebaran kebudayaan, disitulah terjadi penggabungan dua kebudayaan atau lebih. Akibat pengaruhkemajuan teknologi-komunikasi, juga akan mempengaruhi terjadinya difusi budaya.Keadaan ini memungkinkan kebudayaan semakin kompleks dan bersifat multikultural.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;Perubahankebudayaan yang dijelaskan di atas merupakan akibat dari berbagai macam faktor yangterjadi dalam kehidupan masyarakat, antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;1. Adanyapenemuan/inovasi baru yang bermanfaat dan dapat diterima oleh masyarakatkebudayaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;2. Penyebaranunsur kebudayaan dari masyarakat satu ke lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;3. Kehilangankebudayaan, diakibatkan suatu masyarakat secara terus-menerus menerima inovasibaru yang menggantikan unsur-unsur kebudayaan asli dari generasi pendahulu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;4. Akulturasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;5. Adanyaperubahan kebudayaan yang sebagai akibat dari suatu usaha perubahan olehkelompok masyarakat kebudayaan lain (pembunuhan kebudayaan/&lt;i&gt;genocide&lt;/i&gt;). Hal ini sering disebabkan oleh konflik politik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;6. Perubahanlangsung, yang merupakan proses perubahan kebudyaan yang direncanakan untukmengubah kebiasaan masyarakat yang tidak lagi sesuai dengan perkembangankemasyarakatan saat ini.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraph" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-5148454041819634951?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/5148454041819634951/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2011/11/teori-perubahan-kebudayaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/5148454041819634951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/5148454041819634951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2011/11/teori-perubahan-kebudayaan.html' title='Teori Perubahan Kebudayaan'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-3414222431726266311</id><published>2011-10-03T19:05:00.002+07:00</published><updated>2011-10-03T19:10:30.967+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sesungguhnya hidup itu indah'/><title type='text'>Malam Ini Melankoli</title><content type='html'>Sesungguhnya adalah kesalahan untuk tetap memikirkannya. Dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau kamu memang masih &lt;span style="font-style: italic;"&gt;pengen&lt;/span&gt; hidup, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lupaen  &lt;/span&gt;aja &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tuh&lt;/span&gt; cewek!" kata temanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah kesalahan untuk tetap memikirkan seseorang yang kucinta? Terlepas pernyataanku bahwa cinta tak harus memiliki hanyalah bualan ABG, aku masih saja mencintai seorang yang sudah jelas-jelas pergi dariku. Seharusnya &lt;i&gt;kamu&lt;/i&gt; tetap ada di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setidaknya, kehidupan ini dijalani dengan senyum. Walau bagaimanapun, menikmati menjalani, ikhlas adalah kuncinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sekiranya menikmati menjalani sedikit waktu denganmu tak pernah cukup. Dunia terlalu baik, bisakah kita memberi sedikit senyum padanya dengan keberlanjutan kita?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu mengernyitkan dahi. Kalimatku seakan tidak mampu kamu cerna. "Tidak ada yang tahu selain malam. Bulan membaca hati, bintang meraba wajahmu, mereka tahu apa yang akan terjadi," jawabmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak. Tidak ada yang tahu selain kita tentang keberlanjutan ini. Dan rasanya hanya kamu yang tahu pasti bagaimana ini akan berakhir. Aku hanya berharap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini melankoli. Hujan yang lalu kembali lagi membawa aroma tak menyenangkan. Menusuk dan menohokku dalam kenyataan terkejam yang pernah kualami; satu kisah lampau telah berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun debur ombak memecah suasana, kalimatmu dapat kucerna dengan baik. Bagaimanapun letak diri kusesuaikan, tak jua kutepiskan resah. Seperti sunyi, ini begitu menusuk. Memberi haru pada romantisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada kalanya semua berakhir. Tapi bukan silaturrahim"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semua akan berakhir, bila saja kamu mengerti," kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan itu yang akan terjadi. Tidak akan kubiarkan terjadi!". Kamu tetap kukuh atas pendapatmu. Selalu ada duka bagiku melihatmu memelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Lalu apa?!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita teman, bukan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak pernah aku ingin mengecewakan hatimu, Sayang. "Iya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tetap berteman. Hanya berteman?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Iya." Seberapapun, sakitmu selalu menjadi lebih perih bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada garis tegas kini. Ada pernyataan kokoh yang akan selalu kucoba tetap di jalurnya. Tetap di belakang garis yang hanya aku yang menurutinya. Mungkin terlalu berlebihan. Tetapi sesuatu yang berlebihan harus dilawan dengan sesuatu yang berlebihan juga. Terlalu mencintaimu harus kuseimbangkan dengan terlalu membencimu. Keseimbangan kosmis dalam hubungan kita harus tetap terjaga. Kamu berhenti aku juga. Kamu menjauh aku lebih jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hahaha. Kupikir kamu dangkal. Bukan masa depan yang kamu lihat, bukan keyakinan yang kamu pegang. Ketika kamu merasa yakin, alam akan mendukung langkahmu. Ketika kamu percaya kesedihan hari ini selalu membawa kecerahan, alam akan menuntunmu", ujar temanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masa depan tak akan ada tanpa hari ini, kemarin. Dan aku melihatnya sebagai sebuah pertanda bahwa memang ini tak akan pernah berlanjut. Tak ada terang di lorong yang kudiami. Terang yang sama. Keyakinan? Kaupikir keyakinan atas cinta tak pernah tergantung akan probabilitas lain yang terjadi?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tersenyum. "Yakinlah, Sobat!" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bosan mendengar mereka yang selalu merasa aku dan kamu akan bersua suatu saat, dengan cinta yang lebih indah dan bergelora. Dan menahbiskan diri kita sebagai pecinta yang tak lekang waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya kamu yang berkata sebaliknya. Hanya aku yang mencoba berpikir sebaliknya. Terlalu banyak yang harus kuhapus, Sayang. Tentu aku masih harus berusaha, mencoba. Tentu pula aku punya keyakinan hati yang mengeras akan luluh pula oleh air mataku. Hatiku tentunya. Bukan kamu, Kekasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu lihat langit yang menghitam kini, di luar? Pekat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku tak berpikir itu ada hubungannya dengan ini semua. Pertanda alam hanyalah bagi mereka yang masih mempercayai kehidupan nenek moyang menyembah batu besar adalah benar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah kamu merasa bahwa langit pun bersedih untukku? "Bukankah langit pernah menangis ketika kita sempat berpisah lama?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidakkah kamu mengerti bahwa rayuan hanyalah kegilaan sesaat yang hanya dimengerti para pecinta?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iya. Aku masih mencinta. Aku masih mendamba. Mengenaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dulu aku merasa kamarku adalah surgaku. Ada ketenangan yang kubentuk dalam tiap sudutnya, yang kubangun dalam aura kesendirian dan kebahagiaan yang kusesap dalam-dalam kemudian kutumpahkan segala ke dalam nuansa yang tak akan pernah sama di kamar lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun selepas semua kembali, kujejak bumi dan melangkah, ada yang menghampa. &lt;i&gt;Kamu&lt;/i&gt;. Dan hujan ini semakin meruntuhkan rapuh bahagia semuku. Di sudut kamar bergegas berlindung dari sergapan malam. Menyesap dalam rindu yang membuncah. Kuhayati. Kutangisi. "Telah kulepaskan tangaku dari genggamanmu. Telah kutarik kembali agar kamu tak lagi menggapai. Kuingin kamu pun melakukan hal yang sama", katamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan musim pun telah berganti&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;kembali lagi pada penghujan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;membasahi hati seperti dulu&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;tapi aku bukan menangis&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;satu kisah lampau katanya telah berakhir&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dan langit pun masih tetap sama&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;ketika itu pekat menghitam&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;memberi suram pada rautku dan kini aku masih terjebak&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;satu kisah lampau katanya telah berakhir&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Ketika larut menamatkan hari&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;aku terkurung dalam suasana&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;mendukung hadirnya sebuah perasaan romantisme&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;romantisme sunyi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;melankoli malam ini&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Oooh aku terbawa nuansa malam ini, melankoli&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;**fin**&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yogyakarta, di hari berantah.&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-3414222431726266311?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/3414222431726266311/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2011/10/malam-ini-melankoli.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/3414222431726266311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/3414222431726266311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2011/10/malam-ini-melankoli.html' title='Malam Ini Melankoli'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Yogyakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.797224 110.368797</georss:point><georss:box>-7.828688 110.329315 -7.76576 110.40827900000001</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-5965018957803588836</id><published>2011-10-02T18:28:00.000+07:00</published><updated>2011-10-02T18:28:14.826+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gw bilang ini puisi'/><title type='text'>Berpisah Jalan Dan Jejakku Mati</title><content type='html'>Serasa semua berderap menjauh&lt;br /&gt;menghitam hari saat kautapakkan langkah&lt;br /&gt;ada beda yang terpendam, lama dan terdiam&lt;br /&gt;pecah lerak kini menghancur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas mata kembali mencerah&lt;br /&gt;kusadar kujejak bumi kembali&lt;br /&gt;menghampa rasa berakhir cita terpancang lama&lt;br /&gt;retas resah dan kumenghancur&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-5965018957803588836?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/5965018957803588836/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2011/10/berpisah-jalan-dan-jejakku-mati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/5965018957803588836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/5965018957803588836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2011/10/berpisah-jalan-dan-jejakku-mati.html' title='Berpisah Jalan Dan Jejakku Mati'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Yogyakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.797224 110.368797</georss:point><georss:box>-7.828688 110.329315 -7.76576 110.40827900000001</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-8048755638195691689</id><published>2011-04-22T05:51:00.003+07:00</published><updated>2011-04-22T05:56:55.733+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sesungguhnya hidup itu indah'/><title type='text'>Ayam Juga Begadang</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Selamat pagi, semangat pagi! Ini   tulisan pertamaku di  tahun 2011 dan juga tulisan pertama setelah hampir   10 bulan. Lama nian  ternyata. Ah, yang penting semangat! &lt;p&gt; &lt;/p&gt; Semangat   di hari baru yang menjadi hari kesekian dalam hidupku ini  rupanya tak   berbanding lurus dengan keadaan. Pepatah "bangunlah pagi  sekali sebelum   rejekimu di patok ayam" tidak berlaku padaku. Hey ayam,  aku rela   begadang demi rejekiku tak dipatok olehmu! Dan bila ingin  menambah   kesialan, tak ada satu pun yang menyapaku pagi ini.  Teman-teman di   timeline saling menyapa, memberi semangat, dan aku  hanya menonton saja.   Tapi itu bila sapaan ibuku pagi ini tidak  dihitung. Sapaan yang sangat   jarang datang apalagi pada jam 5 pagi.  Namun itulah hidup. &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika   kuberharap ada seorang yang memberi semangat pagi, yang  mungkin akan   kutertawakan juga, ibuku mengirim pesan, "Le, Ibu lupa  kalau hari ini   tanggal merah". Aduh, kataku sambil elus perut, sudah  tak sanggup   membalas. Nasib. Ayam ternyata juga begadang.&lt;/p&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-8048755638195691689?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/8048755638195691689/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2011/04/ayam-juga-begadang_5503.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/8048755638195691689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/8048755638195691689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2011/04/ayam-juga-begadang_5503.html' title='Ayam Juga Begadang'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-2371630075196628923</id><published>2010-07-10T02:10:00.001+07:00</published><updated>2010-07-10T02:13:43.298+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mahasiswa tak maha'/><title type='text'>Tips Mendapatkan Nilai Bagus</title><content type='html'>Setelah 4 semester kuliah, akhirnya saya tahu bagaimana caranya mendapatkan nilai yang bagus. Telat memang. Semuanya saya peroleh dari pengalaman seorang yang terus selalu mendapat nilai bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, rajin-rajinlah mengisi absen. Bagaimana pun caranya, jangan sampai absensi Anda melampaui limit yang ditentukan dosen. Tak perlu rajin masuk, karena sebenarnya ilmu itu tidak penting, bisa didapatkan dari mana saja (ngeles). Namun sebagai mahasiswa yang membutuhkan nilai, absensi yang tidak melebihi batas mutlak diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, rajin mengumpulkan tugas. Mengumpulkan, bukan mengerjakan. Catatlah setiap tugas yang diberikan dosen Anda kemudian minta kepada angkatan atas tugas-tugas mereka terdahulu. Copy, edit, kemudian kumpulkan. Bila mentok, mintalah kepada teman Anda yang kelihatannya sangat baik dan mudah dimanfaatkan. Kemudian copy, edit nama, kumpulkan. Tak perduli tugasnya sama dengan teman Anda, asalkan tugas Anda berada di tempat yang sekiranya dapat lebih dulu dibaca oleh osen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, duduk, diam, mendengarkan. Jangan sampai Anda dicap sebagai mahasiswa nakal oleh dosen, karena akan berdampak pada nilai mata kuliah Anda. Lebih baik Anda duduk manis layaknya anak SD yang takut dipukul gurunya kalau ribut sedikit saja. Jangan macam-macam di kelas, ngangak saja liat orang ngomong sana-sini. Jangan mencuri perhatian di dalam kelas, nanti bisa-bisa malah sering diajuin pertanyaan oleh dosen. Kalau bisa ya syukur. Kalau gak bisa? Nah, lho!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk saat ini, segitu saja dulu tips yang saya berikan. Semoga bermanfaat. Sebagai rujukan, mungkin Anda berkenan membaca tulisan saya &lt;a href="http://blognyakeledai.blogspot.com/2007/05/idealis-pragmatis.html"&gt;Idealis-Pragmatis&lt;/a&gt;. Terima kasih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-2371630075196628923?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/2371630075196628923/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2010/07/tips-mendapatkan-nilai-bagus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/2371630075196628923'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/2371630075196628923'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2010/07/tips-mendapatkan-nilai-bagus.html' title='Tips Mendapatkan Nilai Bagus'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-915213498859522095</id><published>2010-06-30T03:03:00.000+07:00</published><updated>2010-06-30T03:05:02.281+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='otak-otakku mengerang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sesungguhnya hidup itu indah'/><title type='text'>Untuk Perempuan</title><content type='html'>&lt;p&gt;Untuk perempuan, jangan murahan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Betapa sekarang saya beberapa kali menemukan perempuan-perempuan yang  tidak pernah saya kira sebelumnya ternyata murahan. Beberapa kali  mendengar selentingan mengenai perempuan ini, perempuan itu, tapi tidak  saya gubris. Namun, setelah mendapati sendiri, saya hanya bisa mengelus  dada. Terkadang juga saya menasehati, yang tentunya tidak mungkin bakal  dirungu. Siapa saya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beberapa tahun lalu ibu saya mengatakan, “Le, jadi cowok juga harus  punya harga diri, jangan gampangan ama cewek”. Kalimat ini masih saya  ingat sampai sekarang. Namun miris ketika melihat bagaimana perempuan  jaman sekarang, di desa, terlebih di kota besar, sangat mudahnya  “didapat”. Degan bujuk rayu dan pancingan sedikit saja, sudah terbuka  semuanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bukannya mau munafik kalau saya tidak suka perempuan gampangan. Bukan  saya munafik kalau saya orang yang baik. Namun, hey perempuan! Namamu  lebih besar!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ya. Sedikit kesalahan seorang lelaki siapa yang akan mengingatnya?  Namun, perempuan, hey! Tolonglah sedikit menjaga harga diri, setidaknya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kata-kata ini memang tidak berguna, tidak menyentuh hati. Apalagi  bagi perempuan yang di mabuk kala remaja, kesenangan adalah segala.  Bagaimana pun tak akan digubris. Tapi setidaknya, saya harap, bila  memang suka, bila memang suka menjadi murahan, melakukan hal murahan,  jual mahallah sedikit. Jangan begitu saja termakan pancingan. Beri  lelaki itu sedikit perjuangan agar mereka lebih menghargai walau pun  nantinya kalian akan dibuang karena kalian murahan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tak perlulah ingat Tuhan, tapi ingatlah bagaimana kehidupan sosial  ini sangat menyanjung nama. Ingatlah pepatah “gajah mati meninggalkan  daging, manusia mati meninggalkan nama” atau ingat orang tua kalian yang  amat bangga bahwa kalian masih hidup sampai sekarang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;***&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tulisan ini saya tulis dengan penuh kekecewaan. Maaf.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-915213498859522095?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/915213498859522095/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2010/06/untuk-perempuan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/915213498859522095'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/915213498859522095'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2010/06/untuk-perempuan.html' title='Untuk Perempuan'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-2079682852616439683</id><published>2010-06-28T01:09:00.001+07:00</published><updated>2010-06-28T01:14:16.743+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gw bilang ini puisi'/><title type='text'>Selepas Taraweh Saat Itu</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;selepas taraweh saat itu&lt;br /&gt;hujan turun&lt;br /&gt;rimis-rimis titik-titik sedikit demi sedikit&lt;br /&gt;pelan lalu menghilang&lt;br /&gt;tinggalkan aroma hingga kini terkenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selepas taraweh&lt;br /&gt;saat itu aku menunggumu di jalan biasa&lt;br /&gt;rimis perlahan memudar sedikit demi sedikit&lt;br /&gt;pelan namun membasah&lt;br /&gt;tinggalkan aroma hingga kini terkenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selepas taraweh saat itu&lt;br /&gt;aku rela untuk berlari&lt;br /&gt;jangan sampai aku terlambat&lt;br /&gt;berjalan pelan bersamamu di malam&lt;br /&gt;malam mendung&lt;br /&gt;tinggalkan aroma hingga kini terkenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jogja pun basah di hari keduapuluhdelapan Juni.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-2079682852616439683?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/2079682852616439683/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2010/06/selepas-taraweh-saat-itu-hujan-turun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/2079682852616439683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/2079682852616439683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2010/06/selepas-taraweh-saat-itu-hujan-turun.html' title='Selepas Taraweh Saat Itu'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-6882772808548196314</id><published>2010-06-17T14:05:00.000+07:00</published><updated>2011-04-14T14:12:07.116+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mahasiswa tak maha'/><title type='text'>Bima: Legenda dan Simpang-Siur</title><content type='html'>Siapa yang tidak mengenal Bima? Persona yang satu ini sangat terkenal dalam dunia pewayangan sebagai salah satu keluarga Pandawa. Sifanya kasar dan keras, namun teguh dalam pendirian serta tidak mudah mencurigai orang lain. Namun, adakah yang mengenal daerah Bima yang terletak di ujung timur Pulau Sumbawa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari saya perkenalkan tentang daerah saya yang bernama Bima yang sampai saat ini masih dipertanyakan, kata "Bima" sendiri berasal dari mana? Karena nama asli daerah saya adalah "Mbojo", yang berasal dari kata "babuju" atau tidak rata, sebagai gambaran daerah Bima yang dipenuhi gunung dan bukit. Bila merunut legenda dan dipercayai hingga kini, "Bima" berasal dari nama raja pertama, Sang Bima. Ada juga yang mengatakan bahwa Bima berasal kata dari "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;bismillaahirrohmaanirrohiim&lt;/span&gt;", merunut budaya Bima yang sejak menjadi Kesultanan Bima sungguh sangat Islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Orang Bima dan Dou Mbojo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu keunikan yang mungkin tidak ada di Indonesia, Bima sendiri merupakan bahasa Indonesia dari Mbojo (ini secara sederhana saja). Bila kita menggunakan bahasa Indonesia, frasa "orang Bima" adalah yang paling tepat, bukan "orang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Mbojo&lt;/span&gt;". Begitu pun sebaliknya, bukan "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dou&lt;/span&gt; Bima", melainkan "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dou Mbojo&lt;/span&gt;". Intinya, saat kita menggunakan bahasa Indonesia, untuk merujuk "Bima", kita harus tetap menggunakan kata "Bima". Namun bila kita menggunakan bahasa daerah Bima, untuk merujuk"Bima", kata yang tepat adalah "Mbojo". &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Are you dong&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tipikal orang Bima sendiri sepertinya mirip dengan Sang Bima dari Pandawa; keras, kasar, dan tegas. Tidak ada yang namanya pakewuh, dan selal mengungkapkan apa yang ada di pikirannya, suka atau tidak suka. Namun, "pengelompokan" tipikal seperti ini akhirnya membuat orang Bima sendiri terperangkap dalam sebuah pemikiran bahwa Bima memang keras dan kasar sehingga memicu sebuah pembenaran untuk melakukan tindak anarkis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Legenda, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;City-State&lt;/span&gt;, dan Sang Bima&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kitab Bo', kitab sejarah Kesultanan Bima, pada awalnya Bima terdiri dari beberapa daerah yang masing-masing diketuai oleh pemimpin yang disebut Ncuhi. Setiap daerah menamakan dirinya sebagai bagian dari Bima, meski pun pada kenyataannya tidak ada pemimpin tunggal yang menguasai kepemerintahan tanah Bima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini mengingatkan saya pada sistem pemerintahan yang berkembang di Yunani, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;city-state&lt;/span&gt;. Bedanya, para Ncuhi tidak bergerak sendiri-sendiri, melainkan selalu berkumpul untuk memusyawarahkan apa saja yang dibutuhkan bagi perkembangan tanah Bima serta agar tidak terjadi perang saudara di antara daerah-daerah yang dipimpinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga satu ketika, menurut legenda yang tertulis dalam Kitab Bo', datanglah seorang pengembara dari Jawa bernama Bima, seorang Pandawa yang melarikan diri dari pemberontakan di Majapahit ketika itu. Sang Bima pertama kali berlabuh di Pulau Satonda (silahkan googling tentang pulau ini. Anda akan tahu bagaimana indahnya) dan akhirnya menikah dengan seorang puteri di sekitar wilayah itu. Mengetahui akan hal ini, para Ncuhi akhirnya memutuskan untuk menawarkan posisi sebagai Raja Bima bagi Sang Bima. Sang Bima menerima, namun beliau tidak segera memimpin karena akan segera kembali ke Majapahit. Beliau kemudian menawarkan anaknya nanti yang akan memimpin Bima. Para Ncuhi menerima dan menanti kedatangan anak Sang Bima untuk memimpin mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah awal mula Bima sampai sekarang masih simpang siur, karena satu-satunya dokumen sejarah yang masih ada hanyalah Kitab Bo', yang seperti kita-kitab lainnya dari zaman itu, penuh dengan percampuran legenda serta hal-hal gaib serta lebay untuk memberi kesan bahwa pemimpinnya adalah seorang yang hebat, sakti mandraguna. Namun menurut saya sendiri, Bima, sebagai salah satu wilayah kekuasaan Majapahit, tentu sangat dekat hubungannya dengan orang-orang Jawa. Sebagai daerah yang mempunyai teluk teraman dan juga menjadi salah satu dari segitiga lumbung padi Indonsia Timur bersama Gowa dan Ternate, hubungan dagang dengan orang daerah lain sangatlah sering. Dalam hal budaya, khususnya bahasa yang digunakan saat itu, sangatlah mirip dengan bahasa Jawa Kuno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengaruh Majapahit dan Kerajaan Misterius&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak ingin beandai-andai mengenai siapa yang menjadi raja pertama di Bima. Hal ini perlu penilitian lebih lanjut dan mendalam dengan mencari arsip dari berbagai daerah yang diperkirakan mempunyai hubungan cukup baik dengan Bima pada zaman itu, seperti Gowa, Ternate, Majapahit, Banjar, Sumbawa, dan bahkan mungkin saja Cina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski pun demikian, saya cukup yakin bahwa raja pertama Bima mempunyai hubungan kekeluargaan dengan orang Jawa, setidaknya menerima pengaruh yang sangat lama oleh kebudayaan Jawa, khusunya Majapahit. Ini dibuktikan dengan kemiripan bahasa kuno yang dipakai oleh kedua daerah serta berkembangnya agama dan budaya Hindu dari Majapahit, yang akhirnya musnah tergantikan oleh kebudayaan Islam. Ketika pemerintahan masih dipimpin oleh para Ncuhi dalam sistem "semacam" &lt;span style="font-style: italic;"&gt;city-state&lt;/span&gt;, sistem kepercayaannya merupakan animisme-dinamisme. Sistem ini akhirnya berubah ketika dibentuk sebuah kerajaan, kebudayaan Hindu masuk, ditandai dengan adanya sebuah kuil sebagai tempat upacara pengangkatan raja. Selain itu, menurut seorang dosen, sistem kerajaan di Indonesia dibawa oleh kebudayaan Hindu, dan sistem kerajaan yang ada di Bima bisa dipastikan dibawa oleh orang Hindu yang berasal dari Jawa (Majapahit).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pemikiran ini sendiri bisa dibantah. Sebuah artikel yang pernah saya baca mengatakan, jauh sebelum Kerajaan Bima terbentuk, terdapat sebuah kerajaan bernama Kerajaan Kalepe yang mendiami daerah pedalaman Bima yang kemudian hancur oleh pemberontakan para Ncuhi. Rakyat kerajaan ini kemudian menyebar, melarikan diri, dan puing-puing istana kerajaan kuno ini masih ada sampai sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya, menurut teori, sistem kerajaan dibawa oleh orang Hindu. Apakah Kerajaan Kalepe menganut agama Hindu, siapa yang menyebarkannya hingga ke pedalaman, mengapa para Ncuhi masih menganut animisme-dinamisme, inikah inti dari pemberontakan Ncuhi? Banyak pertanyaan yang masih harus dikuak sebelum menentukan sejarah Bima yang sesungguhnya, terutama mengenai Kerajaan Kalepe yang masih dianggap sebagai kerajaan "pertama" di Bima yang saat itu terbesar di Pulau Sumbawa dan daerah kekuasaannya hingga mencapai Manggarai di NTT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;******&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya saya menulis ini untuk mengenalkan Bima melalui sejarahnya. Terlebih dengan adanya program Visit Lombok-Sumbawa, saya ingin mempromosikan Bima melalui ini. Namun tiba-tiba tulisan ini berubah menjadi sebuah tulisan yang mempertanyakan mengenai sejarah Bima itu sendiri. Maaf bila tulisan ini sangat jauh dari kapasitas tulisan sejarah yang ilmiah. Tulisan ini hanya mengungkapkan apa yang ada di dalam otak saya dan saya masih membuka diri untuk terus belajar, dari siapa saja. Salam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-6882772808548196314?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/6882772808548196314/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2011/04/bima-legenda-dan-simpang-siur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/6882772808548196314'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/6882772808548196314'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2011/04/bima-legenda-dan-simpang-siur.html' title='Bima: Legenda dan Simpang-Siur'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-6787228204237162018</id><published>2010-05-16T00:55:00.000+07:00</published><updated>2010-06-18T00:56:02.555+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gw bilang ini puisi'/><title type='text'>Simfoni Kata</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;&lt;p&gt;dan aku masih terjebak&lt;br /&gt;di dalam terang ini aku tak bisa meraba&lt;br /&gt;jalan yang kutuju melenceng jauh&lt;/p&gt; &lt;p&gt;dan aku masih terjaga&lt;br /&gt;bersiap menyergap segala berjalan&lt;br /&gt;seperti buas aku menerkam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;*****&lt;br /&gt;aku masih terluka&lt;br /&gt;ternyata semua memberi makna dan akibat&lt;br /&gt;aku patah sejak langkah menjauh&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;p style="text-align: right;"&gt;Di gelap rimis Jogja, 15 Mei 2010&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-6787228204237162018?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/6787228204237162018/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2010/05/simfoni-kata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/6787228204237162018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/6787228204237162018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2010/05/simfoni-kata.html' title='Simfoni Kata'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-4660078534740101992</id><published>2010-05-08T00:50:00.000+07:00</published><updated>2010-06-18T00:55:11.970+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sesungguhnya hidup itu indah'/><title type='text'>Malu Aku Pada Tuhanku</title><content type='html'>&lt;p&gt;Saya tidak tahu, apakah ini cobaan, godaan, atau rasa kasih sayang  Allah yang berlebihan terhadap saya. Ketika Sabtu kemarin (1/5) terjadi  sebuah peristiwa yang sangat bisa membuat saya tidak tidur nyenyak  selama 2 hari (baca &lt;a href="http://new-media.kompasiana.com/2010/05/03/facebook-hacker-thank-you-so-much/"&gt;Facebook  Hacker, Thank You So Much!&lt;/a&gt;), pada hari Selasa (4/5) kembali terjadi  kejadian yang lumayan membuat hubungan antara saya dan kekasih saya  serta hubungan saya dengan sepupu saya merenggang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada masa-masa tidak menyenangkan ini, saya teringat kepada Allah.  Betapa malu diri saya yang kerdil dan hina ini, yang tak lebih dari  sebutir debu bagiNya, hanya mengingat Tuhan ketika tertimpa suatu  masalah. Saya berniat sholat rajin dan mengerjakan sholat malam serta  bedoa dengan penuh kekhusyukan yang tidak pernah saya lakukan, tetapi  rasa malu ini begitu besar sehingga saya memutuskan saya menyelesaikan  masalah ini sendirian saja tanpa bantuan Tuhan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ternyata memang benar, saya adalah seorang yang keras hati. Bukan  hanya kepada manusia, kini kepada Allah! Sungguh begitu segan dan  memalukan, hanya ketika kesusahan kita mengingat Tuhan. Apa kata Tuhan?  Maukah Tuhan membantu?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Niat yang ada sejak mengalami peristiwa pertama saya urungkan. Saya  begitu malu dan tidak akan meminta bantuanNya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di sela-sela peristiwa ini, tiba-tiba saya mendapat sms dari seorang  teman kecil yang kini berada di Makassar. Dia dengan sangat baik hati  mengatakan sedang kangen dan bertanya apakah saya sedang berada dalam  sebuah masalah. Awalnya saya mengelak, tapi smsnya yang berbunyi, “Ga,  saya teman kecilmu, saya tahu kamu sedang dalam suatu masalah. Firasat  saya, sebagai seorang temanmu dari kecil, tidak mungkin bisa dibohongi”.  Saya terkejut. Bukan hanya ibu saya yang mempunyai firasat terhadap  saya, namun juga teman kecil! Akhirnya saya menceritakan semuanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semalam, setelah beberapa kali sms dan saya menceritakan keengganan  saya untuk memohon bantuan Tuhan karena rasa malu, dia menghantar sebuah  pesan yang cukup mampu untuk menggoyahkan hati keras saya. “Allah tidak  akan melupakan hambanya dan akan selalu menerima doanya selama hambaNya  dengan sungguh-sungguh meminta dan mengingatNya”, kira-kira begitulah  pesannya (karena saya sendiri sudah lupa dan hanya menuliskan garis  besarnya saja). Duer! Tiba-tiba niat untuk memohon membesar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Saya sudah jauh tersesat, Ya Allah. Pesanmu setahun yang lalu saya  lupakan begitu saja dan kini Engkau menegur lagi. Namun saya terlalu  malu untuk memohon. Sudikah untuk memberi, sekali lagi, pengampunan dan  perhatian atas diriku? Dengan penuh rasa malu, Ya Allah. Saya yang tak  pernah penuhi sedikitpun permintaanMu kini berharap. Berharap iba yang  sungguh tak pantas. Kutundukkan jidatku, kutebalkan mukaku, saya  meminta, Ya Allah”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adakah kesalahan dengan rasa maluku? Adakah yang salah jika  kutebalkan mukaku dan meminta? Saya merasa sedang mengemis dan kemudian  menyombong ketika kaya. Saya merasa seperti Karun.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-4660078534740101992?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/4660078534740101992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2008/05/malu-aku-pada-tuhanku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/4660078534740101992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/4660078534740101992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2008/05/malu-aku-pada-tuhanku.html' title='Malu Aku Pada Tuhanku'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-3180401078028400762</id><published>2010-05-07T00:52:00.000+07:00</published><updated>2010-06-18T00:54:42.410+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sesungguhnya hidup itu indah'/><title type='text'>Idealis-Pragmatis</title><content type='html'>&lt;p&gt;Beberapa waktu lalu, saya sempat terlibat sebuah pembicaraan tak  penting bersama seorang sahabat. Sebagai seorang mahasiswa, tentunya  yang kami bahas sangat berkaitan dengan kemahasiswaan, kampus, dan  segala macam yang berhubungan dengan kampus. Kebetulan pula kami berada  di kota yang berbeda, jadi kami saling membandingkan apa yang kami  alami. Terkadang saling membanggakan dan menjelekkan, namun itu hanyalah  selingan. Tak akan terluka hanya karena canda seorang sahabat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Salah satu yang kami bicarakan adalah bagaimana mendapatkan nilai  baik dan juga keahlian yang mumpuni dalam bidang yang kami pelajari. Dia  mengambil jurusan kedokteran yang harus ahli menangani pasien dan saya  jurusan ilmu sejarah yang harus pandai menulis. Kami sama-sama harus  ahli di bidang masing-masing. Namun, kami juga termasuk dalam kelompok  yang sangat malas kuliah. Bah! Bisa apa?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di situlah teman saya melontarkan sebuah pernyataan, bahwa seseorang  tidaklah harus menjadi idealis atau pun pragmatis. Kita harus menjadi  keduanya, menempatkan keduanya dalam saat yang tepat dan adil. Untuk  saya, keahlian menulis tidaklah cukup didapat dari satu-dua mata kuliah.  Menulis membutuhkan proses, percobaan berkali-kali, terus belajar  menulis, bukan mendengarkan dosen ceramah mengenai tata cara penulisan  sejarah kemudian mengikuti ujian dan selesai. Nilai A++. Tanpa latihan,  hanya teori.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Begitu pula teman saya, sangat jarang dia masuk kuliah. Untuk ujian,  cukup membaca buku semua pasti beres. Namun untuk skill, dia  mendapatkannya lebih banyak di dalam TBM (Tim Bantuan Medis). Lucunya,  karena baru pertama kali saya dengar, di TBMnya ada satu kalimat yang  mengatakan bahwa, “Jangan sampai kuliah mengganggu kegiatan kalian!”.  Wow! Saya cuma bisa geleng-geleng kepala.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Idealis-pragmatis, begitulah saya menyebutnya (dan terserah saya  menyebutnya apa, karena istilah ini hanya untuk saya sendiri :p). Saya  tentunya ingin meningkatkan keahlian menulis saya karena kemampuan ini  sangatlah berguna ketika saya terjun ke dalam dunia kerja, dan kampus,  bagi saya, bukanlah tempat yang tepat untuk menajamkan kemampuan ini.  Namun ketika saya telah diwisuda dan mencari pekerjaan, semua orang akan  melihat nilai yang saya torehkan. Percuma saja saya mempunyai keahlian  lebih namun nilai saya jeblok. Setiap pelamar dilihat dari nilai  kemudian keahliannya. Di sinilah saya harus menjadi seorang yang  pragmatis. Saat ini, saat kuliah ini, saya harus mengejar nilai  sebaik-baiknya, bagaimanapun caranya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut saya, seorang yang terus membarakan idealismenya suatu saat  akan musnah, mati, dan setiap orang yang pragmatis adalah para hyena.  Untuk itulah, saya rasa, kita harus mampu menjaga keduanya, menempatkan  di saat yang tepat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal ini sejalan dengan status salah seorang teman, “Janganlah menjadi  orang baik dan jangan pula menjadi orang jahat. Jadilah orang bijak”.  Ya, menjadi bijak adalah sebuah pilihan yang sangat relevan buat saya.  Menjadi baik bukanlah berarti harus baik kepada setiap orang, tidak  melakukan hal-hal kasar dan terus saja &lt;em&gt;nrimo&lt;/em&gt;. Menjadi baik bagi  saya adalah mampu menempatkan segala sesuatunya dalam posisi adil,  sesuai dengan kadarnya, dan bukan pula berarti sama rata. Menjadi bijak  adalah pilihan saya untuk hidup dan sedang saya pelajari. Menjadi jahat  sekali-kali juga merupakan hal yang baik bagi kita dan orang lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;N.B.: &lt;/strong&gt;Sebuah tulisan untuk semua orang yang merasa  seperti saya. Toh, tak ada salahnya berpendapat :D.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-3180401078028400762?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/3180401078028400762/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2007/05/idealis-pragmatis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/3180401078028400762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/3180401078028400762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2007/05/idealis-pragmatis.html' title='Idealis-Pragmatis'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-5418268411354535691</id><published>2010-05-03T02:15:00.005+07:00</published><updated>2010-05-03T02:40:00.325+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sesungguhnya hidup itu indah'/><title type='text'>Facebook Hacker, Thank You So Much!</title><content type='html'>&lt;p&gt;Jumat malam (30/4), bercengkerama bersama teman-teman dan sekalian hotspotan di tempat ngopi dan dilanjutkan dengan main PS di rentalan langganan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sabtu pagi (01/5), masih main PS hingga jam 10 kemudian pulang dan tidur. Jam 6 sore kuterbangun dan kubuka facebook mobile dan twitter mobile. Di facebook, ada 19 notifications dan kutunda untuk membukanya, "Nanti sajalah", pikirku.  Tiba-tiba telepon berdering, marah-marah di seberang sana, bilang bahwa saya menghina pacarnya dengan kata-kata tidak senonoh di facebook. Oh ya? Saya tidak tahu sama sekali, karena saya tidak pernah menghina teman kecuali dengan maksud bercanda dan saya tidak pernah merasa bercanda dengan keterlaluan dan berkata tidak senonoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saya pun segera ke warnet, dan kaget, status di facebook saya berkata yang tidak-tidak, booking cewek segala dan segala macam kalimat tidak pantas untuk dipublish lainnya. Di chat, saya segera mengobrol dengan teman-teman. Mereka semua terheran-heran dengan kelakuan saya tadi siang di chat. Tadi siang? Tadi siang saya tertidur, kataku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Namun, walau saya tidak merasa melakukannya, dan memang bukan saya pelakunya, saya tetap meminta maaf kepada semua teman yang telah "saya" hina, dikata-katai oleh facebook saya karena yang melakukannya adalah "facebook saya". Di sini saya menggunakan kata "facebook saya" karena memang bukan saya yang melakukannya, namun orang lain dengan menggunakan akun facebook saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saat saya kira masalah telah kelar, tiba-tiba satu pesan masuk di inbox. Salah satu teman tidak terima karena "facebook saya" juga telah menghina pacarnya dan pacarnya telah melaporkan ini kepada pengacara pribadinya. Oh, tidak! Bukan saya takut karena saya bersalah, tapi saya takut karena saya tidak tahu siapa yang bersalah dan karena menggunakan akun facebook saya, maka sayalah yang akan kena akibatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saya pun mengirim sms kepadanya, berharap semua dapat diselesaikan secara kekeluargaan, meskipun saya tetap berkeras bukan saya pelakunya. Dia mengatakan akan dibicarakan dan mereka akan berusaha mencari pelakunya. Oh, bila memang bisa didapatkan pelakunya, saya akan sangat merasa bersyukur. Saya sendiri akan diminta untuk datang membicarakan masalah ini dan saya sendiri sangat berharap masalah ini tidak diselesaikan secara hukum. Saya merantau tidak dengan niat mencari masalah, namun mencari teman. Walau pun saya bodoh, saya tidak sebodoh itu untuk menuliskan status facebook membooking seorang teman yang akan dibaca ratusan orang. Saya masih punya harga diri untuk saya jaga, karena hidup di dunia adalah nama baik, bukan materi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ugh, saya hanya bisa melepaskan uneg-uneg saya di sini. Facebook, untuk sementara ini saya deactive-kan. Saya trauma, saya terpukul, namun saya tidak akan lari dari masalah. Bila masih ada yang ingin komplain, saya akan terima dengan tangan terbuka. Bila ada yang ingin marah-marah, saya siap, meskipun ini bukan kerjaan saya. Bila ada yang akan memproses secara hukum, saya siap, meskipun saya berharap ada penyelesaian secara kekeluargaan dan saya pun berkeras bukan saya pelakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Uneg-uneg ini sampai di sini saja. Sesungguhnya hidup ini indah adalah salah satu peganganku dan saya akan tetap menjaga kalimat ini jangan sampai saya terkapar. Hadapi dengan senyuman, orang bersalah tidak pernah takut. (Tapi saya takut, apa kata orangtuaku nanti? Semoga beliau mengerti).&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-5418268411354535691?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/5418268411354535691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2010/05/facebook-hacker-thank-you-so-much.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/5418268411354535691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/5418268411354535691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2010/05/facebook-hacker-thank-you-so-much.html' title='Facebook Hacker, Thank You So Much!'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-6823882101298488563</id><published>2010-03-27T06:01:00.000+07:00</published><updated>2010-03-27T06:02:04.479+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aku suka jalan-jalan'/><title type='text'>Jalan-Jalan Ke Makassar III</title><content type='html'>&lt;p&gt;Sungguh suatu kebetulan, jadwal saya berlibur di Makassar bertepatan dengan pembacaan hasil keputusan Pansus Century serta Sidang Paripurna DPR mengenai Kasus Century. Inilah kesempatan saya untuk melihat langsung aksi mahasiswa di Makassar yang terkenal keras dan anarkis. Hari pertama aksi berpusat di daerah kampus, semisal di pintu I Kampus UNHAS dan di depan UMI. Jalanan macet dari dan ke Kota Makassar, terutama di sekitar flyover, karena dekat dengan kampus UMI. Sayang, saya tidak melihat secara langsung aksi HMI di Jalan Alaudin dan di flyover hari berikutnya karena teman saya sedang sibuk di kampusnya. Tentunya tidak mengecewakan, karena aksi ini yang paling rusuh dan menarik perhatian televisi, seakan ada perang besar yang dapat seketika melumpuhkan Makassar.&lt;/p&gt; &lt;div id="attachment_96343" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/photo-0468.jpg"&gt;&lt;img class="size-medium wp-image-96343" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/photo-0468-300x225.jpg" alt="Mahasiswa UMI berdemo" width="300" height="225" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Mahasiswa UMI berdemo&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Satu hal yang saya anggap menarik, ketika mahasiswa UNHAS beraksi di depan pintu I Kampus UNHAS, saya yang kebetulan sedang mengelilingi kampus UNHAS, melihat mahasiswa di dalamnya beraktivitas seperti biasa seakan tidak ada apa-apa. Apa mungkin karena terbiasa dengan aksi demo?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari teman, saya pun mengetahui bahwa kaderisasi mahasiswa di Makassar sangatlah bagus. Doktrin-doktrin organisasi ditancapkan kuat ke dalam kepala para mahasiswa baru. Pengkaderannya pun bahkan bersifat militeristik, sesuai dengan karakter orang Makassar yang keras. Tak heran bila sering terjadi kericuhan di setiap aksi atau tawuran antar kampus.&lt;/p&gt; &lt;div id="attachment_96345" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/photo-0475.jpg"&gt;&lt;img class="size-medium wp-image-96345" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/photo-0475-300x225.jpg" alt="Aksi!" width="300" height="225" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Aksi!&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-6823882101298488563?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/6823882101298488563/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2010/03/jalan-jalan-ke-makassar-iii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/6823882101298488563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/6823882101298488563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2010/03/jalan-jalan-ke-makassar-iii.html' title='Jalan-Jalan Ke Makassar III'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-2288338741561425207</id><published>2010-03-27T05:59:00.001+07:00</published><updated>2010-03-27T05:59:58.407+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aku suka jalan-jalan'/><title type='text'>Susahnya Nonton 21 di Makassar</title><content type='html'>&lt;p&gt;Selama berada di Makassar, salah satu tempat paling sering kami kunjungi adalah bioskop 21, selain tempat makan tentunya. Setiap ada waktu luang, kami sempatkan untuk menonton film apa saja, bahkan film Indonesia yang bekualitas lebih rendah dari film jaman keterpurukan film nasional tahun 90-an, Raped By Satan (Diperkosa Setan).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk film yang satu ini, sebenarnya saya sama sekali tidak tertarik. Pertama, karena film horor Indonesia tidak ada yang becus. Kedua, dari judulnya saja sudah dapat dipastikan film ini tidak becus. Tapi karena tinggal film itu saja yang belum kami tonton, terpaksa, daripada keluyuran gak jelas. Dan ternyata, aih, lebih parah dari dugaan saya! Ini film terburuk yang pernah saya tonton! Dan lucunya, ada anak-anak sekitar SD-SMP berbondong-bondong menonton film ini. Fiuh..&lt;/p&gt; &lt;p&gt;MaRI merupakan tempat favorit teman saya untuk menonton di 21, karena mallnya asik untut ditongkrongin sebelum menonton film. Namun tempat terbaik, menurutnya, adalah 21 Mall Panakukkang, dan tempat terjelek adalah 21 M’Tos, karena filmnya sering mendadak mati.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Okelah kalau begitu, saya pun lebih memilih tempat terbaik. Tapi, ternyata tidak sesuai harapan. Di tengah film, tiba-tiba ruang bioskop menjadi gelap: filmnya mati mendadak dan ini terjadi hingga 3-4 kali. Tak ingin mengulang kejadian serupa, teman saya mengajak ke 21 MaRI. Namun sama saja. Apa semua bioskop di Makassar seperti ini?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain gangguan teknis seperti itu, saya pernah mendapati menonton film bersama para penonton yang norak. Saya yakin mereka mahasiswa, dari cara mereka bicara dan penampilannya, sayangnya. Saat itu kami sedang menonton film Wolfman. Dalam satu scene, sang pemeran wanita dan pria sedang berada di pinggir danau dan berdiri agak berdekatan. Tiba-tiba dari atas terdengan teriakan, “Ciee….!”, “Hajaaarr!”, dan “Cium, cium!”. Sungguh sangat mengganggu. Tak hanya sekali, tapi di setiap adegan yang kira-kira bisa berakhir dengan ciuman atau pelukan. Gak bisa liat orang seneng, po?&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-2288338741561425207?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/2288338741561425207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2010/03/susahnya-nonton-21-di-makassar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/2288338741561425207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/2288338741561425207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2010/03/susahnya-nonton-21-di-makassar.html' title='Susahnya Nonton 21 di Makassar'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-7228761313827961440</id><published>2010-03-27T05:58:00.001+07:00</published><updated>2010-03-27T05:58:39.939+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aku suka jalan-jalan'/><title type='text'>Bima Tanahku</title><content type='html'>&lt;div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: left;"&gt;Postingan saya kali ini berupa foto-foto yang diambil secara paksa dari berbagai sumber. Kali ini saya ingin memperkenalkan kepada kompasianer tanah saya, Bima. Meski pun darah saya bukan sebenarnya Bima, namun hati saya tetap di sini :p. Selamat menikmati!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="mceTemp mceIEcenter"&gt; &lt;div id="attachment_100964" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/4147_79968118846_77206038846_1755342_8105533_n.jpg"&gt;&lt;img class="size-full wp-image-100964" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/4147_79968118846_77206038846_1755342_8105533_n.jpg" alt="Uma Lengge, rumah tradisional Bima jaman dulu." width="500" height="332" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Uma Lengge, rumah tradisional Bima jaman dulu.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;div id="attachment_100963" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/4147_79968113846_77206038846_1755341_5334400_n.jpg"&gt;&lt;img class="size-full wp-image-100963" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/4147_79968113846_77206038846_1755341_5334400_n.jpg" alt="Salah satu pantai di Bima" width="500" height="332" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Salah satu pantai di Bima, Pantai Wawo.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;div id="attachment_100966" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/4147_79968123846_77206038846_1755343_2508934_n.jpg"&gt;&lt;img class="size-full wp-image-100966" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/4147_79968123846_77206038846_1755343_2508934_n.jpg" alt="Idahnya Pantai Sape yang tak terurus." width="500" height="375" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Idahnya Pantai Sape yang tak terurus.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;div id="attachment_100967" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/4219_77213538846_77206038846_1715564_7511058_n.jpg"&gt;&lt;img class="size-full wp-image-100967" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/4219_77213538846_77206038846_1715564_7511058_n.jpg" alt="Asi Mbojo, istana Kesultanan Bima." width="500" height="332" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Asi Mbojo, istana Kesultanan Bima.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;div id="attachment_100968" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/4219_77213543846_77206038846_1715565_7536239_n.jpg"&gt;&lt;img class="size-full wp-image-100968" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/4219_77213543846_77206038846_1715565_7536239_n.jpg" alt="Pacuan kuda." width="500" height="332" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Pacuan kuda.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;div id="attachment_100969" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/4728_82464063846_77206038846_1793757_2273127_n.jpg"&gt;&lt;img class="size-full wp-image-100969" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/4728_82464063846_77206038846_1793757_2273127_n.jpg" alt="Benhur. Kendaraan tradisional Bima. Nama Benhur ini diperkirakan dari bahasa Belanda." width="500" height="333" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Benhur. Kendaraan tradisional Bima. Nama Benhur ini diperkirakan dari bahasa Belanda.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;div id="attachment_100979" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/4728_82626673846_77206038846_1796737_5071508_n.jpg"&gt;&lt;img class="size-full wp-image-100979" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/4728_82626673846_77206038846_1796737_5071508_n.jpg" alt="Pantai Lawata di Teluk Bima." width="500" height="333" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Pantai Lawata di Teluk Bima.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;div id="attachment_100981" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/6611_1076014233409_1617820936_30285592_5945454_s.jpg"&gt;&lt;img class="size-full wp-image-100981" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/6611_1076014233409_1617820936_30285592_5945454_s.jpg" alt="Pulau Sangiang." width="500" height="375" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Pulau Sangiang.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;div id="attachment_100982" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/campa2.jpg"&gt;&lt;img class="size-full wp-image-100982" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/campa2.jpg" alt="" width="400" height="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Sungai di Campa.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;div id="attachment_100983" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/kalaki.jpg"&gt;&lt;img class="size-full wp-image-100983" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/kalaki.jpg" alt="Salah satu sudut Pantai Kalaki" width="400" height="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Salah satu sudut Pantai Kalaki&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;div id="attachment_100984" class="wp-caption aligncenter" style="width: 458px;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/moti-1.jpg"&gt;&lt;img class="size-full wp-image-100984" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/moti-1.jpg" alt="Senja di Pantai Ama Hami, di pintu masuk Kota Bima" width="448" height="336" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Senja di Pantai Ama Hami, di pintu masuk Kota Bima&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;div id="attachment_100985" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/sant7.jpg"&gt;&lt;img class="size-full wp-image-100985" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/sant7.jpg" alt="Salah satu sudut Pulau Satonda yang fenomenal" width="500" height="375" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Salah satu sudut Pulau Satonda yang fenomenal&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;div id="attachment_100987" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/soromandi5.jpg"&gt;&lt;img class="size-full wp-image-100987" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/soromandi5.jpg" alt="Pemandangan dari Gunung Soromandi" width="400" height="268" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Pemandangan dari Gunung Soromandi&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;div id="attachment_100992" class="wp-caption aligncenter" style="width: 463px;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/6819_1152441288321_1146303523_30410052_5589903_n.jpg"&gt;&lt;img class="size-full wp-image-100992" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/6819_1152441288321_1146303523_30410052_5589903_n.jpg" alt="Rimpu, pakaian tradisional Bima yang hampir terlupakan." width="453" height="604" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Rimpu, pakaian tradisional Bima yang hampir terlupakan.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;div id="attachment_100993" class="wp-caption aligncenter" style="width: 463px;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/6819_1152441328322_1146303523_30410053_675572_n.jpg"&gt;&lt;img class="size-full wp-image-100993" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/6819_1152441328322_1146303523_30410053_675572_n.jpg" alt="Bawang, salah satu komoditi perdagangan Bima." width="453" height="604" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Bawang, salah satu komoditi perdagangan Bima.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;div id="attachment_100995" class="wp-caption aligncenter" style="width: 463px;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/7433_1203871985984_1504151538_30555426_1961035_n.jpg"&gt;&lt;img class="size-full wp-image-100995" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/7433_1203871985984_1504151538_30555426_1961035_n.jpg" alt="Gantao. Salah satu seni beladiri Bima." width="453" height="604" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Gantao. Salah satu seni beladiri Bima.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-7228761313827961440?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/7228761313827961440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2010/03/bima-tanahku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/7228761313827961440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/7228761313827961440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2010/03/bima-tanahku.html' title='Bima Tanahku'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-6240431928511442167</id><published>2010-03-27T05:56:00.000+07:00</published><updated>2010-03-27T05:57:22.121+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='otak-otakku mengerang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mahasiswa tak maha'/><title type='text'>Manusia: Trial And Error Allah SWT?</title><content type='html'>&lt;p&gt;Mari sejenak cabut pikiran Anda tentang manusia purba dan menggunakan jalan pikiran saya. Untuk itu, saya akan bercerita mengenai jalan pikiran saya tentang makhluk yang satu ini. Mengenai judul di atas, saya juga menggunakan pengetahuan agama yang sangat terbatas yang saya miliki. Saya harap ada yang mampu memberi penjelasan dan tolong jangan hina saya karena kebodohan saya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;*****&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada awalnya, dengan mindset ketuhanan yang saya miliki, saya menganggap manusia purba hanyalah monyet-monyet jaman dulu yang kemudian punah, seperti dinosaurus, mamoth, sabretooth, dan lainnya. Tak mungkin ada manusia, karena manusia pertama adalah Adam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seiring waktu, pandangan saya berubah. Saya yakini bahwa manusia purba adalah benar-benar manusia, dan mereka purba. Dari buku-buku sains dikatakan bahwa mereka bisa membuat gambar, mencari makanan, dan lain sebagainya. Tak ada monyet yang seperti itu, saya yakin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain itu, dari ayat alQuran yang saya tahu (entah ayat berapa, surat apa),  pada saat Allah SWT berencana Nabi Adam, para malaikat meragukan niat Sang Khalik. Mereka beranggapan manusia hanya akan membuat kerusakan di bumi. Dari mana para malaikat ini tahu? Apakah Allah telah memberitahu sebelumnya? Atau mereka tahu sendiri?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saya mengambil kemungkinan kedua, para malaikat telah tahu hal itu. Tapi bukankah yang bisa melihat masa depan hanya Allah semata? Bagaimana mereka tahu?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian saya berkesimpulan (dengan pikiran pendek saya), malaikat tahu karena sebelumnya memang ada manusia. Manusia sebelum Adam. Manusia yang belum sempurna, dengan berbagai macam “kekurangan” fisik dan mentalnya. Namun di sini saya terbentur oleh sebuah pertanyaan, “Apakah mungkin Allah, dalam menciptakan manusia hingga menjadi sempurna seperti ini, melakukan trial and error?”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;*****&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tulisan ini tidak bermaksud untuk berfilsafat a la anak HMI. Ini hanyalah curahan pikiran saya di mana saya sedang mencari jalan agar (seharusnya) sains dan agama jalan beriringan (oh ya, saya sama sekali belum pernah bersentuhan dengan karya-karya Harun Yahya), seperti yang ditanamkan oleh orang tua saya sedari kecil. Saya theis dan berusaha tidak menjadi deis atau bahkan atheis.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-6240431928511442167?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/6240431928511442167/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2010/03/manusia-trial-and-error-allah-swt.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/6240431928511442167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/6240431928511442167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2010/03/manusia-trial-and-error-allah-swt.html' title='Manusia: Trial And Error Allah SWT?'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-6325969327946271763</id><published>2010-03-27T05:55:00.001+07:00</published><updated>2010-03-27T05:55:51.297+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aku suka jalan-jalan'/><title type='text'>Backpacking Ke Lombok</title><content type='html'>&lt;p&gt;Siapa yang masih tak kenal Lombok? Sejak beberapa tahun belakangan, Lombok semakin rajin wara-wiri di televisi dan berbagai macam media informasi lainnya. Lombok pun dikenal sebagai–sebagaimana yang ditulis oleh media dan pengurus Bandara Selaparang, Lombok–The Sister of Bali, adik dari Pulau Bali. Tidak salah memang. Keindahannya tidak kalah dari Pulau Bali yang namanya telah melanglang buana ke seluruh dunia. Dari sisi budaya pun, Lombok pun hampir mirip Bali. Hal ini dikarenakan Lombok pernah menjadi daerah kekuasaan kerajaan Bali. Kaum Hindu Bali pun menempati urutan kedua terbanyak setelah Suku Sasak yang beragama Islam. Bila Anda telah mengunjungi Bali, tidak ada salahnya sekali-kali ber-backpacking ria ke Pulau Lombok. Dijamin tidak akan rugi!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bila Anda dari Jogja, biaya transportasi ke Lombok tidaklah terlalu mahal. Cukup sediakan 150 ribu untuk berangkat ke Lombok. Dari Stasiun Lempuyangan, datanglah jam 07.00 pagi untuk mendapatkan kereta ekonomi Sri Tanjung yang menuju ke Banyuwangi hanya dengan duit 35 ribu. Perjalanannya memang cukup lama, sekitar 15-16 jam. Namun dijamin Anda akan mendapatkan tempat duduk, karena kereta ke Banyuwangi memang berangkat dari Jogja. Jangan lupa menyiapkan air mineral ukuran besar dan, setidaknya, makanan sendiri, karena perjalanan yang panjang dan tentunya harga makanan dan minuman selama perjalanan lebih mahal dari pada di luar. Oh ya, carilah teman mengobrol selama perjalanan bila Anda sendirian. Duduk mlongo sendirian di kereta selama 15-16 jam tentunya tidak menyenangkan, bukan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekitar jam 11.30 malam, Anda akan tiba di statiun terakhir di Ketapang, Banyuwangi. Bila ingin berleha-leha dulu, silahkan. Dan lebih baik Anda makan terlebih dahulu, karena Anda akan tiba di Bali pada pagi hari. Namun jangan sampai tergoda ojek untuk mengantarkan Anda ke pelabuhan. Jarak stasiun dan Pelabuhan Ketapang hanya sekitar 100 meter. Cukup dengan berjalan kaki sebentar Anda akan tiba di depan peron pembelian tiket. Tiket ferry penyeberangan Ketapang-Gilimanuk hanya 5 ribu dengan waktu tempuh kurang dari 1 jam. Jangan sampai tertidur bila tidak ingin rugi waktu. Takutnya Anda akan dibawa balik ke Ketapang kemudian ke Gilimanuk lagi, seperti yang dialami teman saya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nah, masuk Pulau Bali, siapkan KTP, SIM, KTM, atau uang 5 ribu. Semenjak kejadian bom Bali, setiap orang yang masuk ke Pulau Bali diperiksa identitasnya. Bila tidak mempunyai tanda pengenal, siapkan saja uang 5 ribu, agar Anda lolos dari pemeriksaan. Selain itu jangan membawa binatang atau pun barang berbahaya. Teman saya pernah sampai disuruh balik karena ketahuan membawa ayam hutan ketika memasuki Pulau Bali. Untungnya teman saya bersikap sopan dan kooperatif serta mengaku tidak tahu dengan peraturan tersebut sehingga diloloskan oleh petugas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selepas dari pos pemeriksaan, Anda akan mendapati terminal bus. Stand by 24 jam, sehingga Anda tidak perlu ketakutan terlantar di pelabuhan pagi buta. Bus-bus colt ini siap mengantarkan Anda ke pelabuhan di ujung timur Pulau Bali, Pelabuhan Padang Bai. Cukup membayar 37 ribu, Anda boleh tidur untuk melepas lelah selama di kereta. Waktu tempuh Gilimanuk-Padang Bai cukup lama, sekitar 5-6 jam. Lumayan, bukan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setiba di Pelabuhan Padang Bai sekitar jam 08.00 pagi, berhati-hatilah terhadap para pengangkut barang dan para penjual buah-buahan. Para pengangkut barang ini akan asal angkut tanpa persetujuan terlebih dahulu dari pemilik. Para penjual buah-buahan pun, menurut ibu saya, lumayan ganas. Bila Anda mencoba contoh buah yang dibagikannya, itu berarti Anda telah setuju untuk membeli. Saya sendiri belum pernah mencoba, karena sudah parno duluan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagi Anda yang muslim, di Pelabuhan Padang Bai terdapat sebuah mushollah dan warung makan muslim yang berdiri bersebelahan. Lebih baik Anda sholat dan makan terlebih dahulu sebelum melanjutkan perjalanan ke Pulau Lombok yang memakan waktu 4-5 jam, tergantung keadaan laut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk tiket ferry ke Pelabuhan Lembar, Lombok, Anda perlu mengeluarkan uang 35 ribu dan Anda sekalian bisa bergabung dengan para backpacker asing yang biasanya melanjutkan perjalan ke Lombok setelah puas berlibur di Bali. Karena perjalanan yang lumayan lama, ABK biasanya menyewakan kamar mereka untuk ditempati para penumpang. Namun harga sewa lumayan mahal, 40-60 ribu per kamar yang berkapasitas hingga 5 orang. Bila Anda beruntung, Anda akan mendapatkan kapal ferry yang telah menyediakan kasur di pinggir dek dan tentunya lebih murah. Namun bila Anda tidak ingin mengeluarkan duit sepeser pun di sini, cukup tiduran dimana saja, karena ‘teman’ Anda lebih banyak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekitar jam 02.00 siang, bila Anda berangkat jam 09.00 pagi dari Padang Bai, Anda akan tiba di Pulau Lombok, The Sister of Bali, Pulau Seribu Masjid. Pelabuhan Lembar, pintu masuk Pulau lombok di sebelah barat, secara administratif terletak di Kabupaten Lombok Barat. Untuk mencapai pusat kota Lombok, Kota Mataram, Anda bisa menaiki minibus untuk segera berangkat ke Mataram. Biayanya 15 ribu dan Anda akan tiba di Terminal Mandalika, Mataram. Dari sini, Anda boleh pilih kendaraan yang akan mengantarkan ke penginapan, bemo atau taksi. Untuk bemo, 3 ribu sekali jalan dan taksi sekitar 25 ribu ke atas. Mau irit atau cepat, tergantung Anda. Namun sebaiknya, untuk kali pertama, saya sarankan untuk menggunakan taksi, karena jalur bemo yang berangkat dari terminal tak mencakup semua jalan di Mataram. Selain itu, dengan taksi, resiko kesasar lebih sedikit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;*****&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Rincian biaya Jogja-Lombok:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kereta ekonomi Jogja-Banyuwangi: Rp. 35.000,-&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ferry Ketapang-Gilimanuk: Rp. 5.000,-&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bus Gilimanuk-Padang Bai: Rp. 36.000,-&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ferry Padang Bai-Lembar: Rp. 35.000,-&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Minibus Lembar-Mandalika: Rp. 15.000,-&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bemo: Rp. 3.000,-&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Total: Rp. 129.000,-&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Catatan: Untuk transport, bila ada kenaikan, dipastikan tidak terlalu jauh dari angka yang saya terangkan di atas. Pada bulan September 2009, total biaya transportasi yang saya keluarkan hanya Rp. 110.000,-. Semoga Anda tertarik ke Pulau Lombok!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;*****&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Gallery foto Lombok &lt;/strong&gt;(source: &lt;a title="Lombok Sumbawa Photo Club - Facebook Group" href="http://www.facebook.com/group.php?v=wall&amp;amp;gid=133141535556"&gt;Lombok Sumbawa Photo Club&lt;/a&gt;)&lt;/p&gt; &lt;div id="attachment_103326" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/24039_103631773007888_100000831961684_56393_6703612_n1.jpg"&gt;&lt;img class="size-full wp-image-103326" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/24039_103631773007888_100000831961684_56393_6703612_n1.jpg" alt="Gunung Rinjani" width="500" height="375" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Gunung Rinjani&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;div id="attachment_103320" class="wp-caption aligncenter" style="width: 414px;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/air-terjun-benang-kelambu-lombok-tengah.jpg"&gt;&lt;img class="size-full wp-image-103320 " src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/air-terjun-benang-kelambu-lombok-tengah.jpg" alt="Ari Terjun Benang Kelambu, Lombok Tengah" width="404" height="604" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Ari Terjun Benang Kelambu, Lombok Tengah&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;div id="attachment_103321" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/danau-segara-anakan.jpg"&gt;&lt;img class="size-full wp-image-103321" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/danau-segara-anakan.jpg" alt="Danau Segara Anakan, Gunung Rinjani" width="500" height="375" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Danau Segara Anakan, Gunung Rinjani&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;div id="attachment_103322" class="wp-caption aligncenter" style="width: 411px;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/kuta-lombok.jpg"&gt;&lt;img class="size-full wp-image-103322" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/kuta-lombok.jpg" alt="Kuta tidak hanya di Bali. Ini dia Kuta Lombok, Lombok Tengah" width="401" height="604" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Kuta tidak hanya di Bali. Ini dia Kuta Lombok, Lombok Tengah&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;div id="attachment_103323" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/pantai-sekotong.jpg"&gt;&lt;img class="size-full wp-image-103323" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/pantai-sekotong.jpg" alt="Pantai Sekotong" width="500" height="312" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Pantai Sekotong&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;div id="attachment_103324" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/ampenan.jpg"&gt;&lt;img class="size-full wp-image-103324" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/ampenan.jpg" alt="Salah satu sudut Kota Ampenan (salah satu dari 3 kota di Kota Mataram)" width="500" height="332" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Salah satu sudut Kota Ampenan (salah satu dari 3 kota di Kota Mataram)&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;div id="attachment_103325" class="wp-caption aligncenter" style="width: 412px;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/gendang-beleq-2.jpg"&gt;&lt;img class="size-full wp-image-103325" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/gendang-beleq-2.jpg" alt="Gendang Beleq, kesenian tradisional Suku Sasak, Lombok" width="402" height="604" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Gendang Beleq, kesenian tradisional Suku Sasak, Lombok&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-6325969327946271763?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/6325969327946271763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2010/03/backpacking-ke-lombok.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/6325969327946271763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/6325969327946271763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2010/03/backpacking-ke-lombok.html' title='Backpacking Ke Lombok'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-4669085580081822882</id><published>2010-03-18T04:01:00.001+07:00</published><updated>2010-03-27T06:02:15.970+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aku suka jalan-jalan'/><title type='text'>Jalan-Jalan Ke Makassar II</title><content type='html'>&lt;div id="attachment_96303" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/spm_a0185.jpg"&gt;&lt;img class="size-medium wp-image-96303" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/spm_a0185-300x225.jpg" alt="Anjungan Pantai Losari" width="300" height="225" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Anjungan Pantai Losari&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Yang tak bisa dilewatkan oleh pelancong di Makassar adalah ke Pantai Losari yang sangat tersohor. Namun kali ini saya benar-benar kecewa. Yang indahbukanlah pantainya, tetapi anjungan yang dihiasi tulisan Pantai Losari dengan huruf besar. Tetapi karena Pantai Losari merupakan salah satu landmark Kota Makassar, tidak ada salahnya bila berfoto di sini, sekedar mengabadikan dan menulis di udara Pantai Losari, “I was here”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hari berikutnya kami pergi ke Museum Balla Lompoa, Gowa, bangunan rekonstruksi Istana Gowa. Balla Lompoa merupakan sebuah rumah panggung yang sangat, sangat tinggi. Sungguh tidak habis pikir, jika memang ini bangunan rekonstruksi sesuai aslinya, orang jaman dulu memang sangat hebat! Bayangkan saja, tiang rumahnya saja kira-kira lebih dari 4 meter dengan panjang dan lebar yang sangat luas. Saya hanya bisa memandang takjub bangunan ini. Namun yang menggelitik adalah halaman dan pagarnya, sangat tidak terawat. Rumput liat di sana-sini, sudah setinggi orang dewasa. Pagarnya pun ada yang ambrol. Teman saya hanya bisa ber-husnudzon, “Mungkin sedang direnovasi”. Amien.&lt;/p&gt; &lt;div id="attachment_96237" class="wp-caption alignright" style="width: 310px;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/spm_a0191.jpg"&gt;&lt;img class="size-medium wp-image-96237" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/spm_a0191-300x225.jpg" alt="Di depan Balla Lompoa" width="300" height="225" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Di depan Balla Lompoa&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Tidak cukup berkeliling ke tempat itu saja, kami pun kembali lagi ke Kota Makassar. Tujuan kami saat ini Fort Rotterdam. Asiknya masuk benteng peninggalan Belanda ini adalah kita tidak perlu membayar tiket masuk. Kecuali bila kita ingin masuk ke dalam museumnya cukup bayar Rp. 3000 untuk orang dewasa dan Rp. 2000 untuk anak-anak. Sayangnya saya tidak termasuk dalam kelompok kedua.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Fort Rotterdam merupakan benteng peninggalan Belanda pertama yang pernah saya masuki. Bangunan ini sungguh sangat jauh dari kesan kelam dan menyeramkan seperti Lawang Sewu. Di dalam lingkungan benteng, taman-taman teratur rapi dan beberapa orang menggelar semacam rapat di bawah pohon. Sangat menentramkan.&lt;/p&gt; &lt;div id="attachment_96310" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/photo-0437.jpg"&gt;&lt;img class="size-medium wp-image-96310" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/photo-0437-300x225.jpg" alt="Taman di dalam Fort Rotterdam. Asri." width="300" height="225" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Taman di dalam Fort Rotterdam. Asri.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Saat melihat-lihat koridor bangunan, tanpa sengaja kami berdiam di depan loket museum. Tak ingin malu hanya lihat-lihat saja, akhirnya kami membeli tiket dan masuk ke dalam museum. Sayang sekali tak seperti yang saya bayangkan. Isinya jauh dari sejarah mengenai benteng, tapi mengenai Sulawesi. Di lantai 1 kami disuguhi berbagai jenis kapal dan kayu pembuat kapal serta berbagai macam alat transportasi di jaman dulu. Di lantai 2 kami mendapati alat bercocok tanam, bertenun, serta pakaian dan tempat upacara adat. Selain itu, ada juga koleksi baju adat se-Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tak lupa pula teman saya mengajak berkeliling Kota Makassar. Benar-benar kota yang terus membangun. Saya menganggapnya sebagai kota yang ingin mengkukuhkan dirinya sebagai kota pusat Indonesia bagian timur. Gedung-gedung tinggi yang sangat jarang saya lihat di Jogja membuat saya takjub, namun pantas, karena Jogja bukanlah kota perdagangan atau semacamnya, hanya kota wisata dan pelajar. Gedung tertinggi yang saya lihat adalah Gedung Bosowa di dekat Karebosi. Selain itu ada Wisma Kalla di Jalan Ratulangi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai mahasiswa, berkeliling kampus-kampus di Makassar adalah sesuatu yang menarik, dan kampus UNHASlah yang sangat menurut saya sangat menarik. Kampus ini mendiami lahan yang sangat luas dan sejuk. Setiap fakultas mendiami blok tersendiri dan terpisah agak jauh dari kampus fakultas lainnya. Lahan-lahan kosong diisi dengan pepohonan atau lapangan olahraga. Juga ada danau di pintu I UNHAS. Setiap saya lewat sana, baik siang atau malam, selalu saja ada orang yang memancing. Kesempatan bisnis, tuh! Hoho&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain UNHAS, saya pun diajak masuk ke kampus I UNM. Sayang sekali, kampus ini tidak terawat. Bagian belakangnya kotor, banyak tanaman liar dan bangunan yang telah hancur teronggok begitu saja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kampus UMI, kampus yang pernah diserang polisi beberapa tahun lalu, tampaknya tak berani kami masuki. Di sini para mahasiswa &lt;em&gt;rewa&lt;/em&gt; (sok, berandal) berkumpul. Mahasiswanya keras. Memang lebih baik jika kami hindari.&lt;/p&gt; &lt;div id="attachment_96322" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/photo-0445.jpg"&gt;&lt;img class="size-medium wp-image-96322" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/photo-0445-300x225.jpg" alt="Bagian depan halaman Karebosi Link, Lapangan Karebosi." width="300" height="225" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Bagian depan halaman Karebosi Link, Lapangan Karebosi.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Salah satu landmark Kota Makassar lainnya adalah Lapangan Karebosi. Uniknya, di bawah lapangan ini terdapat sebuah mall, Karebosi Link yang bisa tembus ke MTC di seberang jalan. Gak ada di Jogja! Hahaha&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di Makassar pun terdapat banyak mall, ada MTC (Makassar Trade Center), Karebosi Link, M’Tos (Makassar Town Square), MaRI (Mall Ratu Indah), dan Mall Panakukkan. Selain mall, tempat prostitusi pun ada. Ini kedua kalinya saya ke tempat lokalisasi seperti ini. Pertama adalah Pasar Kembang, Jogja. Lokalisasi di Makassar berada di Jalan Nusantara, tepat di seberang pelabuhan Makassar. Wajar bila tempat ini sangat ramai dan terkesan mewah, beda jauh dengan Sarkem.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-4669085580081822882?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/4669085580081822882/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2010/03/jala-jalan-ke-makassar-ii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/4669085580081822882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/4669085580081822882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2010/03/jala-jalan-ke-makassar-ii.html' title='Jalan-Jalan Ke Makassar II'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-5144828956409217829</id><published>2010-03-18T04:00:00.001+07:00</published><updated>2010-03-18T04:00:57.799+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aku suka jalan-jalan'/><title type='text'>Jalan-Jalan Ke Makassar I</title><content type='html'>&lt;p&gt;Akhir Februari lalu, tepatnya pada hari Maulid Nabi, dengan keterpaksaan dan rasa senang yang bercampur aduk, akhirnya saya menginjakkan kaki di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Berkat kemurahan hati seorang sahabat, niat saya untuk mengelilingi Indonesia dimulai dengan lompatan kecil ke Makassar. Sungguh suatu berkah yang tak terduga, dengan kondisi ekonomi mahasiswa yang serba kecukupan (cukup untuk makan dan minum), jalan-jalan merupakan prioritas kesekian.&lt;/p&gt; &lt;div id="attachment_96233" class="wp-caption alignleft" style="width: 235px;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/photo-0387.jpg"&gt;&lt;img class="size-medium wp-image-96233" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/photo-0387-225x300.jpg" alt="Replika kapal Pinisi di dalam terminal Bandara Sultan Hasanuddin" width="225" height="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Replika kapal Pinisi di dalam terminal Bandara Sultan Hasanuddin&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Setiba di bandara, saya dijemput oleh Doni, sahabat karib semasa SMA, dan langsung meluncur ke kota. Dalam benak saya, bayangan bahwa Makassar kota besar adalah dengan adanya sebuah jalan flyover yang sering dijadikan titik demo mahasiswa Makassar yang sering saya lihat di televisi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Melewati daerah Daya (dibaca: dayak), Doni mengatakan bahwa inilah kota Makassar. Kontan saya terkejut. Apakah benar pusat kota Indonesia bagian timur hanya sebesar ini? Sesaat saya terkejut dan kecewa. Bila benar, kota ini tak lebih besar dari kota asal saya, Bima. Namun segera kekecawaan saya menghilang ketika teman saya mengajak masuk kota Makassar yang sesungguhnya. Dan itu dia, flyover yang sering saya lihat di televisi!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Acara pertama kami adalah merasakan konro bakar. Doni langsung mengajak ke tempat makan konro bakar terbaik di Makassar. Hanya menunggu 10 menit, sajian konro bakar terhidang di atas meja. Wow! Sungguh menggugah selera. Untung saja saya tidak mempunyai pantangan dalam mengkonsumsi makanan, daging lezat seperti ini tentunya sayang sekali untuk dilewatkan. Makanan dengan menu daging ternyata memang khasnya orang Makassar.&lt;/p&gt; &lt;div id="attachment_96295" class="wp-caption alignright" style="width: 310px;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/photo-0392.jpg"&gt;&lt;img class="size-medium wp-image-96295" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/photo-0392-300x225.jpg" alt="Coto Paraikatte" width="300" height="225" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Coto Paraikatte&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Selain menikmati konro bakar, saya pun diajak ke warung coto yang terkanal, Coto Paraikatte.  Sungguh, sungguh sangat nikmat. Selain itu ada satu lagi makanan khasnya, mirip-mirip coto namun kuahnya agak lebih encer, sop sodara di Jalan Veteran Utara. Warungnya tidak mempunyai nama dan tempatnya menyeramkan, bersebelahan dengan toko penjual perlengkapan jenazah. Namun hal itu tidak mengurangi minat saya menyantap sop sodara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pak Haji, pemilik warung tersebut, menurut Doni, adalah orang yang sangat moody. Maksudnya, kapan dia mood, warung kecilnya ini buka. Kalau tidak, siap-siap aja kecewa mendapati warung ini tutup. Meski pun ini warung kecil, namun pelayanannya benar-benar kelas satu. Air di gelas kita baru habis setengahnya, sang pelayan akan langsung mengisinya kembali. Kuah sop sodara kita sudah habis, bisa minta tambah, gratis, tanpa daging tambahan juga, tentunya. Warungnya sangat ramai, wajar saja Pak Haji (entah siapa nama aslinya) bisa menunaikan ibadah haji cuma dengan modal warung kecilnya ini. Salut!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain makanan khas Makassar, saya pun mencoba makanan khas Palopo, kapurung dan dange. Kapurung adalah makanan dari sagu yang dicampur dengan sayur asem dan udang kecil. Doni mengatakan ini adalah makanan terenak yang pernah dimakannya. Kebetulan selera kami tak jauh beda, saya pun mantab ingin mencoba. Namun ternyata saya sedang dikerjai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Meskipun saya tidak pilih-pilih makanan, tapi saya anti dengan sayur asem. Kapurung semakin terasa menyeramkan ketika saya mencoba memakan sagunya. Ternyata lidahku benar-benar tidak cocok dengan makanan ini! Akhirnya saya hanya menghabiskan udangnya saja. Namun tidak cukup sampai di situ, kembali saya dikerjai untuk makan dange. Makanan yang berbentuk persegi panjang berwarna putih kering ini terbuat dari olahan usus sapi yang di bla bla bla. Saya tidak terlalu memperhatikan penjelasan teman saya. Otak saya terpaku untuk menghilangkan rasa asing di lidah, hambar. Satu kesimpulan: kapurung dan dange tidak cocok dengan lidah saya!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wisata kuliner pun berlanjut ke warung roti canai khas India. Saya menyesal diajak ke sini. Saya ketagihan dengan roti canai. Sejak saya sampai di Jogja, saya mencari-cari tempat makan roti canai, namun sampai sekarang saya belum menemukannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Roti canai menurut saya seperti serabi tipis, namun lebih kering. Cara menyantapnya pun beda, dicocol dengan kuah kare. Tidak puas dengan roti canai, saya pun mencoba roti pelanta. Entah seperti apa, tapi lebih enak karena ada campuran mentega dan gula dibanding roti canai yang lebih hambar. Namun bila anda mencari kenyang, roti canailah pilihannya. Seperti sekumpulan mahasiswa Malaysia yang duduk di seberang kami, memesan roti canai setumpuk untuk dimakan berempat. Wow, perut mereka memang sudah terbiasa dengan roti mungkin ya. Roti canai bagi kami berdua hanyalah sekedar cemilan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada roti canai, ada pula teh tarik. Awalnya saya pikir teh tarik hanya teh biasa yang berwarna coklat. Saya pun penasaran. Eh, ternyata teh tarik, di lidah saya, adalah campuran teh dan susu coklat. “Oalah, dasar bego. Kalau seperti ini, nenek saya juga pernah bikin, cuma saya aja yang g mau nyoba. Apa mungkin nenek saya keturunan orang India?” tanya saya dalam hati.&lt;/p&gt; &lt;div id="attachment_96297" class="wp-caption alignleft" style="width: 235px;"&gt;&lt;a href="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/photo-0397.jpg"&gt;&lt;img class="size-medium wp-image-96297" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2010/03/photo-0397-225x300.jpg" alt="Daftar menu Lae-Lae" width="225" height="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="wp-caption-text"&gt;Daftar menu Lae-Lae&lt;/p&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Satu hal yang membuat saya geleng-geleng kepala, harga makanan di Makassar, di semua tempat yang diajakin Doni, sungguh sangat di luar batas kewajaran dompet mahasiswa. Bagi mahasiswa Jogja seperti saya, Rp. 7000 untuk satu porsi dengan minum sudah cukup. Untuk yang lebih mahal lagi, mentok-mentoknya Rp. 15000. Di Makassar, harga segitu jarang saya temukan. Mungkin karena teman saya memang loyal atau apa, yang jelas saya cuma bisa geleng-geleng. Coontohnya ketika kami makan ikan di warung Lae-Lae. Wah, bila saja saya kuliah di Makassar, warung ini masuk dalam daftar teratas yang sangat saya hindari. Mencekik!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oh ya, satu hal yang menarik di Makassar, setiap kita memesan makanan, kita pasti langsung disuguhi air es. Beda dengan di Jogja yang minuman “wajar”nya adalah air putih biasa. Hmmm, mungkin disesuaikan dengan cuaca Makassar yang panas, pikirku.&lt;br /&gt;*******&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-5144828956409217829?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/5144828956409217829/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2010/03/jalan-jalan-ke-makassar-i.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/5144828956409217829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/5144828956409217829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2010/03/jalan-jalan-ke-makassar-i.html' title='Jalan-Jalan Ke Makassar I'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-310213788392835807</id><published>2010-03-05T01:00:00.000+07:00</published><updated>2010-03-06T13:00:38.255+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gw bilang ini puisi'/><title type='text'>Maaf Aku Menjadi Anakmu</title><content type='html'>"Ya! Sudah seharusnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku menangis.&lt;br /&gt;pulang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-310213788392835807?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/310213788392835807/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2010/03/maaf-aku-menjadi-anakmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/310213788392835807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/310213788392835807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2010/03/maaf-aku-menjadi-anakmu.html' title='Maaf Aku Menjadi Anakmu'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-1025141650862070389</id><published>2010-02-25T00:12:00.001+07:00</published><updated>2010-02-25T00:12:35.372+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gw bilang ini puisi'/><title type='text'>Mati</title><content type='html'>di hari gelap aku memanggil Tuhan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-1025141650862070389?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/1025141650862070389/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2010/02/mati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/1025141650862070389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/1025141650862070389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2010/02/mati.html' title='Mati'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-5865878897940279110</id><published>2010-02-23T04:26:00.002+07:00</published><updated>2010-02-23T04:26:56.072+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gw bilang ini puisi'/><title type='text'>Kirana, Kirana</title><content type='html'>seketika menyergap&lt;br /&gt;seperti hancurkan dayuan dedaun.&lt;br /&gt;berkali dan mengali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebuah renjana&lt;br /&gt;seperti kesengajaan semesta.&lt;br /&gt;sesak. bukan sekali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-5865878897940279110?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/5865878897940279110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2010/02/kirana-kirana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/5865878897940279110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/5865878897940279110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2010/02/kirana-kirana.html' title='Kirana, Kirana'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-8056628224330653979</id><published>2010-02-18T00:10:00.005+07:00</published><updated>2010-02-21T04:13:57.240+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mahasiswa tak maha'/><title type='text'>Dua Ribu Delapan Blak-blakan! (In Words: Part I)</title><content type='html'>"Kami memang jahat. Kami memang parah. Kami juga tak punya belas kasih. Tapi kami adalah keluarga".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kalimat yang terlontar ketika aku bertemu enam mata dengan orang tua RBG seminggu yang lalu. Berlebihan, mungkin. Setidaknya aku mencoba memberikan sebuah dukungan yang kuanggap perlu. Orang tua RBG takut anaknya akan dikucilkan di kampus sejak kejadian itu merebak. Bahkan orang tua RBG meminta agar teman-teman cewek tidak diberitahu tentang masalah ini. Tapi sudah terlanjur dan sebaiknya jujur saja bahwa teman sekelas sudah tahu serta meyakinkan mereka bahwa masalah ini tidak akan menyebar, "karena kami keluarga dan akan saling menjaga", alibiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika masalah RBG mulai meredup, muncullah satu massage yang sedikit membuat terenyuh. Si Mbah mungkin akan berhenti kuliah karena bapaknya yang sakit-sakitan tidak sanggup lagi membiayai hidup Si Mbah selama di Jogja. Tak perlu waktu lama, hampir semua bergerak mencari solusi untuk membantunya. Dia boleh menyebalkan, tapi dia juga tetep teman kami, saudara kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila saja dicermati setiap orang di kelas, mungkin tak ada yang mengira kalau kami bisa begitu peduli satu sama lain. Tapi memang suatu kewajaran, anggota kelas cuma 15 orang, mau tak mau kami harus saling perhatian. &lt;a href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=133212311950"&gt;Kaum minoritas tak selalu kompak&lt;/a&gt;? Tidak! Ketidakkompakan yang terasa saat semester dua menurutku terjadi karena banyaknya intrik-intrik tak jelas pada saat itu. (Intrik apa, aku juga sudah lupa). Buktinya, kami tetap bisa menghasilkan baju kelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persis yang Hasby bilang, kekompakan itu sendiri sebenarnya telah ada dalam alam bawah sadar masing-masing orang dalam kelas. Didiskusikan, dibicarakan, ditelaah bagaimanapun tak akan ketemu titik ujungnya, karena sebenarnya kita semua sudah kompak. Cuma alam sadar kita saja yang belum merasa atau pun mengakuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah kekompakan untuk saat ini dan seterusnya tidak usah lagi dipermasalahkan. Kami sudah dan memang harus kompak. Kejadian-kejadian belakangan ini bukan hanya menjelaskan bahwa kami masih punya sisi kemanusiaan di belakang sisi gelap kami, tapi juga kekompakan yang sempat diributkan tidak akan pernah hilang dari kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* &lt;small&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Judul &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;Review Tahun Pertama Di UNY&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; tidak digunakan karena tidak lagi relevan. &lt;/span&gt;&lt;/small&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-8056628224330653979?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/8056628224330653979/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2010/02/dua-ribu-delapan-blak-blakan-in-words.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/8056628224330653979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/8056628224330653979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2010/02/dua-ribu-delapan-blak-blakan-in-words.html' title='Dua Ribu Delapan Blak-blakan! (In Words: Part I)'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-5781260401937411888</id><published>2010-02-14T21:43:00.000+07:00</published><updated>2010-02-15T22:59:47.709+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sesungguhnya hidup itu indah'/><title type='text'>Mendelik Cahaya Terang</title><content type='html'>Sudah sebulan sejak aku berhenti mengisi catatanku. Terakhir adalah Welcoming Autumn yang merupakan curhatku yang bener-bener tidak mutu. Bahkan banyak yang mengira aku cengeng dan berharap kembali lagi. Padahal tidak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomong-ngomong, hari ini adalah hari valentine sekaligus Tahun Baru Imlek. Sungguh suatu kebetulan yang mungkin tak banyak orang yang menunggu. Kecuali pacarku tentunya, yang berharap dapet banyak angpao dan cokelat. Ugh, silver queen aja ya! Hoho.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untukku, tanggal 14 Februari bukanlah hari yang kutunggu dan membuatku berdebar. Tak ada pengaruhnya bagiku, aku tak peduli. Tanggal 9 April. Itulah hari yang kutunggu. Hari yang benar-benar membuatku berdebar dan berpikir, kapan aku akan mati? Terlalu lama aku hidup, meski pun kenyataannya terlalu sedikit yang aku dapatkan dan menjaganya. Belum ada sesuatu yang mampu kubanggakan selain dosaku. Seandainya saja ada pegadaian dosa, seluruh hartaku (yang kudapat dari orang tua) mungkin tak akan cukup menutupi hutang pahala. Seandainya ada tawar-menawar dosa, jual-beli dosa, aku rela meski akhirnya yang kupunya hanya sehelai kain penutup auratku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang aku punya hanyalah niat. Yang aku punya hanyalah kemauan. Yang kutak punya adalah kemampuan untuk bergerak dan menghindar dari segala dosa, meraih janji-janji surga dari Tuhan yang selalu dibela ummatNya (apakah Tuhan perlu dibela?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang terpikir Tuhan belum memberikan sebuah hidayah untukku melangkah menuju cahaya terang. Namun buku suciku berkata, Dia tidak akan merubah suatu kaum hingga kaum itu merubah dirinya sendiri. Betapa sulitnya. Aku tak mempunyai dorongan lebih selain harus dari diriku sendiri. Bahkan diriku sendiri hanya selalu mengingkari niat-niat baik yang terbersit sesaat (ah, 5 menit lagi dan 5 menit lagi dan 5 menit lagi dan akhirya tidak terlaksana).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sadar. Jujur, aku sadar. Aku tidak akan berubah, semua orang tidak akan berubah, tanpa kemauan dan sebuah gebrakan besar dari dirinya sendiri untuk menembus tembok penghalang kemajuan. Hanya saja, apa yang harus terjadi agar aku sadar?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-5781260401937411888?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/5781260401937411888/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2010/02/mendelik-cahaya-terang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/5781260401937411888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/5781260401937411888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2010/02/mendelik-cahaya-terang.html' title='Mendelik Cahaya Terang'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-667836590535997321</id><published>2010-01-13T03:23:00.006+07:00</published><updated>2010-01-13T05:06:59.337+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sesungguhnya hidup itu indah'/><title type='text'>Welcoming Autumn: A Reflection of Me</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FPnTIhS5enY/S0zcgYEwAMI/AAAAAAAAACg/TQB6EvbJMkc/s1600-h/500_days.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 259px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FPnTIhS5enY/S0zcgYEwAMI/AAAAAAAAACg/TQB6EvbJMkc/s400/500_days.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425954099850903746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;It's not a movie review.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;****&lt;br /&gt;&lt;a href="http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/12/welcoming-autumn.html"&gt;Welcoming Autumn&lt;/a&gt; adalah sebuah tulisan yang kuanggap puisi yang merupakan refleksi dari kehidupanku dan kisah yang dialami Tom dalam film &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/%28500%29_Days_of_Summer"&gt;(500) Days of Summer&lt;/a&gt;. Gumpalan kekecewaan dan sakit hati serta kesadaran bahwa segala sesuatu sering kali tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan dan bayangkan, namun bukan berarti kita harus tetap merangkak sambil sesekali menengok kembali jejak yang ditorehkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kala cinta memabukkan rasa, adalah hal wajar bila semua pikiran kita menunjuk dirinya adalah segalanya, satu-satunya. Terkungkung dalam satu pemahaman kerdil dengan jarak pandang sebesar gumpalan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan bermaksud untuk mengecikan peran cinta dalam kehidupan. Namun di kala segala sesuatu harus berakhir, itu adalah tanda bahwa kita harus melihat ke dunia luar dan segera mencari sesuatu yang baru. Hidup dalam kerangkeng masa lalu tak akan memberi arti apa pun, hidup dan jarum jam terus berlalu dan berlari tak pernah ke belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Welcoming Autumn adalah sebuah curahan hati untuk membiarkan semua sesak terlepas ketika kusadar bahwa satu fase hidupku terangkum dalam film (500) Days of Summer. Aku memikirkan kembali bekas jejakku dalam tahun-tahun terbelakang. Betapa semua kuanggap pencarian telah berakhir, inilah dia! Namun setelah sakit yang kualami, aku makin dewasa. Tak pernah ada akhir hingga nafas terakhir. Dan sungguh benar kata temanku, "rasa sakit adalah proses pendewasaan diri". Benar pula bila kuyakini bahwa ternyata diriku tak pernah masuk ke dalam dirinya, hanya selembar kisah lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya memang sedih dan menyakitkan. Semua tidak semudah yang dibayangkan, tak pernah akan menjadi mudah. Namun hidup terus berjalan, bukan? Aku yakini diriku inilah proses yang harus kulewati; sakit, masalah, kesedihan, bahkan kegembiraan dan kebahagiaan adalah proses menjadi dewasa. Bagaimana cara kita menyikapinya merupakan cerminan kita di masa mendatang, menjadi cengeng atau tetap tersenyum teguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam (500) Days of Summer, Tom bertemu lagi dengan Summer yang telah meninggalkannya. Berhari-hari sudah Tom dalam kekecewaan dan kekacauan yang dibuatnya sendiri, tak pernah bisa menerima kenyataan yang bertentangan dengan imanjinasinya. Hingga suatu hari bertemu Summer di suatu tempat, segala mengalir lancar seperti biasa sampai-sampai dia berpikir, "I'll get Summer again" yang ternyata tak pernah ia dapatkan: Summer akan menikah dengan orang lain! Hanya perih dan sakit?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski Summer bisa dianggap kejam karena tak pernah menanggapi hati seorang Tom, namun Summer-lah yang akhirnya merubah hidup seorang Tom. Selalu memberi semangat hingga pertemuan terakhirnya dan membuat Tom mengejar kembali cita-citanya menjadi arsitek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit banyak, aku dan Tom merasakan hal yang sama. Namun hidup tak harus terkungkung dalam masa lalu. Masa lalu adalah jalan kita untuk menjadi dewasa, masa depanlah yang harus kita kejar hingga memeluh sekalipun. Menangis karena ditinggal kekasih cukuplah hanya sehari saja. Kekecewaan adalah pemacu untuk menjadi lebih baik. Sometimes you win, sometimes you learn.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"do not know how many days&lt;br /&gt;but now I'm trying to catch my Autumn by the way"&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;i&gt;&lt;small&gt;silahkan comment sepuasnya.&lt;br /&gt;kalau-kalau ada yang ge-er, maaf saja ya!&lt;/small&gt;&lt;/i&gt;  ^__^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-667836590535997321?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/667836590535997321/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2010/01/welcoming-autumn-reflection-of-me.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/667836590535997321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/667836590535997321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2010/01/welcoming-autumn-reflection-of-me.html' title='Welcoming Autumn: A Reflection of Me'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FPnTIhS5enY/S0zcgYEwAMI/AAAAAAAAACg/TQB6EvbJMkc/s72-c/500_days.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-5122198225882381091</id><published>2010-01-11T00:04:00.006+07:00</published><updated>2010-01-11T00:20:50.348+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tak bisa tanpa musik'/><title type='text'>Queen Rhapsody</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FPnTIhS5enY/S0oLPW4zCJI/AAAAAAAAACY/XhK2DOk8_S0/s1600-h/queen.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 355px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FPnTIhS5enY/S0oLPW4zCJI/AAAAAAAAACY/XhK2DOk8_S0/s400/queen.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425161059590932626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Queen Rhapsody adalah salah satu frasa yang kubikin karena begitu ngefansnya sama Queen. Entah apa arti sebenarnya. Dari yang aku tahu, artinya kegembiraan secara berlebih-lebihan terhadap Queen. Mungkin saja benar itu artinya, tapi itulah yang kualami saat ini, benar-benar mencintai Queen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali mengenal Queen ketika SD, mendengar lagu We Are The Champion yang sangat terkenal dan sering kali diputar di setiap acara olahraga. Naik SMP, aku mengenal Love Of My Life, lagu yang begitu mendayu dan menyayat hati. Ketika SMA, tambah dua lagi. Pertama, I Want To Break Free yang dicover oleh Dewa 19 dengan rocknya. Padahal lagu ini aslinya tidak begitu keras seperti yang dibawakan Dewa 19, bahkan banyak yang menuding lagu ini yang menghancurkan Queen di AS. Tapi inilah lagu yang membuatku terpacu mencari tahu mengenai Queen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, lagu fenomenal dan terbaik sepanjang zaman, Bohemian Rhapsody. Sampai sekarang aku belum terlalu mengerti isi dari lagu ini. Tapi tak masalah, karena musiknya adalah yang terbaik. Nuansa rock opera begitu terasa, sungguh cerdas dan terasa banget, seperti kata Ahmad Dhani, &lt;i&gt;fine art&lt;/i&gt;-nya. Siapa lagi yang bisa memadukan unsur opera yang kental seperti ini dengan balutan rock yang sangat keras? Sungguh mengagumkan, dentingan piano dan suara opera yang khas dari Freddi Mercury, cakaran rock dan melody terbaik sepanjang masa dari Brian May, hantaman dan dentuman punk dari Roger Taylor, serta cabikan bass yang sangat khas Queen dari John Deacon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menyukai, bahkan cinta mati sama Queen karena band idolaku, Dewa 19, juga sangat ngfans sama beliau-beliau. Berawal dari situlah, kumulai mencari tahu mengenai Queen dan mencari-cari lagu mereka. Terlebih lagi sejak aku kuliah, dengan kebebasan informasi serta mempunyai gadget sendiri, kecintaan berlebih kepada Queen dimulai dari sini. Semua lagu mereka kudengarkan satu-satu. Dari Seven Seas of Rhye di album pertama, hingga April Lady di albun In Nuce yang rilis 14 tahun lalu. Hingga saat ini, lagu Queen yang kupunya baru mencapai 150an lagu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar bahwa "I'm Going Slightly Mad" about Queen, terciptalah frasa Queen Rhapsody. Bukan hal yang besar memang, namun sangat kubanggakan. Bahkan drive D dalam laptopku pun kunamai Queen Rhapsody, sebuah tribute tak biasa dan tak berarti bagi Queen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai Dewa 19, coba dengarkan melody lagu Kosong yang sangat mirip dengan Save Me dari Queen. Dari Dewa 19 sendiri, yang masih terasa banget influencenya dari Queen adalah Andra. Melodynya bisa dibilang hampir mirip dengan style Brian May. Dengarkan juga lagu Jalan Kita Masih Panjang yang merupakan tribute to Queen dari Dewa 19, sedikit mirip dengan yang Queen bawakan walau pun nuansa Dewa 19 sendiri tidak mereka tinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FPnTIhS5enY/S0oKMl7AwRI/AAAAAAAAACI/qk9fnONYSi4/s1600-h/queen_band1231249699.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 400px; height: 398px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FPnTIhS5enY/S0oKMl7AwRI/AAAAAAAAACI/qk9fnONYSi4/s400/queen_band1231249699.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5425159912575516946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;small&gt;Siapa yang tak mengenal gambar yang sangat &lt;i&gt;iconic&lt;/i&gt; ini?&lt;/small&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Queen sendiri bukanlah band yang tidak terkena pengaruh dari band lain. Mereka sangat mengidolai The Beatles, band yang terkenal secara worldwide yang juga dari Inggris. Nuansa The Beatles sendiri masih bisa dirasakan lewat piano Freddi Mercury. Bahkan Queen pun menciptakan lagu khusus untuk mendiang John Lennon ketika beliau meninggal dengan judul Life Is Real (Song For Lennon). Lagu ini benar-benar The Beatles dengan sedikit Queen, terutama pianonya yang sangat mirip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Queen juga terdiri dari para vokalis handal. Seluruh personelnya mempunyai suara-suara yang khas dan memberi warna dalam choir yang selalu ada dalam setiap lagu Queen. Choir mereka yang terbaik dapat dinikmati dalam lagu Somebody To Love serta Bohemian Rhapsody. Mereka juga bergantian saling bersolo ria dalam lagu The Invincible Man. Hampir tidak ada batasan siapa yang menjadi vokalis, meskipun Mercury-lah yang didapuk. Lagu '39 dan Drowse dibawakan Brian May, dan masih banyak yang lainnya. Setiap album mereka, setidaknya setiap personel menjadi solo dalam satu lagu. Mungkin ini juga yang mendasari Ahmad Dhani ikutan jadi vokalis di Dewa 19.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memadukan kecerdasan, kepiawian bermusik, dan &lt;i&gt;fine art&lt;/i&gt; merupakan kelebihan Queen. Saat ini, untuk kecerdasan bermusik, aku menempatkan Muse (lagi-lagi dari Inggris) di peringkat teratas. Namun, menurutku, mereka belum bisa mencapai sebuah mahaseni yang mampu menggoyahkan Queen dari peringkat pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, Queen bukanlah band terkenal yang mampu meledak di pasaran dunia. Salah satu alasannya adalah ketidakmampuan mereka menaklukkan Amerika dan hanya mampu mencengkeram Eropa dan Asia. Kekurangan? Aku rasa itu lebih karena mereka terlalu idealis. Tentunya tak bisa dipungkiri, sebagai fans berat The Beatles, Queen pun ingin mengglobal layaknya idola mereka, namun mereka juga tak bisa melepas idealitas dan orisinalitas musiknya. Buatku, apapun alasan dan kekurangannya, musikalitas Queen adalah yang terbaik dengan kecerdasan dan kemahaindahannya yang tersendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-5122198225882381091?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/5122198225882381091/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2010/01/queen-rhapsody.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/5122198225882381091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/5122198225882381091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2010/01/queen-rhapsody.html' title='Queen Rhapsody'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FPnTIhS5enY/S0oLPW4zCJI/AAAAAAAAACY/XhK2DOk8_S0/s72-c/queen.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-6745140088991724233</id><published>2010-01-09T01:54:00.003+07:00</published><updated>2010-02-18T00:18:56.993+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mahasiswa tak maha'/><title type='text'>Review Tahun Pertama Di UNY (Part 3)</title><content type='html'>&lt;i&gt;gajah mati meninggalkan gading&lt;br /&gt;manusia mati meninggalkan nama&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir tepat satu setengah tahun bersama di Ilmu Sejarah UNY, banyak kejadian unik, lucu, dan mengesalkan. Salah satunya adalah saling ngece. Dari bentuk fisik hingga kelakuan bisa menjadi bahan olokan, yang benar jadi salah, apalagi yang salah, jadi bahan caci maki. Siap mental, siapkan serangan balik. Jangan sampai menjadi pecundang! Hahaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sartika&lt;/b&gt; a.k.a Tante II (sudah tidak digunakan) a.k.a Kanjeng Mami a.k.a Ibu Menteri Keuangan a.k.a Bu RT (terbaru)&lt;br /&gt;Inilah orang yang paling cerewet dan paling menyebalkan di kelas, terutama bila berhubungan dengan duit. Selain itu, orangnya juga terlihat sok otoriter. Tidak salah bila temen-temen menamainya "Kanjeng Mami" dan "Ibu Menteri Keuangan". Awalnya aku memberinya julukan Tante II, namun ternyata kurang populer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Adnan Rafsanjani&lt;/b&gt; a.k.a Gatot a.k.a Kanjeng Syekh a.k.a Kuda Bloon a.k.a Pak RT (terbaru)&lt;br /&gt;Nama panggilannya di kelas adalah Gatot. Entah bagaimana asal muasalnya, dari Adnan Rafsanjani menjadi Gatot. Mungkin diperlukan penilitian mendalam untuk hal ini. Akhir-akhir ini dia menamakan dirinya Syekh. Duh, gempar! Ini anak 'kan suka minum dan terkenal lumayan cabul. Apa dasar? Beberapa hari belakangan gelar Syekh-nya pun ditambah oleh anak-anak menjadi Kanjeng Syekh. Terasa familiar? Yup! Pemberian nama baru ini berkaitan erat dengan julukan orang di paragraf atas.&lt;br /&gt;Tambahan: mempunyai penyakit hipertensi, resiko terkana stroke dan kematian sangat tinggi, sangat suka timun, serta seorang hydrophobia (takut terhadap air) dan cynophobia (takut terhadap anjing).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Damar&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tidak mempunyai nama samaran, kecuali nama ece-ecean, buDIANduk. Orangnya baik, menjadi kreditor bagi anak kos. Tapi sayang, tak tahan diolok. Begitu nama buDIANduk terlontar, raut mukanya berubah drastis, bahkan walau pun sebelumnya telah dengan puas terbahak mengolok orang lain. Sabar, Nak. Kita melatih mental di kelas ini. Hohoho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dian&lt;/b&gt; a.k.a buDIANduk&lt;br /&gt;Julukan ini rasanya sampai sekarang tidak diketahui oleh yang bersangkutan. Berawal dari lelucon Denny, "Dian itu nama tengah. nama panjangnya, buDIANduk!". Digosipkan saling mempunyai rasa dengan Damar dan menjadi sebuah nama yang tabu bagi Damar. Tampaknya (tampaknya, lho!) Damar tidak suka dengan lelucon ini, padahal Dian sendiri sering tersipu malu bila dikait-kaitkan dengannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Denny&lt;/b&gt; a.k.a Biawak Borneo&lt;br /&gt;Tidak mempunyai nama samaran. Suka kentut di sembarang tempat, tapi lama kelamaan kami terbiasa dengan tidak enak hati. Gokil dan easy going. Menjadi salah satu bigos di kelas, partner terbaik. Hahaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Amanda&lt;/b&gt; a.k.a Kak Ros&lt;br /&gt;"Jangan mengacau. Awas anjing galak!" pantas disematkan didadanya, peringatan dini agar tidak terjadi hal yang sangat tidak diinginkan. Cewek tergalak di kelas. Cocoknya jadi cowok, karena lumayan jago ngece. Tapi mempunyai satu kebiasaan jelek, plagiat! Aku jadi korban. Dua kali, lagi! Selain itu gemar menggunakan kata "kopet!" (dasar kodok Borneo).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Reko Pambudi&lt;/b&gt; a.k.a Si Mbah&lt;br /&gt;Entah bagaimana asalnya, mungkin karena mukanya yang tua (kelahiran September 1990. Sekedar mengingatkan), mungkin juga saking ngfansnya ama alm. Mbah Surip. Cerita unik, ternyata si sangar ini mempunyai sisi humanitas juga. Ketika alm. Mbah Surip diberitakan meninggal tengah tahun lalu, dia juga ikutan menangis. Wow!&lt;br /&gt;Menjadi bahan olokan sekelas dari jaman semester 1. Terkadang teman-teman mengatakan, "Dia bukan siapa, tapi apa". Anaknya asik. Tapi aku tidak suka sama sifatnya yang lain di bibir, lain di hati. Di mulut bilang "tak apa", ternyata di dalamnya sakit hati. Selain itu, omongannya sering tidak dijaga, atau lebih tepatnya, ngomong tanpa pernah mikir. Contoh korbannya adalah Manda dan tak perlu dijelaskan lagi, karena semuanya sudah tahu. Oh ya, sekarang rasanya dia agak menjauh dari kami ("menjauhlah dari peradaban", kata Gatot. "pergi sana", tambahku).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Qoyum&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kesanku ketika pertama kali bertemu dengannya sangat baik. Orangnya alim dan polos. Namun, semua itu hanya "kedok". bagi teman-teman yang ikut konferensi Kaliurang 2008, pasti tahu apa yang kumaskud. Hahahaha. Tapi yang tak bisa dihilangkan adalah sifatnya yang ringan tangan. Dimintai tolong apa saja, insya Allah akan dibantu. Dan, inilah, ketua himpunan mahasiswa kami (traktir lagi, dong ^__^)!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;RBG Nurcahyo&lt;/b&gt; a.k.a Si Komo a.k.a Babi Bunting&lt;br /&gt;Dulu kita sering memanggilnya Si Komo, tapi sekarang lebih sering memanggilnya RBG atau G saja. Orangnya aneh, sering keluyuran terpisah dari teman sekelas. Entahlah, untuk anak satu ini, gw no comment, dah.&lt;br /&gt;Tambahan (dari Denny):  Julukan di atas tidak usah dijelaskan, kalian sudah tahu sendiri sejarahnya. Idiot, ngomongnya gak jelas (mungkin itu logat/aksen dari planetnya. who knows?), dan selebihnya seperti yg dijelaskan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Hasby&lt;/b&gt; a.k.a Bebek&lt;br /&gt;"Aku nyusul, ya!" merupakan trademarknya. Jangan sekali-kali menggunakan kata ini, karena akan dikenai pasal penyalahgunaan hak cipta seseorang. Bisa-bisa kalian dituntut dengan UU Perdagangan dan UU ITE. Anak ini jarang banget ngikut kegiatan teman sekelas. Hmmm, bukan jarang ya, mungkin malah gak pernah. Kita mengerti dia memang mungkin banyak kegiatan di tempat lain, tapi setidaknya sekali-kali ikutlah kegiatan kita. Oh ya, selain itu, anak ini juga lumayan susah ngomong ketika sedang presentasi, padahal anaknya lumayan cerdas. Setiap dia mulai ngomong, anak-anak cowok biasanya langsung ngomong, "Muter-muter dulu ya, Mas".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Sinta&lt;/b&gt; a.k.a Ribud&lt;br /&gt;Entah di mana dia sekarang, masih hidup atau hilang di telan malam, tidak ada yang tahu, semester ini sama sekali tidak nampak di kampus. Nama panggilan Ribud bukanlah nama asal-asalan, tapi memang nama aslinya. Bagaimana kisahnya, tidak ada yang tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dinda&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Alumni pesantren. Anaknya medok ngapak, apalagi kalau sedang duet dengan Suroto, bisa ngalahin Warteg Boyz tuh mereka. Doyan ama Letto, apalagi Noe Letto. Oh, okelah kalau begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Suroto&lt;/b&gt; a.k.a babi Bunting a.k.a Pak JK (Jidat Kinclong)&lt;br /&gt;Siluman babi, cukup sampai di situ. Duetnya bareng Dinda bisa dibilang paling manteb. Rapper Warteg Boyz pun gak ada apa-apanya dibanding mereka. Sayang, mereka gak punya niat meneruskan karier ke jenjang lebih tinggi lagi. Lagi pula, mereka berdua sampai sekarang belum berniat meresmikan duet mereka, sehingga kami hanya bisa menerka-nerka, sampai mana kerjasama duet ini berlanjut. Katanya, saat ini duet ini berjalan secara alami dulu, tanpa ada ikatan kontrak yang jelas dan hanya mengandalkan kepercayaan. Okelah kalau begitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Lativha&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;"Inilah biduan dangdut kita; Tivha Safira!". Tapi itu dulu, sejak si doi ngambek. Sekarang balik lagi menjadi Tivha, just Tivha. Sering dijodoh-jodohin dengan Mas Qoyum, tapi tidak direstui oleh pimpinan dangdut, Mas Gatot. Tampaknya Gatot ingin menduakan Tika. Parah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apridhan Arga Khairi&lt;/b&gt; a.k.a Buntal&lt;br /&gt;Julukan itu diberikan saat komentar di salah satu topik di fb. Saat Gatot bertanya apa itu buntal, Arga pun menjelaskan tanpa rasa ragu, padahal itu sama saja bunuh diri (bagi yg belum tahu, buntal adalah ikan yg bisa merubah ukuran badannya menjadi lebih besar dan bulat. Kita bisa melihatnya di kartun Spongebob Squarepants, Nyonya Puff, guru mengemudi Spongebob adalah ikan buntal). Orangnya asik, gak cepat marah, setia kawan (mungkin), dan saat pertama kali melihatnya banyak yg beranggapan kalau dia itu homo (menurut teman satu kontrakanku).&lt;br /&gt;(Bagian ini tambahan dari Denny di bagian komentar dan rasanya tak adil kalau aku tidak mencantumkan namaku di sini)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FPnTIhS5enY/S2HU72kZ-mI/AAAAAAAAACo/Gf0uTQBZDeE/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 116px; height: 116px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FPnTIhS5enY/S2HU72kZ-mI/AAAAAAAAACo/Gf0uTQBZDeE/s400/images.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431856750311111266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Perhatian&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;: berhati-hatilah berucap atau pun menyentuh sesuatu di kampus atau saat bareng teman kampus. RBG Syndrome, Qoyum Syndrome, Si Mbah Syndrome, dan Hasby Syndrome sedang melanda kelas kita. Untuk saat ini, syndrome-syndrome tersebut di atas belum dapat dipastikan apakah telah menyebar juga ke kelas lain. Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan bertanya. Malu bertanya, mampus aja loe! Terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;i&gt;&lt;small&gt;Tulisan ini dibuat sebelum&lt;/small&gt;&lt;/i&gt;&lt;small&gt; Go To Semarang.&lt;i&gt; Harap maklum apabila eceannya kurang lengkap. Namun tulisan ini insya Allah akan terus diperbaharui dan menerima masukan dari teman-teman.&lt;br /&gt;Last update on 12:47am, 29 Januari 2009&lt;/i&gt;&lt;/small&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-6745140088991724233?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/6745140088991724233/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2010/01/review-tahun-pertama-di-uny-part-3.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/6745140088991724233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/6745140088991724233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2010/01/review-tahun-pertama-di-uny-part-3.html' title='Review Tahun Pertama Di UNY (Part 3)'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FPnTIhS5enY/S2HU72kZ-mI/AAAAAAAAACo/Gf0uTQBZDeE/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-4262960718371500633</id><published>2009-12-21T04:16:00.002+07:00</published><updated>2010-02-18T00:26:01.953+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='otak-otakku mengerang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sesungguhnya hidup itu indah'/><title type='text'>Penat!</title><content type='html'>ngintipin MKK ama MKM, kemudian baca kompas.com. rasanya seperti beralih dari dunia fantasi ke dunia nyata. &lt;br /&gt;bagimu agamamu, bagiku agamaku. &lt;br /&gt;didebat seperti apa pun gak bakal nemuin ujungnya, semua orang hampir tidak ada yang objektif. &lt;br /&gt;sudah cukup dan tak usah diperpanjang, gw rasa g ada gunanya. &lt;br /&gt;Nabi SAW aja gak pernah ngusik keimanan pemeluk agama samawi lainnya, kog. &lt;br /&gt;acung tangan bagi yang setuju.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-4262960718371500633?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/4262960718371500633/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/12/penat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/4262960718371500633'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/4262960718371500633'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/12/penat.html' title='Penat!'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-3396194660667504180</id><published>2009-12-21T02:33:00.002+07:00</published><updated>2009-12-21T02:59:14.251+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sesungguhnya hidup itu indah'/><title type='text'>Bukan Ceritaku: Being A Secret Admirer</title><content type='html'>Ahay! Apa ini? Ternyata aku menjadi pemuja rahasia lagi. Eh, sempat hampir ketahuan, lho. Tapi akhirnya aku berhasil mengelak bak Sukhoi bekas Rusia yang masih aja mau dibeli sama Indonesia. Oh, oh. Sudah lama gak merasakan hal seperti ini lagi. Wkakaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali menjalani peran semacam ini sepertinya ketika aku kelas satu SMA, mengagumi kakak kelas 2. Ahahay! Berhasilkah aku menjeratnya? Hmmm, berhasil, dong. Tapi, menjalani peran seperti ini adalah sesuatu yang terseru karena inilah pertama dan terakhir kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu kebetulan teman baikku juga sedang mengalami hal yang sama persis denganku. Kita pun bersatu, bahu-membahu, saling bantu dan menyemangati. Hohoho. Kisah unik, lucu dan memalukan, yang tak akan terlupa buatku. Berbagai cara pun kami lakoni agar bisa mendekatkan diri padanya dan merengkuh serta menjeratnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pertama, selalu melihat sekeliling, siapa tahu dia sedang berada di bawah radar dan kita bisa diam-diam memperhatikannya. Kedua, cari tahu dia kelas berapa dan selalu siap dengan jadwal kelasnya yang sudah ditandai dengan stabilo (kebetulan jadwal kelas satu, dua, dan tiga satu lembar), siapa tahu kami punya kesempatan untuk (sekali lagi) diam-diam memperhatikannya. Ketiga, tetap cool, sok cuek, dan pasang tampang innocent, siapa tahu kita kepergok, pura-pura aja lagi ngelamunin apa atau pura-pura kita tidak memperhatikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara keempat dan sangat, sangat tidak direkomendasikan, cari infonya di BK. Kebetulan aku kenal dekat sama beliau-beliau karena: 1. aku suka pelajaran BK, karena gak belajar; 2. aku sering bergaul dengan beliau-beliau karena aku suka bolos, sehingga kami pun diijinkan untuk melihat data siswa yang berlabel "Top Secret" itu. Hoho. Walau pun cara ini berhasil bagi kami, tapi inilah cara yang menurutku sangat memalukan. Bagaimana tidak? Niatnya tetap menjadi secret admirer, eh tuh guru BK malah ember ke anaknya kalo kita suka sama dia. Ditambah lagi, kita jadi gossip di ruang guru. Alamak, batal deh niatku untuk tidak menonjolkan diri. Huft.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, dengan bantuan besar nan memalukan dari guru BK, kami pun bisa dekat dengan pujaan kami masing-masing (angkat topi dan kami ucapkan terima kasih kepada Ibu __ , Ibu __, dan Ibu __, aku lupa nama beliau-beliau). Hmmm, istilah anak jaman sekarang sih pdkt, kita dulu namanya ta'aruf. Wkwk. Inilah fase yang sangat mengasyikkan, karena setelahnya agak membosankan, membosankan, sangat membosankan, sampai taraf memuakkan hingga ingin muntah. Hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke masa sekarang, sekali lagi aku menjadi seorang pemuja rahasia. Mau tahu siapa? Hmph, gak jadi rahasia lagi, dong, kalau aku bilang. Sekarang jamannya fesbukan dan tidak ada lagi yang namanya seragam. Jadi, aku pun diam-diam memperhatikannya lewat facebook saja. Sudahlah, aku memandangmu dari sisi gelapku saja, sambil berdoa aku bisa merengkuhnya. Ahahay! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini waktunya berikhtiar, bertawakkal, berdoa, dan akhirnya: gotcha! Siapa tahu? Haha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;May be continued.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-3396194660667504180?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/3396194660667504180/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/12/bukan-ceritaku-being-secret-admirer.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/3396194660667504180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/3396194660667504180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/12/bukan-ceritaku-being-secret-admirer.html' title='Bukan Ceritaku: Being A Secret Admirer'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-1937344757476035971</id><published>2009-12-18T00:26:00.001+07:00</published><updated>2009-12-18T00:30:10.822+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gw bilang ini puisi'/><title type='text'>Let Alone</title><content type='html'>let's run with me chasing the dawn&lt;br /&gt;each step etched into the sand may be lost&lt;br /&gt;let alone, because we carve in our memories&lt;br /&gt;until then we are no longer together&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;let's laugh with me and also with the waves&lt;br /&gt;lost in the wind and finally groaned in the caves&lt;br /&gt;let alone, because my lips will never forget&lt;br /&gt;how beautiful my smile for you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wind said that yesterday was over&lt;br /&gt;cloud becomes yellow, a sign of tomorrow has arrived&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;talk, and I will hear you faithfully &lt;br /&gt;under the dim of dawn and the sea breeze&lt;br /&gt;let alone, because I love being with you&lt;br /&gt;because this is what I wanted for a long time&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;the waves were getting closer to us&lt;br /&gt;seasons have changed and continue to do so&lt;br /&gt;let alone, all the memories with you won't be lost&lt;br /&gt;my brain is still able to keep the memories&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wind said that a new day has begun&lt;br /&gt;the sky brightened, our journey has just begun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;i&gt;&lt;small&gt;semoga englishnya betul. wkwk&lt;/i&gt; ^__^&lt;/small&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-1937344757476035971?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/1937344757476035971/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/12/let-alone.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/1937344757476035971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/1937344757476035971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/12/let-alone.html' title='Let Alone'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-3973269656041541518</id><published>2009-12-15T05:11:00.006+07:00</published><updated>2010-01-18T04:40:44.946+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sesungguhnya hidup itu indah'/><title type='text'>Being Weird Without Pleidoi</title><content type='html'>Akhirnya aku bisa tidur malam lagi, walau pun lebih awal, jam 7 pm, dan bangun pada 2 am. Setidaknya aku bisa optimis jam tidurku kembali normal. Semenjak kuliah, jam tidurku berantakan dan jam tidur normal tak bisa bertahan lebih dari seminggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini lah yang membuatku dicap sebagai tukang tidur di kontrakanku. Dicap seperti ini rasanya tak adil buatku. Aku bukan tukang tidur, hanya saja jam tidurku berbeda dengan mereka. Saat kuterjaga, mereka tidur, dan begitu sebaliknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang ada yang ribut-ribut dengan kebiasaanku ini. Oh, apa urusanmu? Aku tetap bisa kuliah, hal terpenting yang harus kulakukan di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang kuutamakan, meski aku tidak mempunyai waktu tidur yang pasti, adalah kuliah. Sedapat mungkin aku harus berangkat kuliah meski belum tidur semalaman dan harus tidur siang sepulang kuliah hingga terjaga di malam hari dan menunggu pagi lagi dan kuliah lagi. Aku tukang tidur? Bukan! Hanya saja waktu siangku menjadi malam dan malam telah terlalu terang hingga menjadi siang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Percuma saja mengajukan pledoi. Setiap orang yang berbeda dari orang kebanyakan adalah aneh dan selamanya dicap sebagai orang aneh. Tak perlu mengacungkan jari tengah dan melawan dengan otot. Berbanggalah menjadi orang aneh, sesungguhnya betapa unik kehidupan orang aneh karena tak semua orang bisa melakukannya. Percayalah dan lakukanlah hal yang bisa membuat orang lain heran dan merasa malu: doing something positive, move forward!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-3973269656041541518?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/3973269656041541518/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/12/being-weird-no-pledoi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/3973269656041541518'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/3973269656041541518'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/12/being-weird-no-pledoi.html' title='Being Weird Without Pleidoi'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-4705224160170959988</id><published>2009-12-13T06:45:00.001+07:00</published><updated>2009-12-13T06:51:49.358+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sesungguhnya hidup itu indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aku suka jalan-jalan'/><title type='text'>About Last Night: Sepedaan Di Alkid</title><content type='html'>Seru banget naik sepeda 2 seat di alkid! Cuma 5 ribu perak per dua kali putaran. Untuk sepeda 3 seat, 10 ribu perak per 15 menit. Ayo, ayo, siapa yang mau? Oh, kog jadi jualan, ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya sih sama sekali g ada niat, bahkan rencana untuk ke alkid. Kita cuma lagi pengen nyari tempat yang sepi buat nongkrong. Namun saat makan di angkringan alkid, kita melihat banyak banget orang yang naik sepeda 2-3 seat (aku gak tahu apa nama sepeda jenis ini). Wah, kayaknya seru!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pun mencoba dan sempat keliling alkid. Wah, asik, asik! Duduk di seat belakang, bisa sambil facebookan dan kaki tetap ngayuh pedalnya. Awalnya agak gugup. Aneh banget. Seat belakang ada stangnya, tapi gak bisa dipake buat kemudi (ya iyalah!). Jadi harus percaya ama yang depan. Kita cuma tahu kayuh saja. Mau nabrak apa, tergantung yang depan. Agak tegang juga sih awalnya. Tapi setelahnya asik-asik aja. Malah keasikan, lho!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dua putaran, kami pun selesai. Pengen nambah lagi sih, tapi kayaknya duit kita pada gak cukup buat tambahin masa sewa. Lagi pada bokek sih kelihatannya ^__^. Lain waktu kita coba lagi! Aku ketagihan! Hahaha.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-4705224160170959988?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/4705224160170959988/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/12/about-last-night-sepedaan-di-alkid.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/4705224160170959988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/4705224160170959988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/12/about-last-night-sepedaan-di-alkid.html' title='About Last Night: Sepedaan Di Alkid'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-2773596898756315069</id><published>2009-12-12T01:58:00.006+07:00</published><updated>2009-12-12T02:45:01.428+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sesungguhnya hidup itu indah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tak bisa tanpa musik'/><title type='text'>Studio Musik Itu Adalah Kamp Konsentrasi, Kawan</title><content type='html'>Ah, malam yang menyenangkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 7 pm, aku disms sama temenku diajakin ngejam. Dengan segera (setelah menonton Angel's Diary dan mandi terlebih dahulu) aku ke tempat mereka untuk melanjutkan asa yang tertunda. Sudah lebih dari seminggu gak ngejam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bosan dengan tempat studio langganan yang soundnya kurang mantap, kami pun mencoba studio lain. Jam 10.30 pm tiba dengan selamat di studio yang sebelumnya sudah dipesan oleh Agri di daerah belakang Terminal Concat. "Wow! Ruangannya lebih besar dan rapi", kesan indah pertama yang akhirnya terkubur oleh semua kekecewaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu masuk, aku langsung menyentuh keyboard, mencoba membunyikan nada-nada tutsnya. "Tapi soundnya kog jelek banget ya?", gumamku. Roland, itu merknya. Jiah, g main-main, nih. Tapi kog suaranya jelek ya? Ting tong, kekecewaan pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iwank yang biasa jadi bassist (atau bassong?) tentunya langsung menyerbu bass. Ndut, ndut. Suaranya aneh! Dalam pendengaranku, suaranya seperti bass techno. Senanrnya pun aneh, kata Iwank. Ting tong, kekecewaan kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku juga mencoba drum, secara aku cuma bisa mukul dan gak mengenal nada. Duk, tak duk. Tom! Waduh, tomnya udah hancur, udah berlubang tapi masih saja ditambal pake lakban, suaranya jadi aneh! Begitu juga floor toomnya. Kupikir, mungkin jika kita bawain lagunya The Beatles dengan sound mirip asli di jaman 60an, mungkin inilah tom dan floor tom yang paling cocok. Oh ya, simbal-simbalnya pun tak bisa distel, pada longgar. Ting tong, kekecewaan ketiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agri dan Denny coba mainin gitar. Jreng jrong, soundnya hancur! Soundnya hancur banget, hancur! Grooooook, kekecewaan bertambah dan menyakitkan. Apakah mungkin ada band yang mau latihan di sini untuk kedua kalinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun sepakat mencoba bertanya apakah kami bisa main setengah shift saja. Ternyata tidak bisa, karena kami telah booking satu shift. Kalau pun mau setengah shift, tetap harus bayar penuh. Whoooaaaa! Dengan berat hati dan mood yang telah menguap, kami pun mencoba bermain dengan segenap jiwa dan raga. yah, mungkin buatku yang mukul drum ngejam malam ini tak terlalu mengecewakan, karena dalam pikiranku adalah, "tak perlu kualitas suara, yang penting aku mahir memukul lebih dulu". Tapi temen-temen yang lai tetap harus memaksakan untuk bermain selama dua jam penuh penyiksaan tersebut. Akhirnya Denny tak kuat dan menyerah, lebih baik bergelut dengan hape dan kekasihnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 11.30 pm di hapeku. Kapankah penyiksaan ini akan berakhir? Dan syukurlah, beberapa menit kemudian, bel pulang sekolah berdentang. Selama aku ngejam, baru kali ini aku begitu senang mengakhiri ngejam. Teman-teman pun begitu, semuanya ingin bersorak. Ya, kekecawaan terlalu mendalam dan menohok hingga ingin berteriak. Namun setidaknya, pedal drumnya masih dalam kondisi yang sangat bagus dan ini adalah salah satu kelebihannya meskipun tak akan bisa menghapus segala kekecewaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kami dapat menghirup udara segar. 2 jam penyiksaan batin adalah yang terberat. Aku pun berjanji tak akan lagi menyentuh studio ini, studio, eh apa nama studionya? Ah, tak perlulah namanya dimasukkan dalam otakku, tak penting. Sia-siain memory aja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, malam yang menyesakkan!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-2773596898756315069?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/2773596898756315069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/12/studio-musik-itu-adalah-kamp.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/2773596898756315069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/2773596898756315069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/12/studio-musik-itu-adalah-kamp.html' title='Studio Musik Itu Adalah Kamp Konsentrasi, Kawan'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-3161888552440408533</id><published>2009-12-12T01:48:00.002+07:00</published><updated>2009-12-12T01:56:04.372+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sesungguhnya hidup itu indah'/><title type='text'>Wanita Yang Tersenyum Padaku</title><content type='html'>Aku masih ingat kejadian setahun yang lalu, ketika aku nganterin temen nyari laptop, tapi sebelumnya mampir dulu ke atm. Nah, di atm, pas baru tiba, tiba-tiba ada cewek yang sedang ngantri atm noleh ke arahku lalu tersenyum. Aku sih cuek aja. ”Huh! Kagak mempan, Mbak! Aku bukan cowok gampangan”, dalam hati kubilang begitu. Tapi kepikiran juga, aku pernah kenal gak y ama cewek tadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tuh cewek perhatiin aku terus. Dari tampangnya yang cuma keliatan sebagian aja dari belakang, bokongnya, betisnya. Hmm, mungkin pernah kenal ya. “Betapa beruntungnya gw kalo pernah kenal ama cewek ini lalu dia duluan yang negur aku”, dalam hati berharap. Aku perhatiin terus. Dia terkadang nyuri-nyuri pandang, nglirik, hadap depan lagi, trus tersenyum sendiri. Waduh, aku makin salah tingkah, nih! Tapi aku tetep cuek bebek, euy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemudian, dia masuk atm, ngambil duit kayaknya (y iyalah, masak beli bebek?), lalu keluar lagi, melangkah ke arahku. Deg! G salah nih? Aku perhatiin dia terus, dia juga mandangin aku trus tersenyum. Tapi aku, dengan pandangan sok lugu dan tidak tahu apa-apa, sambil mengadu alis pertanda heran, g bales senyum dia. Dia jalan terus, terus, terus, ke arahku. Kira-kira semeter sebelum mencapai tempatku yang lagi duduk di atas motor, dia belok. “Lho, kemana, Mbak? Aku masi pengen dipandang dan disenyumi, lho!”. Kemudian dia naik motornya, lalu ngacir, sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai, kemana dikau? Penasaran sungguh diriku. Mengapa engkau tersenyum padaku? Adakah kau pernah menjabat tanganku dan menyebutkan namamu? Ataukah engkau pernah mengenalku dari orang yang menjadi temanku? Dalam hati yang berkecamuk, dan akhirnya aku sadar juga. Sapa tahu di belakangku ada orang lain. Eh, ternyata g ada orang. Berarti dia senyumin aku dong dari tadi. Eh, eh! Dengan kesadaran yang lebih tinggi lagi, kupikir mungkin aja senyumannya itu bukan senyum, tapi tawa yang ditahan karena g nahan liat tampangku, penampilanku, yang sangat jauh di bawah standar! Apa lagi aku cuma bawa Ducati Ijo, alias Astrea Grand warna Ijo keluaran ‘97 yang dapat dipastikan kalah telak bila saingan ama motornya yang Ducati beneran. Akhirnya dengan 100% sadar, kumengambil kesimpulan: kayaknya dia ngolok aku, deh. Ah, sudahlah, biarlah. Nasibku emg ud kayak gini. Tampang g pernah cukup, kantong g pernah g tipis. Nasib, nasib. Tapi aku selalu bahagia, lho, dengan diriku!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-3161888552440408533?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/3161888552440408533/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/12/wanita-yang-tersenyum-padaku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/3161888552440408533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/3161888552440408533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/12/wanita-yang-tersenyum-padaku.html' title='Wanita Yang Tersenyum Padaku'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-1870295820056328623</id><published>2009-12-11T06:23:00.000+07:00</published><updated>2009-12-11T06:24:13.090+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gw bilang ini puisi'/><title type='text'>Welcoming Autumn</title><content type='html'>when I think back about my life, I felt like Tom&lt;br /&gt;all did not go as I hoped&lt;br /&gt;I thought it would be the last&lt;br /&gt;I was dreaming too early&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I realized, finally, you have never felt me&lt;br /&gt;in your circle there is only you&lt;br /&gt;no one had ever entered&lt;br /&gt;and every time you wake up in the morning, I'm sure you convince yourself, "not him!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oh, how sad I had to sink&lt;br /&gt;sank with my sins&lt;br /&gt;all not be that easy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meet again, joking again&lt;br /&gt;nothing had changed in the way we see the two of us&lt;br /&gt;maybe I'm a little nervous, but you made it seem nothing changed&lt;br /&gt;and I dare say to myself, "I'll get Summer again"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;but it is never I got&lt;br /&gt;and I slumped again&lt;br /&gt;no pain no gain, but I only get pain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;at long last you have come to convince me that I could&lt;br /&gt;all my ambition would be achieved not just a dream&lt;br /&gt;and I must let you go, and it should also to forget&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;do not know how many days&lt;br /&gt;but now I'm trying to catch my Autumn&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-1870295820056328623?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/1870295820056328623/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/12/welcoming-autumn.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/1870295820056328623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/1870295820056328623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/12/welcoming-autumn.html' title='Welcoming Autumn'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-8523059118696735275</id><published>2009-12-11T03:29:00.000+07:00</published><updated>2009-12-11T03:30:11.700+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sesungguhnya hidup itu indah'/><title type='text'>Ada, Tapi bukan Orang Baru. Tak Akan Mungkin!</title><content type='html'>Ya, ya, ya. Aku ngaku, aku masih suka sama dia. Rasa yang dulu itu masih ada kog, cuma aku tak bisa mengakuinya. Bukan karena malu atau tidak suka, tapi lebih karena aku ingin melupakan rasa itu. Aku juga tak mau terlalu berharap, berandai-andai, karena akan terlalu menyakitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku telah belajar, dari diriku dan dari orang lain, pengalaman adalah guru terbaik, tergantung bagaimana kita menyikapinya. Dan untuk masalah seperti ini, aku lebih baik menunggu waktu yang tepat untuk kembali bergerak. Ada dua kondisi: dia berdiri bebas di sana dan hatiku yang mampu memberikanku dorongan. Tanpa itu, aku tak akan bergerak, karena aku tak akan mengambil jalan gegabah yang akan menyakiti hatiku sendiri. Kata orang, "Kamu tak akan tahu kalau kamu tidak bertindak". Benar! Tapi aku lakukan secara perlahan, tergantung bagaimana ceweknya. Menurutku, masalah seperti ini tak ada teorinya, semuanya kondisional. Mungkin memang ada teori, namun tak akan sama untuk setiap orangnya. Maka, cukup lihat saja yang aku lakukan, tak usah banyak bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bukanlah orang baru dan tak mungkin aku dengan begitu saja menyukai orang baru. Gila, tak akan semudah itu kujatuh hati. Dia mau mendekat, memuja, merayu, atau memohon sekalipun, tak akan semudah itu. Oh, mungkin saja aku bialng "iya", tapi maaf saja, itu bukanlah hatiku. Hatiku terlalu keras dan angkuh, hanya wanita-wanita tertentu yang mampu mengetuknya. Namun pengecualian untuk mata. Maaf saja, yang satu ini memang binal, namun otak dan hatiku mampu menahannya, karena keduanya terlalu keras dan angkuh, tenang saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak yang menyarankan aku secepatnya mencari pacar lagi (hey, bukankah aku sedang menjalaninya? Kalian saja yang tak tahu!). Bukan sembarang orang, lho, tapi nenekku juga! Kayaknya beliau bosen ngliat aku jomblo, "cepetan cari pacar trus nikah, mumpung Nenek masih ada!", katanya kemarin lusa. Hohoho. Tenang, jalan masih panjang, meski hidup tak akan lama. Aku masih mencari yang benar-benar bisa buat aku jatuh hati, bukan jatuh nafsu. Untuk itu, kini aku jalani saja waktuku yang sekarang ini. Tak usahlah banyak cucok, ok?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-8523059118696735275?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/8523059118696735275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/12/ada-tapi-bukan-orang-baru-tak-akan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/8523059118696735275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/8523059118696735275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/12/ada-tapi-bukan-orang-baru-tak-akan.html' title='Ada, Tapi bukan Orang Baru. Tak Akan Mungkin!'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-8165692576553438425</id><published>2009-12-11T00:00:00.011+07:00</published><updated>2009-12-11T01:49:33.889+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sesungguhnya hidup itu indah'/><title type='text'>Teater Smansa 04-07</title><content type='html'>Ah, awal bulan ini tiba-tiba teman teaterku masa SMA ngsms. Tiba-tiba kerinduan kembali menusuk. Menusuk? Halah, menusuk dengan indah maksudnya. He he he. Jadi ingat kembali bagaimana kami berlima bertahan bersama di sebuah ekskul yang dicap sebagai ekskulnya orang gila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermula ketika aku masih SMP. Teman-teman remaja masjid saat itu mengadakan pementasan teater dan aku ikutan di dalamnya, walau pun hanya jadi figuran (peran tertinggi selama mengikuti teater sampai saat ini ^^=). Rasa cinta atau mungkin rasa ingin merasakannya kembali membuncah, apalagi kutahu ternyata di Smansa ada ekskul teater. Bersama Rony, aku pun mendaftarkan diri di Teter Smansa (kami pasti bisa! wkwk).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FPnTIhS5enY/SyFBBK3CQ9I/AAAAAAAAABo/U6nO9wLJC3Y/s1600-h/1_200051476l.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 186px; height: 184px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FPnTIhS5enY/SyFBBK3CQ9I/AAAAAAAAABo/U6nO9wLJC3Y/s400/1_200051476l.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413679715426911186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;                 Lambang Teater Smansa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobaan pertama akhirnya datang, yaitu workshop! Hahaha. Aku malas! Aku gak mau ikutan! Masa bodo, deh, diterima apa nggak. Pokoknya aku gak mau ikutan workshop! Tapi dengan keburuntungan yang sangat menguntungkan, akhirnya aku tetap diterima di keluarga besar Teater Smansa hanya karena satu hal: anggota cowoknya dikit!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali aku ikutan latihan, aku bingung dengan suatu ritual bernama konsntrasi. Apa coba maksudnya, disuruh membayangkan ini itu. Namun teman-teman yang lain, herannya, tiba-tiba bergerak mengikuti instruksi seperti orang yang kena bius. Hmmm, okelah. Daripada aku malu, aku ikutan gerak juga, bikin gerakan-gerakan yang mungkin malah bisa bikin aku menghayati instruksi. Tapi, semua gerakanku hanyalah tipuan, Teman-teman. Aku gak pernah bisa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pun ketika mengikuti pementasan teater pertamaku. Mungkin kalian semua bisa menghayati peran kalian, bergerak tanpa berpikir, tapi aku tidak. Yah, 3 tahun di TS aku cuma jadi penyu, penyusah. Tak apalah dibilang begitu, yang penting aku nyaman bareng kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku kangen kita ngumpul lagi di berugaq rumah Luki, rumah yang sangat aku sukai, karena akan selalu mendapatkan makanan gratis. Hahaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FPnTIhS5enY/SyFBBdDmXbI/AAAAAAAAABw/6-P1-F9EN7c/s1600-h/1_452585365l.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 400px; height: 299px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FPnTIhS5enY/SyFBBdDmXbI/AAAAAAAAABw/6-P1-F9EN7c/s400/1_452585365l.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413679720311446962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Inilah para pemenang Survivor episode Teater Smansa! Dari belasan orang, cuma ini&lt;br /&gt;sisanya!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari semua kegiatan TS, aku paling suka kumpul-kumpulnya, terutama di Tambud, yang disebut sama temanku sebagai kosan keduaku, dengan suasananya yang asri dan rumput hijau. Dan yang paling kubenci adalah konsentrasi (tutup mata, bayangkan kita ada di bla bla bla), akting, dan segala macam hal yang berhubungan dengan itu. Aku nyaman bareng kalian, sekali lagi. Aku suka saat kita ngobrol, becanda, saat aku marah dan membentak meja, saat Luki dan Nisa marah sama aku dan Aji, aku suka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan musikalisasi puisi adalah yang paling berkesan. Rasanya aku menjadi seperti bapakku. Memegang gitar dan mencoba nada-nada yang tepat buat puisi, terkadang memberitahu yang lain kalau itu salah, ini salah. Jadi teringat bapakku yang sering mengajarkan ibu-ibu PKK padura. Di sini juga aku bisa sedikit belajar bagaimana membuat sebuah lagu. Aku suka! Terlebih lagi karena latihan di rumah Luki. Makan gratis, duit jajan aman. Hahaha!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya, walau pun aku bilang aku gak suka akting dan segala macam yang berhubungan dengannya, itu semua karena aku benci ama diri sendiri yang sama sekali gak bisa akting (kalau ngibulin orang mah, asik-asik aja. wkwk). Aku suka dunia teater, aku suka menonton pementasannya, terlebih lagi terlibat di dalamnya. Tapi jangan suruh aku akting!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pementasan TS yang paling aku suka ada dua. Pertama, pementasan Tengul. Di sini aku tahu teater ternyata bukan pementasan yang kaku dan berpatok pada sebuah aturan-aturan yang baku. Pementasan ini mengalir, naik-turun, dan benar-benar bermain lepas. Ingat tidak, banyak yang kepeleset saat pementasan serta ada beberapa kisah cinta lokasi di balik layar (cinta lokasi atau ikutan karena ada orang yang ditaksir ya?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, aku lupa pementasan apa, di acara apa, tapi di situ aku dan teman-teman cowok yang saat itu sudah masuk kelas tua didaulat memegang bagian musik pementasan anak-anak kelas XI. Pementasan yang segar dan lucu, dan alhamdulillah kami bisa mengimbanginya walau pun dengan musik yang amburadul.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FPnTIhS5enY/SyFBBk4778I/AAAAAAAAAB4/agwZWgdBkX8/s1600-h/1_803806771l.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 400px; height: 299px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FPnTIhS5enY/SyFBBk4778I/AAAAAAAAAB4/agwZWgdBkX8/s400/1_803806771l.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5413679722414206914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Gw ama Aji main gitar, Rony jadi vokalis. Cita-cita kita belum kesampaian, lho, Bro!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah! Sekretariat TS, hampir lupa! Tempat yang sangat aneh, tapi bikin aku betah karena ada majalah filmnya. Hahaha. Aku suka! Apalagi ngumpul berlima, aku, Rony, Aji, Nisa, dan Luki. Aku dan Aji suka becanda dan gak pernah serius saat rapat, Rony yang (kayaknya, lho!) perfeksionis dan selalu mengikuti jalannya rapat, serta Nisa dan Luki yang selalu ngoceh memberikan ide-ide dan jadi ketua rapat. Ingat tidak, ketika aku coba mau ngomong tapi kalian malah nogbrol sendiri dan aku marah dan membentak meja, kemudian aku pulang dan kalian mencoba menahanku, tapi aku tetep keukeuh, marah? Ternyata aku bisa marah juga, Teman-teman! Hahaha. Sorry yo!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah niatku untuk memasang foto kita berlima di sekret telah telaksana? Terlalu sombong mungkin ya? Aku kangen kalian!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-8165692576553438425?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/8165692576553438425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/12/teater-smansa-04-07.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/8165692576553438425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/8165692576553438425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/12/teater-smansa-04-07.html' title='Teater Smansa 04-07'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FPnTIhS5enY/SyFBBK3CQ9I/AAAAAAAAABo/U6nO9wLJC3Y/s72-c/1_200051476l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-4220134705767151402</id><published>2009-12-09T14:56:00.000+07:00</published><updated>2009-12-09T14:57:04.151+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gw bilang ini puisi'/><title type='text'>Geming</title><content type='html'>masih gelap&lt;br /&gt;teriakan menjadi-jadi&lt;br /&gt;aku tetap teguh memegang hatiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;satu janji&lt;br /&gt;pada ayah dan ibuku&lt;br /&gt;kata-kata tidak menjadikanku surut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka memuja, mereka berharap&lt;br /&gt;aku tak bergeming&lt;br /&gt;mereka meminta, mereka mengajakku&lt;br /&gt;aku tak bergeming&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;satu janji&lt;br /&gt;pada masa gelapku&lt;br /&gt;rayuan tidak menjadikanku pecundang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka berebut, mereka berharap&lt;br /&gt;aku tak bergeming&lt;br /&gt;mereka memuja, mereka mengajakku&lt;br /&gt;aku tak bergeming&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-4220134705767151402?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/4220134705767151402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/12/geming.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/4220134705767151402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/4220134705767151402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/12/geming.html' title='Geming'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-1589201441826829477</id><published>2009-12-09T14:03:00.004+07:00</published><updated>2009-12-13T06:54:29.445+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='otak-otakku mengerang'/><title type='text'>Mari Lepaskan Tradisi Bid'ah</title><content type='html'>Nabi Muhammad SAW telah meletakkan dasar-dasar kebudayaan Islam sejak mengawali tugas kerasulannya. Dakwah Islam terjadi dalam proses yang panjang dan rumit karena adanya asimilasi budaya-budaya setempat dengan nilai-nilai Islam yang kemudian menghasilkan kebudayaan Islam. Hal ini tidak hanya terjadi ketika Muhammad masih hidup, namun terus berlangsung hingga masa kini sehingga kebudayaan Islam sangatlah kaya, namun tidak lepas dari nilai-nilai dasar Islam yang telah diajarkan. Salah satunya, Islam telah berhasil mengasimilasi budaya dari Yunani untuk dipelajari dan dikembangkan agar kaum Muslim tidak menjadi kaum yang terbelakang, namun terpelajar dan maju dengan tetap teguh memegang ajaran Islam. Akibatnya, kebudayaan Islam ini menjadi sebuah peradaban yang universal dan tidak kaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula yang terjadi di Indonesia, khusunya di Jawa. Nilai-nilai Islam diasimilasikan dengan kebudayaan Jawa yang masih kental dengan ajaran Hindu. Masyarakat Jawa menyingkirkan semua nilai yang tidak sesuai dengan Islam. Dwi Ratnasari menjelaskan Islam membagi kebudayaan menjadi tiga macam. Pertama, kebudayaan yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam dan belum mempunyai standar hukum Islam diperbolehkan untuk digunakan oleh kaum Muslim. Kedua, kebudayaan yang sebagian unsurnya bertentangan dengan Islam direkonstruksi sehingga menjadi kebudayaan yang Islami. Ketiga, kebudayaan yang bertentangan dengan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang menjadi masalah adalah rekonstruksi kembali kebudayaan lain agar sesuai dengan ajaran Islam. Banyak hasil rekonstruksi tersebut yang pada pelaksanaannya tidak sesuai dengan Islam. Ambil contoh, upacara perayaan 1 Muharram yang dilakukan oleh Keraton Jogja atau Upacara Labuhan masyarakat pesisir selatan Kulon Progo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya, asimilasi semacam ini diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga dengan tujuan agar masyarakat Hindu saat itu masih dapat melakukan kebiasaan mereka walau pun telah menganut agama Islam, seperti membakar kemenyan sebagai wewangian dalam ruangan atau pagelaran wayang dalam berbagai acara masyarakat. Bila kita tilik kembali, jelas bahwa kebiasaan-kebiasaan tersebut tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Meski pun sempat ditentang oleh Sunan-Sunan yang lain, dengan argumentasi yang kuat, Sunan Kalijaga dapat meyakinkan bahwa kebiasaan-kebiasaan masyarakat Hindu tidak semuanya bertentangan dengan ajaran Islam. Hal ini akhirnya menjadi andalan Sunan Kalijaga dalam tugasnya menyebarkan agama Islam di Jawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangat disayangkan, pada akhirnya pemikiran Sunan Kalijaga ini dijadikan dalih masyarakat untuk melegalkan budaya-budaya mereka yang sangat jauh menyimpag dari nilai-nilai dasar Islam. Upacara-upacara jahiliyah dikemas sedimikian rupa agar terlihat Islami, namun pada dasarnya lebih merupakan tata cara Hindu. Contohnya, upacara memohon hujan di suatu daerah di Jawa. Masyarakat satu desa bersama-sama melakukan sholat meminta hujan di masjid. Namun sekeluarnya dari masjid, ternyata mereka telah menyiapkan berbagai macam makanan yang dijadikan sesajen yang akan dilarungkan ke laut sebagai persembahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal semacam ini juga terjadi di Jepara, Jogja, dan di daerah lainnya. Sungguh bodoh. Alih-alih melarungkannya ke laut, bukankah lebih baik mereka menyimpan saja bahan-bahan sesajen tersebut untuk dimakan selama musim kemarau atau menyedekahkan kepada orang yang tidak mampu? Sesuatu hal yang jauh lebih bermanfaat dan diridhoi Allah SWT. Laut tidak butuh makanan, ikan-ikan pun telah cukup pangan di bawah sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalih bahwa itu merupakan kebiasaan turun-temurun bukanlah suatu alasan yang logis. Bahkan upacara jalan bisu oleh para prajurit Keraton Jogja setiap perayaan 1 Muharram pun, bila mereka mau berpikir, merupakan perbuatan yang mubazir. Budaya-budaya semacam ini seharusnya sudah tidak ada lagi dalam pemikiran masyarakat Islam modern. Seharusnya kita bersama yang masih berpikir dengan akal sehat dapat mengingatkan bahwa perbuatan mereka adalah bid’ah haram yang hanyalah seakan-akannya saja merupakan tradisi Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya Islam sendiri tidak melarang umatnya untuk tetap menjalankan kebiasaannya, menurut budaya dan adat istiadat lingkungannya. Namun kaum Muslim harus dapat memilah dan memilih mana yang sesuai dengan ajaran islam dan mana yang tidak. Tujuannya tak lain agar manusia tidak menghambur-hamburkan harta bendanya, senantiasa bertawakal kepada Allah SWT, dan tidak terjebak oleh kebiasaan yang sama sekali tidak membawa kemajuan dan manfaat yang baik bagi manusia itu sendiri, baik dalam kehidupan di dunia maupun di akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah saatnya kaum Muslim sadar bahwa Islam sebagai rohmatan lil alamin senantiasa menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia. Segala macam nilai-nilai yang diturunkan oleh Allah melalui Muhammad merupakan perwujudan rasa cintaNya kepada manusia, agar kita tidak terjebak dalam kebodohan. Iqro’. Bacalah! Maka setelah kita membaca, selanjutnya kita diharuskan berpikir kemudian menyampaikan kebenaran yang telah diajarkan oleh Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sudah bisa membaca, sekarang waktunya kita untuk berpikir, apakah segala sesuatu yang kita kerjakan benar-benar sesuai dengan ajaran Islam atau hanyalah bid’ah. Dan merupakan kewajiban kita pula untuk menyampaikan kebenaran kepada orang lain. Sudah saatnya kita bergerak untuk menyadarkan masyarakat yang masih menjalankan bid’ah. Meski pun mereka keturunan atau bawahan sultan, atau malah sultan sekalipun, hak kita untuk menegurnya bila berbuat salah. Presiden yang melakukan sedikit kesalahan saja langsung didemo, mengapa masyarakat yang jelas-jelas berbuat bid’ah, menyimpang dari ajaran agama, tidak kita tegur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;     &lt;/span&gt;Ratnasari, Dwi, dkk. 2008. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Din Al Islam: Pendidikan Agama Islam di Perguruan Tinggi Umum. &lt;/span&gt;Yogyakarta. UNY Press.&lt;br /&gt;     Watt, W. Montgomery. 1995. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Islam dan Peradaban Dunia: Pengaruh Islam Atas Eropa Abad Pertengahan. &lt;/span&gt;Jakarta. PT. Gramedia Pustaka Untama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-1589201441826829477?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/1589201441826829477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/12/mari-lepaskan-tradisi-bidah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/1589201441826829477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/1589201441826829477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/12/mari-lepaskan-tradisi-bidah.html' title='Mari Lepaskan Tradisi Bid&apos;ah'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-8824671167840189713</id><published>2009-12-07T03:39:00.008+07:00</published><updated>2010-02-18T00:20:18.912+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mahasiswa tak maha'/><title type='text'>Terima Kasih Untuk Hari Sabtu Kemarin (*deleted!)</title><content type='html'>Kemarin lusa, Sabtu 5 Desember, temenku ngajakin temen sekelas ke pantai. Mumpung hari libur, sekedar refreshing untuk menghilangkan penat 5 hari kuliah (walau pun lebih banyak kagak kuliahnya). Malam sabtu, semua nama terkumpul walau pun beberapa orang tidak ikut dan 2 orang tidak diajak karena sudah pasti tidak bakal ikut (yang satu emang &lt;a href="http://www.facebook.com/people/Rbg-Nurcahyo-Rio-Yogyanto/100000032304148?ref=search"&gt;person minoritas&lt;/a&gt;, yang satu lagi cuma &lt;a href="http://www.facebook.com/hasby.marwahid"&gt;omdo mau sering keluar ama anak-anak sekelas&lt;/a&gt;!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu temenku sudah mengirimkan sms konfirmasi kepada semua yang ikut. Tak ada balasan, jadi kami menganggap semua sudah fix. Namun ternyata pada pagi harinya, ketika kami bertiga sudah siap berangkat, eh beberapa orang malah membatalkan diri. Anjing, payah! Padahal sekarang "panitia"nya sudah mau melakukannya sampai akhir, tidak seperti yang dulu-dulu (salah satunya aku). Tapi yang terjadi, "peserta"nya yang membatalkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, BATAL! "Terima kasih, teman-teman. Akhirnya tidak jadi ke parangkusumo. Hahaha. Makasih banyak, sukron, thank you very much, fvck !", aku posting di Twitter dan facebook Sabtu siang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun pesimis kelas kami akan bisa sering jalan-jalan seperti dulu lagi. Bukannya maksud kami untuk foya-foya, tapi ingin sekedar memupuk kembali rasa kebersamaan yang telah hilang sejak semester 2. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana untuk melakukan darma wisata ke Lawang Sewu Januari nanti pun rasanya mustahil. Rasa pesimis itu masih terus menggelayuti. Harus ada cara agar semua orang yang telah mengetakan setuju untuk pergi tidak membatalkan niatnya di saat akhir: ikat mereka semua dengan uang! Setiap orang yang setuju untuk berangkat harus memberikan panjar. Inilah satu-satunya cara yang menurut aku sangat efektif. Kata-kata dan sms saja tidak bisa menjamin, terlalu banyak alasan. Nanti kita harus bikin perjanjian, "bagi yang sudah memberikan panjar, tidak boleh ditarik kembali"! Sekarang 7 Desember, sebulan lagi kita ke Semarang. Mari kia bicarakan, mari kita berkumpul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan lalu setelah kita semua melakukan "rapat koordinasi" kembali "kekompakan" dan "kebersamaan" kita yang telah hilang. Selepas itu, aku merasa semakin nyaman dengan teman sekelas. Ditambah lagi dengan adanya MI/ORI, kenyamanan itu semakin menjadi. Namun, setelah kejadian kemarin lusa: pesimis, pesimis, pesimis! Ugh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lucu, aku pernah mengobrol dengan seorang teman sekelas saat Makrab Jurusan. Aku bilang, "kapan-kapan ajakin teman sekelas jalan-jalan, yuk!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ayo. Aku mau, Ga.", katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ah, elo mah pasti gak bakalan ikut!", aku pesimis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semester ini beneran, Ga. Ikut aku. Beneran!", dia yakinin aku dan aku percaya (aku orangnya baik, jadi mudah saja percaya sama orang ^__^).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apa? Pas MI aja g dateng, padahal udah janji bakal nyusul. Sudah biasa, diajakin ama kita gak pernah ikut. Akhirnya aku males sendiri ngajakin dia, temen-temen pun udah paham sama anak ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huft. Mari teman-teman, berkumpul, bicarakan tentang semua yang tertunda. &lt;a href="http://www.facebook.com/event.php?eid=186030266229&amp;index=1"&gt;Go To Lawangsewu&lt;/a&gt; di depan mata. Jangan sampai yang satu ini gagal lagi! Please.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-8824671167840189713?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/8824671167840189713/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/12/terima-kasih-untuk-hari-sabtu-kemarin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/8824671167840189713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/8824671167840189713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/12/terima-kasih-untuk-hari-sabtu-kemarin.html' title='Terima Kasih Untuk Hari Sabtu Kemarin (*deleted!)'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-670647771508919171</id><published>2009-12-07T03:31:00.001+07:00</published><updated>2009-12-07T03:33:10.294+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gw bilang ini puisi'/><title type='text'>Dig Deeper</title><content type='html'>dig deeper!&lt;br /&gt;don't believe what you have seen&lt;br /&gt;it's just mirage&lt;br /&gt;in the life you live&lt;br /&gt;everything real are not real&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;there's something behind those facts&lt;br /&gt;don't believe what you have heard&lt;br /&gt;they said it's the truth&lt;br /&gt;can they prove?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dig deeper&lt;br /&gt;dig deeper&lt;br /&gt;all is surface&lt;br /&gt;fake faces&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;prove it by yourself&lt;br /&gt;learn from the water, wind, and fire&lt;br /&gt;on their heart, there are no desire&lt;br /&gt;but balance for the world&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;people talk about sins and god&lt;br /&gt;can they talk about live and life?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yes, we can&lt;br /&gt;yes, we can&lt;br /&gt;hey, fake faces&lt;br /&gt;all is surface&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dig deeper&lt;br /&gt;dig deeper&lt;br /&gt;shut their mouth&lt;br /&gt;break their arms&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dig deeper&lt;br /&gt;learn it more&lt;br /&gt;about our life&lt;br /&gt;learn it more&lt;br /&gt;dig it deeper&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*&lt;i&gt;&lt;small&gt;ini kalau dijadiin lagu, kayak gimana ya hasilnya?&lt;/small&gt;&lt;/i&gt;:P&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-670647771508919171?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/670647771508919171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/12/dig-deeper.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/670647771508919171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/670647771508919171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/12/dig-deeper.html' title='Dig Deeper'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-6664289207935935123</id><published>2009-12-04T05:03:00.005+07:00</published><updated>2009-12-07T05:06:49.225+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sesungguhnya hidup itu indah'/><title type='text'>Pledoi</title><content type='html'>Ada satu nama yang tidak akan kutulis, bahkan walau pun dia ada dalam suatu kejadian yang kami alami bersama, semuanya dibuat seolah-olah dia tidak ada di situ. Kesepakatannya, "Jangan bawa-bawa namaku dalam blogmu, bahkan jangan sampai tulis kejadian yang ada aku di dalamnya, walau pun kamu udah mencoba hilangkan nama itu". Hmmmm, oke.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngomong-ngomong, sebuah kehormatan (atau kenaasan?) nama kalian disebut dalam blogku, Kawan. Hanya beberapa gelintir teman saja yang namanya masuk dalam blogku. Karena aku paling enggan menulis nama teman; ini blogku, loh! Salah satu orang yang beruntung namanya masuk blogku adalah Imam dalam &lt;a href="http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/imam-cowok-lugu-dari-kampung_26.html"&gt;"Imam, Cowok Lugu Dari Kampung"&lt;/a&gt;. Dia (atau spesies ini?) adalah teman sekosku yang paling asoy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa, dalam waktu berdekatan beberapa aku jadi sasaran cemburuan cowok temenku. Memang dulu aku suka sama itu cewek, tapi itu dulu. Itu "pernah" dan maksud dari "pernah" adalah tidak lagi untuk saat ini. Kenapa aku harus ditakuti? Dari sisi tampang dan otak, luar dalam, kalian masih lebih baik dari aku. Goblok namanya kalau cewek lepas kalian cuma buat aku. Oh, mungkinkah kharismaku yang membuat kalian harus pasang badan melindungi ceek-cewek kalian? Hahaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya ingin menyindir, cuma ingin kalian sadar. Aku melepas apa yang seharusnya kulepas dan tak akan aku kejar lagi. aku pun masih mempunyai kesopanan untuk tidak mengganggu hubungan orang lain. Bahkan seandainya dia udah putus dari kalian, masih ada 2 opsi yang bakal aku pilih; membiarkan saja, karena aku memang tidak lagi tertarik. Kedua, aku akan kejar lagi, tapi untuk hal yang satu ini, aku akan mengejarnya bukan sesaat setelah kalian putus. Aku gak ingin cuma jadi pelarian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memilih cewek pun, aku orangnya selektif, bahkan cenderung susah untuk langsung suka. Butuh waktu. Mungkin memang aku sempat suka sama cewek, itu hanya tertarik, kagum, bukan suka. Dan cewek-cewek kalian sebagian besar hanya bisa membuatku tertarik. Setelah beberapa waktu, rasa-rasa seperti itu pun hilang. Tak berguna menurutku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih saja cemburu setelah membaca ini? Mari doakan aku cepet dapet cewek yang ngepas banget ma aku. Wkwkwk&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-6664289207935935123?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/6664289207935935123/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/12/pledoi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/6664289207935935123'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/6664289207935935123'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/12/pledoi.html' title='Pledoi'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-6109415066304753373</id><published>2009-12-02T03:39:00.002+07:00</published><updated>2009-12-02T03:40:53.503+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gw bilang ini puisi'/><title type='text'>Bedirilah, Dan Aku Akan Membunuhmu</title><content type='html'>malam ini terasa sangat melankoli&lt;br /&gt;yang lalu kembali berputar atas sebuah sebab&lt;br /&gt;hati yang kukeraskan pun mendayu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berdirilah, dan aku akan membunuhmu, alasanku&lt;br /&gt;ini selalu ada selama kamu hidup&lt;br /&gt;meruncing di kian hari&lt;br /&gt;darahku mengalir hanya untuk sebuah kenangan&lt;br /&gt;betapa menyedihkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kenangan lawas, membiru lebamkan ingatanku&lt;br /&gt;rasa-rasanya hanya menjadi-jadi&lt;br /&gt;menghujam hingga akhirnya aku pun terbiasa&lt;br /&gt;namun semua adalah ketidaknormalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malam ini tersiksa melankoli&lt;br /&gt;berdirilah, dan aku akan membunuhmu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-6109415066304753373?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/6109415066304753373/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/12/bedirilah-dan-aku-akan-membunuhmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/6109415066304753373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/6109415066304753373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/12/bedirilah-dan-aku-akan-membunuhmu.html' title='Bedirilah, Dan Aku Akan Membunuhmu'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-5131377676127042665</id><published>2009-12-02T03:38:00.001+07:00</published><updated>2009-12-02T03:38:58.188+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gw bilang ini puisi'/><title type='text'>Unspoken</title><content type='html'>satu per satu berguguran&lt;br /&gt;mati satu tumbuh seribu katanya&lt;br /&gt;adakah kebenaran akan hal itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berhenti menunggu datangnya hari&lt;br /&gt;rintih kini menjadi biasa terdengar&lt;br /&gt;dan malam adalah teman seperjuangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mendesah di antara basah&lt;br /&gt;mengerang di tiap erat pelukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;telah lelah akan segala hal&lt;br /&gt;baik buruk tak pernah ada batasan konkrit&lt;br /&gt;seorang kaya korupsi, seorang miskin mencuri&lt;br /&gt;siapa terpenjara lebih lama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak ada batasan baik dan buruk&lt;br /&gt;membahagiakan orang lain adalah pahala&lt;br /&gt;kuingin hidup lebih baik kini tercipta&lt;br /&gt;siapa yang harus dipersalahkan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-5131377676127042665?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/5131377676127042665/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/12/unspoken.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/5131377676127042665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/5131377676127042665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/12/unspoken.html' title='Unspoken'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-6516486944662715505</id><published>2009-12-02T03:28:00.004+07:00</published><updated>2009-12-02T03:47:53.639+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tak bisa tanpa musik'/><title type='text'>Berharap Kualitas Semakin Baik</title><content type='html'>Menakutkan! Bila ini berlangsung selamanya dan menggilas yang lain, entah apa yang akan terjadi. Ketakutanku beralasan, saat ini telah menjalar, menular ke mana-mana. Semua yang baru lahir telah terpengaruh dan membawakannya. Di radio, televisi, koran, semuanya tertampang wajah-wajah mereka yang telah tertular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun kurasa ini hanyalah sebuah fenomena sementara, tak ada yang abadi di dunia ini, tapi dari yang kuperhatikan, bahkan anak-anak pun terlah tertular. Menakutkan! Bagaimana jadinya bila generasi muda kita telah tertular oleh semua ini? Tak ada lagi jaman keemasan seperti dulu, sebuah hasil karya cipta berkualitas. Sedih sendu senang tawa, semuanya berakar dari ide-ide brilian yang melahirkan sebuah kualitas. Tapi, sekarang? Oh, aku hanya bisa menggelengkan kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar tidak boleh menyalahkannya. Lagipula masyarakat sendirilah yang meyukainya, menikmati, dan terkesan meminta, terus meminta. Tanpa mereka sadari, semua ini hanya menjauhkan mereka dari sebuah, sesuatu yang berkualitas. Masyarakat semakin lama semakin terlena, hingga semua ini begitu menjamur. Semoga saja ini hanyalah fenomena sementara, musiman. Bila tidak, akan kupotong telingaku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak mau telingaku, otakku, naluriku tercemar. Dengan segala upaya aku terus menghindar, bahkan kupilih lebih baik bernostalgia daripada harus bertemu dengannya. Namun tetap saja tak mampu kuhindari, sayangnya. Bahkan terkadang ikut menikmati, setelah itu tertawa mengejek, "Bagaimana bisa aku mengikutinya? Bagaimana bisa ini melanda negeri kita? Begitu terpurukkah semua ini hingga harus melarikan diri padanya?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut sejarahnya, saat kita masih tertular oleh airan barat, mencuat satu yang membawakannya. Saat itu gejala-gejala seperti ini sempat melanda. Namun kemudian surut lagi, tergerus aliran yang lebih berkualitas. Itu terjadi tahun '70-an. Pada awal 2000-an, mulai lagi, melanda lagi. Bahkan semakin menjadi semakin ke mari. Yang baru lahir ikut-kutan. Tak ada yang mampu menghadirkan kualitas yang lebih baik lagi. Datar. Stagnan. Terkesan mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga yang kutakutkan tak terjadi. Saat ini, untungnya, masih ada yang mampu menghadirkan kualitas yang sangat baik. Mereka kebanyakan kelahiran '90, setidaknya sampai awal 2000-an. Namun setidaknya ini mampu memberikan kita sebuah harapan bahwa virus yang menyerang tak akan berlangsung lama karena mereka yang bermutu masih menampakkan tajinya di tengah serbuan sekumpulan sampah yang semakin banyak bak jamur di TPA Bantargebang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah bosan aku pada semua ini. Berharap kita yang mendukung mampu membuat gebrakan besar; boikot mereka, tahan mereka di situ, siksa, dan secepatnya virus ini diberantas! Mari kita dukung agar mutu dan kualitas yang kita asung selalu menjadi yang terdepan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bingung? It's all about music!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-6516486944662715505?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/6516486944662715505/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/12/berharap-kualitas-semakin-baik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/6516486944662715505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/6516486944662715505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/12/berharap-kualitas-semakin-baik.html' title='Berharap Kualitas Semakin Baik'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-8664793002581767395</id><published>2009-12-02T00:16:00.004+07:00</published><updated>2009-12-02T03:37:31.204+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aku suka jalan-jalan'/><title type='text'>My Trips</title><content type='html'>Enaknya hidup ngekos, mau kemana saja tidak ada yang melarang. Walau pun sering ditelpon sama ortu, tapi bisa mengelak dengan mudah. Bukan berbohong, tapi menyelamatkan diri. He he he&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan statusku yang seperti ini, ditambah lagi dengan sebuah kalimat, "Mumpung di tempat orang, jelajahi dulu semuanya sebelum terlambat dan menyesal", kepalaku penuh dengan 2 kata, "Kelilingi Jawa!". Sayangnya, tempat yang kukunjungui baru sedikit. Semoga bertambah di tahun-tahun mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Malang, Tak Sedingin Katanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bulan April lalu diajak oleh teman touring ke Malang. Wow! Buat aku saat itu, touring dengan motor ke sana butuh nyali yang besar; kondisi fisik tangguh, kemampuan mengendarai motor yang mumpuni, serta siap-siap berhadapan dengan bus-bus yang suka seenanknya sendiri. Namun akhirnya kami tiba dengan selamat sampai sana, meski pun aku sempat tertidur di tengah jalan saat mengendarai motor dan badan pegal-pegal dengan perjalanan panjang selama 12 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 hari di Malang, namun cuma 2 tempat wisata yang kusinggahi, Coban Rondo dan Cangar. Bahkan saat kedua kalinya aku ke Malang bulan Oktober lalu, cuma berkeliling kota satu hari dan nongkrong di Suhat ama temen SMP satu kali. Sisanya aku habiskan di rumah mbakku, bantuin ngerjain skripsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walau pun katanya Malang dingin, aku tak merasa demikian. Kota Malang tidak dingin sama sekali. Hanya Batu ke baratlah yang kurasa dingin. Tapi, Malang pun tak seganas Jogja. Kotanya sejuk, masih banyak pepohonan di pinggiran jalan. Nyaman betul. Mengingat kembali Jalan Langko di ujung barat hingga Jalan Pejanggik di ujung timur di Kota Mataram. Bebauan khas tumbuhan terasa nyaman kalau berjalan kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Terminal Semarang Terburuk, Jombor Tak Pernah Bayar Peron&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagai anak kos yang hidupnya serba kekurangan dan sering dikurang-kurangkan terlebih di telinga ortu, tentunya bus merupakan kendaraan pilihan utama selain kereta kelas ekonomi. Berhubung rumahku jauh di ujung timur Pulau Sumbawa sana, yang tak pernah tersentuh kereta, bus merupakan kendaraan favoritku. Apalagi bus merupakan kendaraan praktis yang mampu menyusup ke pelosok-pelosok, kecuali di Papua dan Kalimantan tentunya. Karenanya, sudah pasti aku terbiasa dengan kehidupan terminal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terminal Mandalika di Mataram, Bungur Asih Surabaya, Giwangan dan Jombor di Jogja, Terboyo di Semarang, hingga Terminal Kampung Rambutan di Jakarta. Dari semua terminal yang pernah kusinggahi, terminal Bungur Asih atau Purabaya Surabaya-lah yang paling bagus. Memang tidaklah sebersih bandar, secara kita ada di Indonesia, tapi lebih baik dibandingkan terminal lainnya. Selain itu di terminal ini juga kita tidak perlu repot, semuanya telah terdata di papan pengumuman. Pilihan jurusannya juga banyak dan mudah mencarinya. Juga banyak kios dan tempat makan bersih, serta ruang tunggunya yang lumayan nyaman, namun dijamin aman. Saking senangnya nongkrong di situ, aku pernah sampai dua kali menunda keberangkatanku ke Jogja, hanya untuk merasakan suasana asing ini. Pertama kali Agustus 2008, nongkrong dari jam 5 sore sampai aku berangkat ke Jogja jam 3 pagi. Oh ya, rasanya bukan cuma dua kali. Tapi tak perlu cerita lagi, yang jelas di sini kurasa sangat nyaman dan aman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk terminal paling jelek, aku menempatkan terminal Terboyo Semarang sebagai yang terdepan. Bagaimana tidak? Tempat pemberhentian bus terkadang tidak mengikuti aturan, aspalnya rusak-rusak, serta becek dan bau busuk dari gotnya yang tidak pernah diurus. Apalagi kalau sedang musim banjir rob dan musim hujan, air dari parit di sekitar terminal melumpah hingga menutupi jalan lingkar terminal dan kondisi terminal makin mengenaskan. Sistem irigasinya benar-benar hancur. Kubangan berbau busuk di tengah terminal adalah hal biasa. Terminal ini pun tidak mempunyai ruang tunggu yang nyaman. Lantai terminal kotor, sepertinya tidak pernah disapu dan dipel seperti terminal lainnya. Lapak pedagan pun sangat kumuh. Entahlah harus tulis apa lagi, inilah terminal terburuk, terjorok, dan terkumuh yang pernah kutahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang unik adalah terminal Jombor, Jogja, karena tak pernah ada pengunjung yang membayar peron, dan bahkan rasanya tidak ada petugas terminal sama sekali. Meski demikian, terminal kecil ini jauh lebih baik dibandingkan Terboyo, Semarang. Hal ini juga pernah saya rasakan di terminal Arjosari, Malang. Namun tidak membayar peron di terminal ini lebih karena mbak yang mengantarku tahu jalan masuk yang tak akan dimintai membayar peron.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Perjalanan Terberat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Meski pun lebih sering bepergian menggunakan bus, tak jarang juga aku menggunakan motor. Hingga kini, rekorku adalah Jogja-Malang PP. Itu untuk rekor perjalanan terjauh menggunakan motor dan terlama, serta terseru dan terasik, karena untuk pertma kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun untuk pertama kalinya aku berani mengendarai motor jarak jauh adalah ke rumah budheku di Ponjong, Wonosari. Jalanan mendaki dan meliuk-liuk, serta dipenuhi kendaraan. Berat memang, namun lama-kelamaan tebiasa dan lumayan untuk memacu adrenalin melaju di antara bus dan truk besar. Awalnya aku dimarahi sama ortu, lebih baik pakai bus saja. Namun setelah yang pertama itu, ortuku malah suruh ke sana lebih sering dan menggunakan motor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kini, perjalanan terberat yang pernah aku lakukan adalah mengendarai motor ke Sape, ujung timur Bima, serta ujung timur akhir Pulau Sumbawa, tempat pelabuhan yang akan menyeberang ke NTT. Jalanannya benar-benar gila. Barisan pegunungan yang rasanya tak berakhir serta aspalnya yang rusak, bergelombang, berlubang, dan trek mendaki, serta panas yang menyengat. Ditambah lagi ruas jalan yang sempit, jurang, dan tebing batu di sisi lain jalan. Inilah jalanan yang terberat yang pernah gw taklukkan. Meski demikian, aku harus berpikir dua kali kalau ada yang mengajakku lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, perjalanan menggunakan kereta api ekonomi dari Jogja ke Banyuwangi bisa merupakan yang perjalanan terberat lainnya, walau pun tidak menggunakan motor. Dari Jogja berangkat jam 08:00 AM, sampai Banyuwangi, tepatnya Ketapang, jam 11:40 PM. Total 15 jam 40 menit duduk bersandar di kursi kaku dengan kondisi penuh dengan penumpang, barang, serta pedagan asongan (mijon, mijon! trajos, trajos!). Terberat, karena harus mampu melawan kebosanan. Selama perjalanan, aku hanya tidur tidak lebih dari 3 jam, padahal teman-temanku yang lain dengan gampangnya terlelap. Saat tiba di Ketapang, pemberhentian terakhir, rasanya ingin berteriak "Alhamdulillah!", tapi perjalanan ke Bima saat itu masih harus melintasi 3 pulau dan menyeberangi 3 selat lagi. Terpaksa, teriakanku harus ditunda dulu. Dan kantukku dalam perjalanan dengan kereta akhirnya aku balas di dalam bus ekonomi saat melintasi Pulau Bali, dari Gilimanuk ke Padang Bai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Super Ekonomi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang aku tangkap dari perjalananku adalah betapa beratnya menjadi orang miskin di negeri ini. Betapa tidak, mereka semua harus real menggunakan kendaraan kelas ekonomi yang selalu menampung penumpang, bahkan meski kondisi kendaraan telah benar-benar penuh, tetap saja dipaksakan masuk dan masuk. Rasanya tidak mempunyai perikemanusiaan, para penumpang yang sebagian besar adalah manusia itu terpaksa berdesak-desakkan dalam kendaraan yang semakin sempit tanpa pasokan udara yang cukup dan saling berbagi keringat dan bau, padahal dari rumah mereka telah berdandan sedemikian rupa agar terlihat menarik, namun kendarran ekonomi telah merubah mereka menjadi sama dengan ikan pepes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naas sungguh menjadi orang miskin. Di saat para pejabat dan wakil rakyat bisa menikmati gaji tinggi dan pelayanan ekstra super eksklusif serta mobil-mobil mewah, mereka masih saja berkutat dengan kendaraan super ekonomi. Berharap semua tidak dialami? Silahkan menjadi orang kaya dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi rasanya tak adil bila harus menyalahkan orang lain. Lagipula, jarang kog orang-orang yang menggunakan kendaraan ekonomi ini mengeluh. (Ya iya, mengeluh pun tak bisa naik ke kelas bisnis, kog!). Namun setidaknya mereka mau memperhatikan keselamatan mereka sendiri. Dengan menaiki kendaraan yang super penuh begitu, sama saja menarik kecelakaan menghampiri kita. Pernah aku liat baliho bertuliskan "Jangan Menaiki Kendaraan Yang Telah Penuh. Tunggulah Kendaraan Lain", namun tak ada yang menghiraukan, mereka telah terbiasa seperti ini. Dan aku hanya bisa meringis. Napasku sesak, bau badan telah menyengat. Kutarik kerah jekatku untuk menutupi hidung, kemudian mencoba tertidur dan menghiraukan semuanya, sambil berdoa agar semuanya selamat sampai tujuan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-8664793002581767395?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/8664793002581767395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/12/my-trips.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/8664793002581767395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/8664793002581767395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/12/my-trips.html' title='My Trips'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-9095160168300840896</id><published>2009-12-01T03:04:00.002+07:00</published><updated>2009-12-01T03:07:22.776+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sesungguhnya hidup itu indah'/><title type='text'>Yang Dibilang Pacaran, Dalam Pikiranku Berbeda</title><content type='html'>Jam dindingku ternyata masih berdetak. Tanpa kutahu, kini telah lewat pukul enam pagi. Masih banyak kantuk yang belum terpuaskan. Semalaman hanya duduk di depan komputer, mengurusi segala macam yang tak penting, kataku pada seorang teman. Malamku yang berlalu bosan hanya bisa kuhabiskan depan komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita pagi telah dimulai dua jam yang lalu. Semakin membosankan. Koruptor yang kini memakai semboyan pahlawan; gugur satu tumbuh seribu. KPK, Polri, dan Kejakgung. Kabar mengenai gempa Padang telah surut. Ambacang kini bagaimana kabarnya? Terakhir kemarin mencuat sedikit, namun lebih karena salah satu produk memberi bantuan senilain miliran rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Halo?", kataku. Tiba-tiba kebosanan yang sedang coba kunikmati terkoyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana kabarnya? Dari kemarin gak pernah ngangkat telpon", diseberang langsung memberondong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, tunggu saja kabar aku mati. Bila belum ada, berarti aku baik-baik saja, pikirku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, iya. Hapenya rusak", jawabku. Dan, bla, bla, bla. Tak penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam setengah sembilan kulaju motorku hingga kampus. Sepagi tadi rasanya sebentar saja. Tak pernah ada yang istimewa. Hari-hari di kala aku selalu mengucapkan namanya di setiap kuterjaga telah lama berlalu. Entah berapa lama, bertahun sudah rasanya. Di mabuk cinta hingga kuanggap diriku bermuka tebal. Namun kini aku telah dewasa, setidaknya itu menurutku. Kisah cinta anak SMA telah lama berlalu, tidak lagi di kamusku, kuhapus begitu hatiku menutup semua rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, kata-kata manis pemudi kasmaran hanyalah sebuah fatamorgana. Entah apa yang dicari, pembelajaran merayu istri/suami merajuk, kesenangan menipu orang, atau agar terlihat keren saja--wuih, puitis banget kata-katanya--? Hanya membuatku ingin muntah! Memang benar bila seorang jomblo dan seorang yang sedang kasmaran tidak bisa dijustifikasi mana yang lebih enak. Bagi masing-masing kelompok, sebagian besar akan tetap merasa nyaman, karena itulah yang dirasakannya. Sehingga pendapatnya pun lebih subjektif. Namun aku mencoba bersikap objektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dosennya masuk gak hari ini?", tanyaku pada kawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mungkin. Tapi kata kakak tingkat, dosennya sedang lagi ikut study tour bareng jurusan lain.", jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga tidak ada dosen, secepatnya pulang ke rumah dan tidur lagi. Atau setidaknya main game dulu baru tidur sambil mendengarkan lagu-lagu Queen atau The Beatles.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih menunggu sambil bercanda. ha ha hi hi. Inilah yang membuatku nyaman di kampus ini, meskipun pada awalnya agak sedikit kusesali. Tanpa banyak gaya, namun, entahlah apa namanya. Yang jelas aku nyaman. Setidaknya bosan yang kurasakan di rumah telah tercincang habis di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pada asmaradana. Menurutku, kata-kata manis dan lebay plus alay hanyalah perbincangan sejoli ABG. Mengingat usiaku kini beranjak semakin uzur, bukanlah waktunya untuk hanya sekedar bermain kata manis seperti itu. Bersikap biasa saja, tanpa kata-kata manis yang selalu diumbar dan membosankan. Tanpa sikap berlebihan, tanpa angan yang terlampau tinggi, namun penuh komitmen untuk menjalin sebuah pertalian. Susah kujelaskan. Pengalaman pribadi yang hanya akan keluar bila ditanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pulang, yuk", ajak temanku. "Main ke tempatku. Anak-anak juga pada pengen ke sana."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hmmm. Ok.", aku setuju. Daripada kembali berhadapan dengan komputer atau tertidur lagi, walau pun itu niat awalku. Setidaknya menghapus habis dulu jejak kebosanan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah aku. Cepat sekali merasa bosan. Untuk sebuah hubungan, paling lama adalah 3 bulan. Namun, sebagai pengecualian adalah 6 tahun. Kandas dan kini entah ke mana. Terlama, dan itulah hubungan yang ideal menurutku. Tapi semuanya cerita lama, bukan? Hidup dalam bayang-bayang adalah sebuah kekalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini waktunya pulang. Detik berjalan tak pernah menunggu. Seperti arus kendaraan jalanan Jogja yang tak pernah sabar memberi kesempatan bagi penyebrang jalan. Terpacu waktu dan tak pernah sabar seperti jarum jam. Okelah kalau begitu. Aku ikutan!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-9095160168300840896?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/9095160168300840896/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/12/yang-bilang-pacaran-dalam-pikiranku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/9095160168300840896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/9095160168300840896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/12/yang-bilang-pacaran-dalam-pikiranku.html' title='Yang Dibilang Pacaran, Dalam Pikiranku Berbeda'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-6189350119417742217</id><published>2009-11-26T06:43:00.003+07:00</published><updated>2010-02-18T00:21:07.996+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mahasiswa tak maha'/><title type='text'>Review Tahun Pertama Di UNY (Part 2)</title><content type='html'>kuliah di Ilmu Sejarah UNY tidaklah menyesakkan seperti pertama kali gw di sana. gw mencoba menikmati semua. nikmatilah apa yang kamu jalani, jangan jalani apa yang kamu nikmati, begitu kata-kata yang terngiang di kepala gw. lagipula, gw malu bila seandainya tidak gw nikmati semua ini, bisa-bisa gw pndah kuliah lagi. sungkan ama ortu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kini gw lebih bisa menerima segala yang ada di UNY. bahasa, pergaulan, segalanya. meskipun pada tulisan pertama gw bilang pergaulan di sini merakyat, bukanlah maksud gw menghina. inilah pergaulan yang bisa membuat gw nyaman. tidak seperti di UII, rasanya gw memakai topeng. berpura-pura dan sandiwara, walau pun terkadang melepas gw yang asli, itu hanya kepada orang-orang tertentu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gw bilang ama temen-temen, pergaulan di UII asik. ya, emg asik. tapi gw kurang nyaman. beda dengan di Ilmu Sejarah. di sini bener-bener nyaman. rasanya kembali ke jaman SMP, serasa rumah sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun yang bikin gw sumpek adalah lahan parkir ! hahaha. sesumpek parkiran FISE. aneh, dengan lahan sebesar itu, UNY, khususnya FISE, hanya menyediakan lahan parkir sebesar onggokan tahi sapi. entah kenapa, bnyak gedung baru dibangun, namun lahan parkir FISE tidak dianggap sama sekali. bukan hanya FISE, sih. coba lihat jalanan depan Dekanat FISE. banyak motor mahasiswa berjejeran di situ. kenapa tidak dibuka saja gerbang samping barat Dekanat agar mahasiswa bisa parkir di dalam lingkungan kampus tanpa perlu ditagih-tagih uang parkir ama orang kampung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lalu, pintu masuk lahan kampus UNY seharusnya lebih teroganisir seperti UGM. betapa sebalnya melihat penjual sepatu, sabuk, bahkan pemulung dan pengemis masuk kampus. gila, ini kampus atau warteg, sih? diperlukan sebuah ide agar pintu masuk lebih terorganisir serta memnudahkan para mahasiswa memasuki kampus dan tanpa perlu masuk bersama orang luar kampus yang mencari nafkah dari para mahasiswa maupun pegawai kampus. selain itu, pembangunan lahan parkir baru yang lebih mementingkan mahasiswa juga haruslah diperhatikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kritikan yang dangkal? ok, tak apa. ini cuma sekedar uneg-uneg gw selama lebih dari setahun. hwoaaaaah !&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-6189350119417742217?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/6189350119417742217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/review-tahun-pertama-di-uny-part-2.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/6189350119417742217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/6189350119417742217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/review-tahun-pertama-di-uny-part-2.html' title='Review Tahun Pertama Di UNY (Part 2)'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-3288561793575827614</id><published>2009-11-26T05:01:00.008+07:00</published><updated>2010-02-18T00:26:07.646+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='otak-otakku mengerang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sesungguhnya hidup itu indah'/><title type='text'>PLN, Perusahaan Listrik moNopoli</title><content type='html'>Ini kisah 2 hari yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontrakan kami telat bayar listrik, nunggak 3 bulan. sayangnya ini bukanlah hal yang luar biasa. beberapa kali meteran listrik disegel, bahkan sekali waktu pernah dicopot. namun kejadian kali ini merupakan salah satu yg bikin gw gemes ama petugas PLN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari itu, sudah waktunya buat petugasnya mencabut meteran listrik. beliau datang dengan surat perintah atasannya. kami anak kontrakan akhirnya sepakat bayar hari itu juga, meskipun harus ngutang temen dulu. ketika kami akan membayar, bapaknya bilang harus bayar biaya pembatalan senilai 50 ribu juga. nah, lho ! bingung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebentar kita berembug, bohongin aja tuh bapak. akhirnya temen g nyeletuk, dulu dia pernah nanya ke PLN, biaya pembatalan itu gak pernah ada. tapi bapaknya tetep ngotot, ada. kita pun sepakat mengeroyok nih bapak. dengan berbagai alasan dan argumen, bahkan kita ngancem bakal bayar ke PLN aja daripada sama bapaknya. tentunya, ini berbahaya buat si bapa, kalo-kalo nnti kita laporin dia ama orang di sana? hehehe. mampus !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akhirnya, setelah berdebat ria selama beberapa menit, bapaknya nyerah. "ya udah, mas ! bayar aja tunggakannya !", katanya dengan muka cemberut. kwitansi tunggakan pun ditulis lunas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hahahaha. we won ! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi, sayangnya, di tengah tekanan publik terhadap kinerja PLN, petugas PLN sendiri masih saja ada yang mencari keuntungan bagi dirinya sendiri, bahkan menipu pelanggan! semestinya sebagai perusahaan jasa, PLN mampu memberikan yang terbaik. jangan mentang-mentang tak ada saingan, PLN bisa seenaknya menaikkan TDL bahkan saat byarpet masih terus berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;okelah, kita anak-anak kontrakan sering nunggak. tapi, apa kami juga puas dg kinerja PLN yang setiap bulannya terus melakukan pemadaman bergilir? gw harap pemerintah memberi jalan bagi perusahaan listrik swasta untuk semakin mengembangkan binisnya. mengambil contoh perusahaan telekomunikasi sekarang, dengan banyaknya persaingan, tentunya konsumen akan mendapatkan harga yang lebih murah dengan kualitas yang semakin baik. memang masih butuh studi mendalam lebih lanjut, namun bukankah perusahaan telekomunikasi telah memberi contoh, bahwa persaingan mampu meningkatkan kualitas suatu perusahaan? rakyat senang dan g ada demo, pemerintah senang g perlu didemo !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yah, semoga aja terwujud. bukan monopoli seperti ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-3288561793575827614?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/3288561793575827614/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/pln-perusahaan-listrik-monopoli.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/3288561793575827614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/3288561793575827614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/pln-perusahaan-listrik-monopoli.html' title='PLN, Perusahaan Listrik moNopoli'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-5972696026747312152</id><published>2009-11-26T01:30:00.001+07:00</published><updated>2009-11-26T01:30:40.969+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sesungguhnya hidup itu indah'/><title type='text'>Imam, Cowok Lugu Dari Kampung</title><content type='html'>ini cerita jaman SMA, waktu gw ngekos bareng kakak kelas angkatan 2005 yang ud kuliah. si Imam namanya, anak Bima. orangnya gokil, juga baek. tapi kadang rada-rada goblok dan lemot. paling benci lagu-lagu berbahasa Inggris karena dia sama sekali g bisa bahasa inggris. tapi ada satu lagu barat yang dia suka, James Blunt, You Are Beautiful.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ga, kog video klipnya You Are Beautiful pake terjun ke jurang segala sih? You Are Beautiful kan artinya kamu cantik, kog malah bunuh diri?”, suatu hari dia nanya gitu ma gw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Goblok,” kata gw dalam hati lantas menjelaskan arti liriknya setahu gw, secara gw jg g bisa bahasa Inggris .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“oh”, dia manggut-manggut aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;juga pernah dia ngartiin bahasa inggris semaunya dia. “Pippo Is Back”, tulisan dalam Tabloid Bola, “Pippo adalah kembali”, katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“lho, kog bisa?”, gw heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ya iyalah!”, jawabnya. “Pippo kan nama orang. is, setahu gw artinya adalah. back ud pasti artinya kembali. jadi,” lagaknya kayak profesor, “Pippo is back artinya Pippo adalah kembali!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gw: “f**# ##@ #*?@!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah, ada lagi yang lebih parah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suatu malam dia tidur breng gw, satu ranjang, satu selimut. saat itu, seperti biasanya gw tidur, gw cuma pake sarung aja. tanpa ada apa-apa lagi selain sarung. singkat cerita, malem itu gw mimpi, ketemu ma agnes, dia cium gw, cabulin gw, dan ….(tiiiiiiit! sensor)…. seterusnyalah. tanpa dinyana gw akhirnya bocor juga. dan karena tidur terlungkup (mimpi basah sambil tidur gaya begini rasanya asoy bget, euy! coba, deh!) dan cuma make’ sarung, “(sensor)” gw tembus ampe kasur. segera aja gw bngun lalu mandi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sehabis mandi, gw liat si Imam ud bngun sambil mengerutkan kening, kayak orang yang lagi bangkrut kliatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ga, tadi elu minum, tumpah ke kasur y?”, tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“enggak, gw blum minum kog dari tadi, langsung mandi.” jawab gw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“tapi kog kasurnya basah?”, makin bngung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“mmmm..”, gw diem aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“elu mimpi basah?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“mmmm..”, gw masi diem aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“tadi yang basah-basah itu gw raba-raba trus gw cium tangan gw kog g ada baunya. lalu gw coba cium langsung aja ke tempat yang basah itu, baunya kog kayak bau “(sensor)”!”, katanya, masih heran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hahaha!”, gw ketwa aja, g tahu mw ngmong apa. merasa bersalah sekaligus bahagia, ada juga yang mau cium “(sensor)” gw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“asu!”, dia marah-marah dan langsung k kamar mandi. mandi junub jg kayaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalo inget-inget dia lagi, yang ada cuma cerita lucu. sifatnya yg lugu dan percaya begitu aja m orang, bener-bener bikin gw bersyukur. thanks, God, that’s not me. tapi udah lama g ketemu lagi, hampir 2 tahun. g pnah smsan jg. walau pun begitu, dia temen sekamar yang baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-5972696026747312152?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/5972696026747312152/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/imam-cowok-lugu-dari-kampung_26.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/5972696026747312152'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/5972696026747312152'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/imam-cowok-lugu-dari-kampung_26.html' title='Imam, Cowok Lugu Dari Kampung'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-4358565043022067026</id><published>2009-11-26T01:09:00.001+07:00</published><updated>2009-11-26T01:09:51.432+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sesungguhnya hidup itu indah'/><title type='text'>I've Found You Both !</title><content type='html'>sungguh pagi yang luar biasa ! inikah berkah pagi yang selalu orang tua katakan ? hahaha. gila, akhirnya gw nemuin kalian bedua ! bersembunyi di sana, di saat gw lengah dan percaya dengan alibi kalian. persembunyian terbaik adalah tempat terbuka. trik psikologis yang sangat bagus. klian bisa ngliat gw karena gw berdiri di tengah lapangan tersorot segala cahaya. sedangkan kalian di sana, di dalam jejeran barang tak guna yang tak pernah lagi gw sentuh . salah gw, g sadar kalian di sana? hahaha. biarin! gw g peduli hingga saat gw punya waktu luang untuk merapikan sedikit segala sesuatu yang tak teratur dan ternyata kalian di situ ! hahaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kantuk gw ilang, adrenalin gw bergejolak, keringat membasahi dahi; semangat gw berkobar ! halo, apa kabar ? hahaha ! ups, sorry. g ada yang marah, kn ? hahaha ! how funny this accident ! betapa lucunya semua yang terjadi beberapa minggu ini, berakhir dengan sebuah pertemuan tak terduga ini. hahaha. i've found you both, but i won't say hello. ntar ada yang marah, lagi. ih, takuuuutt. hahaha !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sungguh pagi yang menakjubkan. beberapa saat sebelumnya gw masi eneg dg segala macam pemberitaan mengenai munas golkar yang g mutu. sebuah pesta extravagnza yang tak akan menyrntuh rakyat kecil seperti kita. y g ? sebuah demokrasi yang terlalu digembar-gemborkan, yang melapisi beberapa kebusukan. buktinya, saat pemilihan berlangsung, kedapatan satu orang yang membawa kamera pulpen untuk mengabadikan indahnya pencontrengan yang beliau lakukan, sebagai kwitansi bahwa beliau telah mencontreng salah satu calon dan sebagai gantinya mendapat dana segar. gotcha ! kecurangan yang hampir berakhir kericuhan. berikutnya yang terjadi, beberapa orang lainnya segera datang buat memberi pelajaran contreng yang benar kepada tersangka. oops, entah ini ingin menghajar tersangka yang mencoreng munas atau temen satu gengnya yang geram karena tersangka ketahuan ? only God knows why, kid rock berdendang. ouch, ouch. pesta demokrasi partai dengan dana berhambur berkeliling di di dalamnya, apakah hanya senandung? memang, terlalu naif mengatakan politik uang sedang berlangsung, namun tak pernah salah bila kita mengajukan rasa pesimis, apakah munas yang sangat bergaung, yang memaksa masyarakat indonesia untuk terus memperhatikan dengan berdegup di layar kaca, ini mampu menyentuh rakyat kecil, berimbas pada kami saat anda-anda berkuasa di pemilu berikutnya? rasanya tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pesimis. kata yang tepat untuk segala yang terjadi dalam dunia politik, khusunya munas golkar ini, yang digadang-gadang agar golkar mampu meraih kejayaannya seperti pada masa orde baru. bukannya g mau optimis, tapi apa yang dillakukan para politisi, wakil rakyat kita, hanya menambah panjang daftar aib dengan segala korupsi, kasus video porno, dan bolosnya para elit politik saat rapat membahas berbagai macam persoalan yang dialami rakyat yang diwakilinya. ok ! hai, rakyat jelata, orang pinggiran tanpa oya eyo, masyarakat awam yang telah memilih para wakilnya, saatnya kita memperhatikan, menilai, dan mengkritik wakil rakyat yang telah kita pilih sendiri. tagih janji mereka ! kalo perlu, bawain ke hadapan mereka daftar panjang janji-janji yang sengaja mau pun tidak sengaja dilontarkan oleh belia-beliau. plis, jangan hanya diam saja. cukup gw yang diam saja, soalnya gw g nyontreng ! hehehe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oops, kelewatan ! jadi eneg dan sebel lagi, deh. padahal tadi bersemangat banget, bersemangat untuk tertawa. hahaha. hei, temen-temen (atau musuh-musuh?) gw yang sembunyi. gw tunggu sapa kalian. salah satu dari kalian ud gw sapa, gw tunggu sapa baliknya. hahaha. gw sapa dulu yang lebih sensi m gw, karena yang satunya selalu g ingin gw lupain dia dan gw jadi terserah saja. ugh, ngmg apaan nih ? huss, huss.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oh, f* dude, dawn is breaking, it's time to hibernate. bubye ! hahaha. how funny you both ! hahaha&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-4358565043022067026?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/4358565043022067026/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/ive-found-you-both.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/4358565043022067026'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/4358565043022067026'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/ive-found-you-both.html' title='I&apos;ve Found You Both !'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-7738236656510858896</id><published>2009-11-26T01:08:00.000+07:00</published><updated>2009-11-26T01:09:10.628+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sesungguhnya hidup itu indah'/><title type='text'>"Le, jadi cowok juga harus punya harga diri, jangan gampangan ama cewek", kata Ibuku</title><content type='html'>gak pernah terpikir oleh gw untuk menjalin sebuah hubungan hanya bermodal kenalan di dunia maya dan g akan pernah gw lakukan ! walau pun akhirnya tuh cwek nelpon gw setiap hari, care, atau pun saling bertukar foto, tapi gw g akan semudah itu jatuh hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kejadian beberapa hari yang lalu menjadi landasan gw nulis ini. awalnya tuh cwe cma temen chat, tapi bbrpa waktu kemudian dia ngajakin sayang-sayangan. anaknya sih cantik, model, ambassador Novotel Lombok, pinter, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jujur aja, gw kaget. tapi akhirnya gw ladenin juga. biar chatnya g jadi garing. tapi, oh, tidak ! selanjutnya adalah: dia jadi sering nelpon gw, ngirim foto, dan berbagai macam lainnya. ugh, aneh banget ! apakah segampang itu sayang m seseorang? gw g tw jalan pikirannya bagaimana, yang jelas jauh beda m gw. setiap hari dia bilang "sayang". setiap hari dia nelpon gw. setiap chat dia sharing foto. gak mempan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makin lama gw makin ilfil. sungguh, entah harus prihatin atau mencak-mencak, tapi yang jelas gw harus ngmg sejelas-jelasnya, daripada terus-terusan berpura-pura begini. akhirnya gw akuin bahwa gw g semudah itu suka m orang, apalagi sayang. dan ternyata, dia emg menyadari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia bilang, gw cuek, dan itulah yang mau di taklukkan, yang ingin dia buktikan, bahwa cewek cantik g bisa dapetin semua cowok. bener ! itu pemikiran yang sangat bagus dan sangat rendah hati. namun seharusnya dia sadari bahwa yang namanya arga g akan semudah itu jatuh hati. sayang sekali, anak muda (loh? wkwk). gw tolak semua sayangnya dia, yang mungkin saja semuanya bohong. gw bukan cowok gampangan !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sakit hati, mungkin. malu, mungkin juga. gagal, bisa jadi. yang jelas dia pun pergi, berpaling hati ke sohib gw. dalam waktu semalam, akhirnya mereka jadian. wow ! betapa mudahnya, Tuhan. apakah semua dilandasi oleh cinta atau hanya sebagai pengisi waktu jablay atau mungkin bahkan sekedar pemuasan nafsu belaka? gw g mau berspekulasi. suuzhon. mari kita memalingkan muka dan melupakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hanya satu yang mengganjal. sayang banget, harus memutuskan tali silaturrahmi. namun , apa mau dikata. harga diri gw terlalu tinggi dan telah disetting seperti itu dan, sekali lagi, gw bukan cowok gampangan, seperti pesan Ibu ma Papaku. "Le, jadi cowok juga harus punya harga diri, jangan gampangan ama cewek", kata Ibuku. ok, Mom. i'll do it ! Papaku nambahin, "kalo nyari cewek harus yang muslimah, pake jilbab". yeah, Pa. tipeku banget, tuh. hehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari semua yang terjadi, akhirnya gw sadari betapa sakitnya bila seseorang meminta kita untuk melupakannya. seperti tak ada artinya diri kita di matanya. gak akan lagi, gw berusaha g akan minta seseorang lupain gw lagi. sorry for someone there, someone who'll never read this post. sorry to made you cry that night. sorry.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-7738236656510858896?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/7738236656510858896/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/le-jadi-cowok-juga-harus-punya-harga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/7738236656510858896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/7738236656510858896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/le-jadi-cowok-juga-harus-punya-harga.html' title='&quot;Le, jadi cowok juga harus punya harga diri, jangan gampangan ama cewek&quot;, kata Ibuku'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-7100573284015241843</id><published>2009-11-26T01:07:00.002+07:00</published><updated>2010-02-18T00:26:13.594+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='otak-otakku mengerang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sesungguhnya hidup itu indah'/><title type='text'>Kebudayaan Sebagai Dasar Modernitas di Bima</title><content type='html'>Beberapa waktu lalu sempat membuka sebuah group bernama Komunitas Kapatu Mbojo. wow, keren. itulah kata yang terlintas dalam pikiran saya. akhirnya bertambah lagi group-group yang mengangkat budaya Bima. budaya yang hampir tergerus jaman oleh sifat gengsi masyarakat Bima sendiri yang tidak ingin kalah dalam hal modernitas, namun melupakan akar budayanya sendiri. bolehlah dihitung, hanya segelintir dari jutaan penduduk Bima yang benar-benar merambahkan dirinya dalam seni budaya Bima. budaya pop, borjuis, dan pragmatisme benar-benar melekat dalam masyarakat Bima saat ini. memang bila kita melihat secara langsung, masyarakat Bima masih tetap terlihat sebagai "orang desa", dalam artian masih memegang teguh budayanya. namun yang saya lihat, budaya-budaya negatiflah yang terus dijaga dan diasah. dengan adanya group-group seni budaya serta politik dan pembaharuan Bima, ada satu arus besar yang ingin merubah dasar pemikiran agar Bima melangkah ke depan dengan sikap-sikap positifnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ada satu yang mengganjal; mengapa harus ada slogan "jangan ngaku orang Bima kalau belum ..." dalam hampir setiap group Bima di facebook? sempat saya mencak-mencak di group tersebut, mengatakan bahwa itu hanyalah menyinggung perasaan orang lain dan juga tidak etis, mencap orang Bima lainnya sebagai bukan-orang-Bima hanya karena tidak bisa melakukan atau tidak tahu tentang hal itu. sang kreatornya mengatakan bahwa slogan-slogan tersebut bertujuan agar orang-orang Bima sadar dan terprovokasi untuk mempelajarinya. namun saya ngotot tetap tidak setuju. bukan untuk alasannya, namun slogannya, keterlaluan. bukankah ada cara yang lebih sopan untuk mengajak masyarakat mencintai kebudayaannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meskipun demikian, menyampingkan rasa ketersinggungan saya, tetap ada rasa salut dan acungan jempol bagi mereka yang ingin dan berusaha menjaga kebudayaan leluhur. mengingat akhir-akhir ini begitu maraknya pemberitaan pengklaiman budaya Indonesia oleh Malaysia, group-group seni budaya Bima bisa menjadi sebuah media penyadaran, khusus bagi masyarakat Bima, untuk tetap mencintai dan menjaga kebudayaan yang telah terbentuk selama beberapa abad ini. penyadaran, bahwa kebudayaan adalah sebuah ciri, identitas, dan --boleh dibilang-- harga diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sayangnya, untuk sementara, saya melihat hanya masyarakat biasalah yang benar-benar tergerak untuk melindungi kebudayaan asli daerah. pemerintah seolah terjebak dalam politik serta perkembangan ekonomi. memang seperti buah simalakama bagi pemerintah untuk menentukan mana yang harus menjadi prioritas. namun setidaknya, berilah sedikit sokongan bagi segelintir orang yg peduli pada kebudayaan ini. berilah mereka ruang untuk bergerak dengan kemudahan birokrasi dalam hal yang berkaitan dengan seni budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mencontoh Jogja, bagaimana setiap bulannya diadakan pagelaran budaya, bukan hanya untuk budaya Jawa, namun budaya daerah lain. jujur saja, saya merasa sangat bebas dalam mengapresiasi kebudayaan saya sendiri malah saat di tanah orang. tak ada nada cemooh yang kerap saya dapatkan saat masih di Bima, "batu tari mbojo? sama lao siwe" atau "di au kai batu ma ndede? ti wara rawi ma ka lai ro? taho pu ka dee rawa rock ni". nah, lho!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya dan teman-teman serta para senior sering diundang untuk menampilkan kesenian tari Bima, oleh Pemda setempat atau pun perkumpulan pemuda atau lembaga-organisasi lainnya. kami, para penampil dari berbagai macam daerah dan suku ini, sadar atau tidak, telah menjadi bagian promosi wisata daerah Jogja. terkesan seperti Malaysia? tidak juga. toh, kami juga mempromosikan kebudayaan daerah kami, Bima. tak usah bertanya kontribusi pemerintah Bima di sini. menurut para senior yang telah membentuk sanggar seni ini, hanyalah beberapa kain, yang layak dikatakan kain serbet, yang menjadi pengikat kepala kami saat manggung yang diberikan oleh pemda Bima. ironis atau tidak, terserah Anda melihatnya dari sudut pandang yang mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bila saja Pemda Bima mau bergerak serius dalam bidang pariwisata, tentunya kita dapat menyaingi tetangga kita di sebelah timur, Labuan Bajo, yang selama ini kita anggap terbelakang dan sering disebut dengan rasis, "Dou Eja". Bima mempunyai sejumlah pantai yang sangat indah, seni budaya yang tentunya unik serta menarik, makanan khas, dan sejarah panjang yang sangat hebat. belajarlah dari Bali, lihat Jogja, atau setidaknya contohlah Labuan Bajo di seberang timur sana. tak akan pernah ada salahnya. namun sikap peduli akan budaya sendiri juga harus dipupuk. adakan karnaval budaya, pentas seni budaya, dan berbagai macam untuk menarik wisatawan. gunakan facebook, rangkul masyarakat bawah, minta pendapat dan bantuannya, karena mereka lebih efektif dibanding para pejabat yang hanya berjalan secara terbatas di atas tanpa tahu yang terjadi di bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk para masyarakat muda Bima yang terpencar mencari ilmu, pulanglah dengan ide segar dan pengetahuan luas. jangan saat kembali, menurut salah satu PNS Bima yang melanjutkan S2 di Jogja, "bikin proposal g bisa, tapi kalau disuruh beli paku paling jago". Bima adalah tanahnya, pohonnya adalah modernitas, buahnya pasti akan berbeda karena mengandung unsur Bima. mari membangun Bima dengan kebudayaan dan kearifan lokal sebagai dasarnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-7100573284015241843?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/7100573284015241843/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/kebudayaan-sebagai-dasar-modernitas-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/7100573284015241843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/7100573284015241843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/kebudayaan-sebagai-dasar-modernitas-di.html' title='Kebudayaan Sebagai Dasar Modernitas di Bima'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-7640303318721696159</id><published>2009-11-26T01:05:00.002+07:00</published><updated>2010-02-18T00:21:15.664+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mahasiswa tak maha'/><title type='text'>Review Tahun Pertama Di UNY</title><content type='html'>Juli 2008. akhirnya gw diizinkan pindah kuliah, ikut SPMB. pilihan pertama Ilmu Sejarah UNY, karena gw udah terlalu cinta ama Jogja. kedua, Ilmu Sejarah Univ Negeri Semarang, karena keluarga gw juga bnyak di sana. wow ! dua-duanya Ilmu Sejarah ? pilihan yang sangat riskan. namun alhamdulillah, dan sebuah berkah, gw tetep di Jogja, masuk Ilmu Sejarah UNY.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada perasaan senang dan sedih, tentunya. tak perlulah dijelaskan, cukup gw dan Tuhan yang tahu. dan, inilah, gw di Ilmu Sejarah UNY. kampus yang merakyat, bahkan hampir dalam segala hal. biaya kuliah, bahasa, mode, pergaulan, bahkan hingga tampang! hahaha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mgkin untuk pertama kali gw mengalami culture shock. benar-benar kampus rakyat, bahasanya pun merakyat; BAHASA JAWA ! terbiasa menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar sejak SMA. di Lombok, meski pun di tengah masyarakat Sasak, gw merasa biasa saja, semuanya memakai bahasa Indonesia. UII, apalagi, kampus multi suku, bahasa Indonesia dg org yg lebih bnyak berlogat melayu. namun, UNY ! dari mana aja ada, tapi pake bahasa Jawa ! bahkan saat presentasi di dalam kelas pun begitu, BAHASA JAWA !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bukannya gw menjelek-jelekkan bahasa jawa sebagai bahasa ndeso. gw anak rantau, terbiasa bergaul dg berbagai suku, kebudayaan merupakan sesuatu yang unik, tak ada yang lebih baik mau pun buruk, sama rata, karena itulah merupakan ciri masing-masing suku (terkadang sebel mendengar orang yg mengatai bahasa kita bahasa planet. terlihat sekali perbedaannya dg orang yg telah terbiasa dengan kebudayaan orang lain). di sini gw cuma mau mengatakan, seharusnya kampus atau pun lembaga pendidikan lain, menjadi tempat setiap orang memfasihkan bahasa indonesia. lagipula, kampus UNY tidak hanya dihuni orang-orang berbahasa Jawa. banyak juga dari suku lain yg berkuliah di sana. makanya sering gw ama temen-temen yg sering ngmg bahasa Jawa, "Ini kampus, bukan kampung!". lucunya, bahkan dosen sendiri pun sering kali menggunakan bahasa Jawa dalam perkuliahan. waduh ! cukuplah di kuliah Bahasa Jawa, ini kampus, Pak, Bu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu cerita tahun pertama di UNY. semester 3 ini nmpaknya gw lebih lunak. entah knapa, mgkin gw terbiasa, mngkin juga gw bosen. memang, kultur yg telah larut ke dalam darah tidak semudah itu dirubah. namun ini kampus, bung ! di luar, silahkan saja pake bahasa Jawa, tidak apa, biar gw sekalian belajar. tapi, plis, gw muak denger bahasa Jawa di kampus !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;...might be continued. ^__^&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-7640303318721696159?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/7640303318721696159/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/review-tahun-pertama-di-uny.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/7640303318721696159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/7640303318721696159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/review-tahun-pertama-di-uny.html' title='Review Tahun Pertama Di UNY'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-3869951354441491217</id><published>2009-11-20T04:25:00.000+07:00</published><updated>2009-11-26T01:03:42.820+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gw bilang ini puisi'/><title type='text'>Inilah Larut Yang Aku Tunggu!</title><content type='html'>dan semuanya keluar&lt;br /&gt;menyerbu tuts-tuts keyboard yang kecil&lt;br /&gt;mata mengerang, otak menerjang&lt;br /&gt;titik kecil bermunculan dengan cepat&lt;br /&gt;tiap detiknya ada degup jantung berpacu&lt;br /&gt;inilah larut yang aku tunggu !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan semuanya keluar&lt;br /&gt;untuk setiap kemarahan dan kekesalan&lt;br /&gt;untuk kemunafikan dan ketidakpedulian&lt;br /&gt;untuk hidup berarti sebelum mati&lt;br /&gt;untuk cinta yang masam&lt;br /&gt;inilah larut yang aku tunggu !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengerjap menerjang menyerbu&lt;br /&gt;tak lelah meski waktu berlalu&lt;br /&gt;dan aku larut dalam kata-kataku sendiri&lt;br /&gt;karena aku telah menunggu terlalu lama&lt;br /&gt;inilah larut yang aku tunggu !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Jogja, 20 November 2009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-3869951354441491217?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/3869951354441491217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/inilah-larut-yang-aku-tunggu.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/3869951354441491217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/3869951354441491217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/inilah-larut-yang-aku-tunggu.html' title='Inilah Larut Yang Aku Tunggu!'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-395698080157261837</id><published>2009-11-20T04:24:00.000+07:00</published><updated>2009-11-26T01:03:56.549+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gw bilang ini puisi'/><title type='text'>Pinggiran Zaman</title><content type='html'>&lt;div&gt;legam tubuhmu terbakar sepanjang hidup&lt;br /&gt;di pinggiran zaman, terlunta-lunta demokrasi,&lt;br /&gt;ekonomi kerakyatan, liberalisasi, pemberantasan korupsi&lt;br /&gt;semua yang tidak kau mengerti, yang kau tonton di televisi&lt;br /&gt;setiap malam sepulangmu dari sawah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hitam putih dunia ini telah kau lihat, dengar, rasakan&lt;br /&gt;dari pinggiran zaman, yang tak pernah tersentuh&lt;br /&gt;pembangunan, kemakmuran, pendidikan, kesetaraan&lt;br /&gt;dan kau hanya malah semakin tergusur&lt;br /&gt;setiap jengkal tanah semakin jauh dari peradaban maju&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menelan ludah untuk segala kekacauan&lt;br /&gt;dan pinggiran zaman tempat terbuangnya segala kekacauan&lt;br /&gt;membajak sawah, mengayun pacul, mengairi, menabur bibit&lt;br /&gt;tetap terfokus akan hal itu dan hidupmu terus berjalan&lt;br /&gt;bukan sibuk mengurusi elit politik, KPK vs Polri, pembagian kekuasaan,&lt;br /&gt;hanya butuh air, hanya butuh padi, yang kau jual demi hidup yang ternyata masih panjang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kapankah Izroil datang menjemput?&lt;br /&gt;kapankah, agar segera kau dapat berbincang dengan Munkar dan Nakir?&lt;br /&gt;kapankah Isrofil meneriakkan sangkakalanya, agar segera berkeluh pada Tuhan:&lt;br /&gt;doa-doa ke mana, terpasungkah di antara langit dan bumi, ataukah Kau abaikan demi zaman yang beputar menggilas?&lt;br /&gt;satu tempat mengadu, satu-satunya&lt;br /&gt;keluh dari pinggiran zaman, terdengarkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="photo_img"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=30683859&amp;amp;op=1&amp;amp;view=all&amp;amp;subj=182547644676&amp;amp;aid=-1&amp;amp;auser=0&amp;amp;oid=182547644676&amp;amp;id=1504151538"&gt;&lt;img src="http://photos-d.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs069.snc3/13641_1249914297013_1504151538_30683859_6204334_n.jpg" alt="" class=" " onload="var img = this; onloadRegister(function() { adjustImage(img); });" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Jogja, 20 November 2009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-395698080157261837?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/395698080157261837/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/pinggiran-zaman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/395698080157261837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/395698080157261837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/pinggiran-zaman.html' title='Pinggiran Zaman'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-8585028637760631734</id><published>2009-11-20T04:22:00.001+07:00</published><updated>2009-11-26T01:04:14.056+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gw bilang ini puisi'/><title type='text'>Mari Mati Bersama</title><content type='html'>mari mati bersama&lt;br /&gt;demi segala kekacauan ini&lt;br /&gt;kita akhiri saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mari tertawa bersama&lt;br /&gt;demi segala kesalahan kita&lt;br /&gt;ternyata percuma diperbaiki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mari menangis bersama&lt;br /&gt;demi segala kemunafikan ini&lt;br /&gt;bertambah setiap hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mari bersorak bersama&lt;br /&gt;demi segala topeng yang terbuka&lt;br /&gt;yang mungkin ternyata masih bertopeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mari mati bersama&lt;br /&gt;demi rasa lelah akan dunia&lt;br /&gt;hari esok katanya lebih indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Jogja, 20 November 2009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-8585028637760631734?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/8585028637760631734/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/mari-mati-bersama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/8585028637760631734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/8585028637760631734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/mari-mati-bersama.html' title='Mari Mati Bersama'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-6853449054308258576</id><published>2009-11-20T04:20:00.000+07:00</published><updated>2009-11-26T01:04:14.056+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gw bilang ini puisi'/><title type='text'>Dulu Itu Kuharap</title><content type='html'>tangguhmu itu&lt;br /&gt;menjadi kebanggaanku padamu&lt;br /&gt;betapa segala menerjang&lt;br /&gt;kamu tetap tersenyum&lt;br /&gt;menangis memang terkadang&lt;br /&gt;tapi semua itu mampu kamu lompati, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memang segala keadaan berbeda&lt;br /&gt;sepi menikam segala sendu&lt;br /&gt;sendiri menjilati sakitnya rindu&lt;br /&gt;tapi bukankah aku, kamu, yakin semua itu terlewati&lt;br /&gt;akan dengan mudah terlewati, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jangan pernah berharap&lt;br /&gt;namun tetaplah berusaha&lt;br /&gt;kegetiran tidaklah berlanjut&lt;br /&gt;segala mula pun berakhir&lt;br /&gt;namun ada niat terbesar dari hati&lt;br /&gt;menjaga segala tetap bersih&lt;br /&gt;menjadi segala nyata adanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Jogja, 20 November 2009&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;for my lovely sister, Sogie&lt;br /&gt;you're strong, and get stronger&lt;br /&gt;you knew it&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-6853449054308258576?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/6853449054308258576/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/dulu-itu-kuharap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/6853449054308258576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/6853449054308258576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/dulu-itu-kuharap.html' title='Dulu Itu Kuharap'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-6388307256872726910</id><published>2009-11-20T04:19:00.000+07:00</published><updated>2009-11-26T01:04:14.057+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gw bilang ini puisi'/><title type='text'>Sebelum Kuterlelap</title><content type='html'>dan di larut ini&lt;br /&gt;aku menyerah pada kantuk dan godaan gulingku&lt;br /&gt;dan di hari esok&lt;br /&gt;berharap cerah menyambut&lt;br /&gt;bukan mendapati langit yang cemberut dan menangis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku ingin pergi bersama kekasihku&lt;br /&gt;aku ingin matahari melihatku dan betapa bahagia kekasihku&lt;br /&gt;kami adalah pasangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mata mata&lt;br /&gt;kini terpejam&lt;br /&gt;gelap gelap&lt;br /&gt;enyahkan aku&lt;br /&gt;hariku yang lalu&lt;br /&gt;berlalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Jogja, 19 November 2009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-6388307256872726910?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/6388307256872726910/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/sebelum-kuterlelap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/6388307256872726910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/6388307256872726910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/sebelum-kuterlelap.html' title='Sebelum Kuterlelap'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-5684507960492584099</id><published>2009-11-20T04:18:00.000+07:00</published><updated>2009-11-26T01:04:14.057+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gw bilang ini puisi'/><title type='text'>Terjaga Dendam, Cahaya Lalu Membakar</title><content type='html'>ke mana jiwa yang terbakar membawaku&lt;br /&gt;seperti air meriuh merendah&lt;br /&gt;seperti pasir yang tenang dan hangat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berbanding lurus dengan sakit, perlahan padam&lt;br /&gt;namun tetap ada satu tokoh bernama dendam&lt;br /&gt;entah gerangan mana menuliskan dan meletakkannya di mataku&lt;br /&gt;kata maaf bersahut-sahutan pun tak ada makna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah jiwa yang membakar masih menemaniku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mari menilik masa lalu&lt;br /&gt;untuk pertanyaan itu aku katakan iya&lt;br /&gt;dan tak 'kan pernah menjadi mudah&lt;br /&gt;dengan segala kemunafikan dan keakuan&lt;br /&gt;tak akan pernah ada kerendahan hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Jogja, 17 November 2009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-5684507960492584099?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/5684507960492584099/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/terjaga-dendam-cahaya-lalu-membakar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/5684507960492584099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/5684507960492584099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/terjaga-dendam-cahaya-lalu-membakar.html' title='Terjaga Dendam, Cahaya Lalu Membakar'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-8572580143632885879</id><published>2009-11-20T04:17:00.000+07:00</published><updated>2009-11-26T01:04:14.057+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gw bilang ini puisi'/><title type='text'>Dan Mati Bukanlah Berakhir</title><content type='html'>hajar aku, bunuh aku!&lt;br /&gt;mati memang tak semudah hidup&lt;br /&gt;mati aku demi sebuah harga&lt;br /&gt;nama yang tak 'kan terbeli&lt;br /&gt;diri yang tak 'kan menunduk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak perlu bertanya meragu&lt;br /&gt;mati pun datang tanpa gundah&lt;br /&gt;tak perlu menjadi pengecut di depannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku hadapi karena ini adalah harga&lt;br /&gt;aku hadapi lagi hingga memutih&lt;br /&gt;dan aku mati bukanlah berakhir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Jogja, 14 November 2009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-8572580143632885879?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/8572580143632885879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/dan-mati-bukanlah-berakhir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/8572580143632885879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/8572580143632885879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/dan-mati-bukanlah-berakhir.html' title='Dan Mati Bukanlah Berakhir'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-2150616433332675502</id><published>2009-11-20T04:16:00.002+07:00</published><updated>2009-11-26T01:04:14.057+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gw bilang ini puisi'/><title type='text'>Penerang Malam</title><content type='html'>di pagi&lt;br /&gt;bukan hanya burung berkicau&lt;br /&gt;mata-mata liar kembali tertutup&lt;br /&gt;nanar mata bekerja semalaman, penuh peluh&lt;br /&gt;waktunya mandi dan tertidur&lt;br /&gt;usai sudah hidup ini saat matahari membuka&lt;br /&gt;karena hidup untuk dihabiskan saat malam&lt;br /&gt;salah besar hidup dihabiskan untuk tertidur&lt;br /&gt;"hidup adalah persoalan merentangkan kaki", kata sang remang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Jogja, 12 November 2009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-2150616433332675502?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/2150616433332675502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/penerang-malam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/2150616433332675502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/2150616433332675502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/penerang-malam.html' title='Penerang Malam'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-57685054506396945</id><published>2009-11-20T04:16:00.001+07:00</published><updated>2009-11-26T01:04:14.058+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gw bilang ini puisi'/><title type='text'>Sajak Pendosa</title><content type='html'>menjalani kematian pun tak semudah hidup&lt;br /&gt;tak 'kan berhenti hanya karena mati&lt;br /&gt;bakar aku, bakar !&lt;br /&gt;berharap ragaku tak sampai hari penghakiman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gigiku tak 'kan pernah berhenti menggeretak&lt;br /&gt;rekam hidup terlalu penuh kekecewaan&lt;br /&gt;akan diriku, atas diriku&lt;br /&gt;oh, larung aku, larung !&lt;br /&gt;mungkin saja lenyap bersama puing bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Jogja, 30 Oktober 2009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-57685054506396945?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/57685054506396945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/sajak-pendosa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/57685054506396945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/57685054506396945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/sajak-pendosa.html' title='Sajak Pendosa'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-7907562728520870382</id><published>2009-11-20T04:15:00.001+07:00</published><updated>2009-11-26T01:04:14.058+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gw bilang ini puisi'/><title type='text'>Tak Pernah Mudah</title><content type='html'>sepertinya telah lama&lt;br /&gt;begitu saja dan pergi, rindu begitu menusuk&lt;br /&gt;memang telah lama&lt;br /&gt;meski begitu sakit dan merindu&lt;br /&gt;berpaling bukanlah pilihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk waktu-waktu awal hingga tiba tujuanku&lt;br /&gt;ini sangatlah melanda&lt;br /&gt;rindu yang katanya dan memang tak terperi&lt;br /&gt;untuk segala kenangan yang telah terjadi&lt;br /&gt;segala ingatan yang selalu memanggil&lt;br /&gt;terlalu merasuk, terlalu menancap dan terpahat pasti&lt;br /&gt;aku akan kembali meski hanya sesaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sepertinya telah lama&lt;br /&gt;begitu saja aku pergi, terasa sesal mendalam&lt;br /&gt;memang telah lama&lt;br /&gt;tanpa kata maaf dan ingin menangis kemudian&lt;br /&gt;berat rasanya meninggalkan rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"leavin' home ain't easy&lt;br /&gt;but may be the only way"&lt;br /&gt;(Leavin' Home Ain't Easy by QUEEN)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Jogja, 9 Oktober 2009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-7907562728520870382?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/7907562728520870382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/tak-pernah-mudah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/7907562728520870382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/7907562728520870382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/tak-pernah-mudah.html' title='Tak Pernah Mudah'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-1280273413885439469</id><published>2009-11-20T04:12:00.000+07:00</published><updated>2009-11-26T01:04:14.058+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gw bilang ini puisi'/><title type='text'>Aku Anak '90an</title><content type='html'>teringat apa yang terjadi&lt;br /&gt;sekali waktu ingin kembali&lt;br /&gt;apakah ada mesin waktu?&lt;br /&gt;aku masih ingin bersepeda ke pantai&lt;br /&gt;dan saat pulang, ku dimarahi mama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pistol mainan dari bambu dan robot transformer&lt;br /&gt;ding dong dan nintendo saat pekan ujian&lt;br /&gt;bangun pagi demi beetleborgs dan dragon ball&lt;br /&gt;dan mandi hujan melihat banjir di pinggir kali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teringat apa yang terjadi&lt;br /&gt;merona merah malu hati&lt;br /&gt;adakah yang masih mengingatnya&lt;br /&gt;saat terjatuh dari sepeda dan jatuh ke parit,&lt;br /&gt;cinta masa kecil dan memuja teman sekelas,&lt;br /&gt;atau obrolan anak kecil yang tak pernah ingin mengalah dan selalu benar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;main gundu dan dengklek&lt;br /&gt;lompat tali dan main benteng&lt;br /&gt;kemana sekarang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;si lumba-lumba dan nyamuk-nyamuk nakal telah musnah&lt;br /&gt;berganti cinderella, radja, dan ungu;&lt;br /&gt;susan berubah menjadi cinta laura;&lt;br /&gt;joshua tak pernah meninggalkan penerus&lt;br /&gt;hanya anak-anak yang main band dengan lirik dewasa;&lt;br /&gt;dan si komo yang kalah rating beralih ke komnas anak: apa gunanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teringat apa yang terjadi:&lt;br /&gt;bermain perang-perangan a la power rangers&lt;br /&gt;bermimpi menjadi ksatria baja hitam dan kayu sebagai pedangnya&lt;br /&gt;terkadang ingin menjadi winspector dengan dada berodanya yang keren&lt;br /&gt;atau menangis minta beli sepatu dengan lampu kelap-kelip setiap naik kelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sungguh menyenangkan serasa di awan&lt;br /&gt;surga bagi anak kecil, setiap sore ada kartun di televisi:&lt;br /&gt;the quest dengan dunia hologramnya;&lt;br /&gt;tin tin dan anjing pudel yang setia;&lt;br /&gt;power rangers, the phantom, atau ultraman;&lt;br /&gt;bukan acara biro jodoh, bukan tentang asam manis cinta remaja&lt;br /&gt;(pantas saja anak SD sudah mengerti akan mencabuli dan dicabuli!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teringat apa yang terjadi&lt;br /&gt;di masa lampau yang masih cerah&lt;br /&gt;membanding dengan masa kini sungguh prihatin&lt;br /&gt;apakah masih ada kesadaran memberi ruang bagi anak-anak?&lt;br /&gt;ataukah nilai mata uang lebih berharga alih-alih mental berjuta penerus bangsa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mama, Boboku masihkah disimpan?&lt;br /&gt;baju supermanku belum dibuang, kan?&lt;br /&gt;kaset lagu trio kwek-kwek yang dulu hampir tak terbeli bila saja aku tak menangis:&lt;br /&gt;aku simpan di lemari, lho. jangan diganggu&lt;br /&gt;hingga akhir usiaku, ma, saat itu tak akan terulang bagi anak sekarang&lt;br /&gt;yakin, deh, ma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Jogja, 1 September 2009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-1280273413885439469?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/1280273413885439469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/aku-anak-90an.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/1280273413885439469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/1280273413885439469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/aku-anak-90an.html' title='Aku Anak &apos;90an'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-8369012511104644785</id><published>2009-11-20T04:09:00.002+07:00</published><updated>2009-11-26T01:04:14.058+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gw bilang ini puisi'/><title type='text'>Dan Aku Lelapkan Hatiku</title><content type='html'>tujuh musim hampir usai&lt;br /&gt;di musim gugur lalu hatiku redam&lt;br /&gt;dan aku masih tetap bisa melangkah&lt;br /&gt;hingga sampai musim dingin runtuh segala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--nina bobo, o nina bobo--&lt;br /&gt;kutidurkan hatiku&lt;br /&gt;--kalau tidak bobo digigit nyamuk--&lt;br /&gt;kubarakan terus berjelaga hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang tersisa kini kata sahabat&lt;br /&gt;dewi mendekat hanya sahabat&lt;br /&gt;terlalu sulit,&lt;br /&gt;mungkin aku takut&lt;br /&gt;bangunkan hati,&lt;br /&gt;bangkitkan duka,&lt;br /&gt;merestorasi sakit hingga menjadi dendam&lt;br /&gt;dan akhirnya, dengan beberapa kemungkinan,&lt;br /&gt;malah menusuk jantungku sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;woosha . . .&lt;br /&gt;woosha . . .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;munakahat pilihan terbaikku&lt;br /&gt;kubiarkan tetap terlelap hatiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Jogja, 28 Agustus 2009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-8369012511104644785?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/8369012511104644785/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/dan-aku-lelapkan-hatiku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/8369012511104644785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/8369012511104644785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/dan-aku-lelapkan-hatiku.html' title='Dan Aku Lelapkan Hatiku'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-3601941548640088712</id><published>2009-11-20T04:09:00.001+07:00</published><updated>2009-11-26T01:04:14.059+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gw bilang ini puisi'/><title type='text'>Pejuang Muda</title><content type='html'>belum usai melanda&lt;br /&gt;langkahmu tegap tetap&lt;br /&gt;bukan melemah pun menangis&lt;br /&gt;berteriak tetap lantang suara&lt;br /&gt;api membakar semangatmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;deru menderu tak surut langkah&lt;br /&gt;demi nyawa ibuku, demi nyawa bapakku,&lt;br /&gt;sumpahmu tak akan berhenti.&lt;br /&gt;biar mati raga ini&lt;br /&gt;membusuk di kali tergilas tak berdaya,&lt;br /&gt;satu niatku beri harapan&lt;br /&gt;satu janjiku bawa ketakutan&lt;br /&gt;mati aku bukanlah percuma&lt;br /&gt;seribu aku tetap maju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Jogja, 19 Agustus 2009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-3601941548640088712?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/3601941548640088712/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/pejuang-muda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/3601941548640088712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/3601941548640088712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/pejuang-muda.html' title='Pejuang Muda'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-3309499809052368660</id><published>2009-11-20T04:08:00.000+07:00</published><updated>2009-11-26T01:04:14.059+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gw bilang ini puisi'/><title type='text'>Munakahat Dalam Sajak</title><content type='html'>lirih desau angin membawa wangi sepenggal aroma dalam rona,&lt;br /&gt;cahaya bunga indah merekah&lt;br /&gt;semerbak pesona cantiknya menarik mata&lt;br /&gt;setiap pandangan hanya padanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lirih desau angin membawa lari&lt;br /&gt;secarik kabar, tentang bintang&lt;br /&gt;nun jauh telah berpaling&lt;br /&gt;seakan tiada akan pernah menoleh&lt;br /&gt;setiap pandangan hanya padanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lirih desau angin membawa lagi&lt;br /&gt;warta yang telah ternanti:&lt;br /&gt;telah terbawa ke singgasana awan,&lt;br /&gt;indah perawan telah usai!&lt;br /&gt;setiap pandangan tak 'kan padanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Mataram, 24 Januari 2007&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-3309499809052368660?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/3309499809052368660/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/munakahat-dalam-sajak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/3309499809052368660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/3309499809052368660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/munakahat-dalam-sajak.html' title='Munakahat Dalam Sajak'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-8103644862098408107</id><published>2009-11-20T04:06:00.000+07:00</published><updated>2009-11-26T01:04:14.059+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gw bilang ini puisi'/><title type='text'>Lucup</title><content type='html'>senandung-senandung matahari mendesak anggun; kembalilah&lt;br /&gt;bukan menurut langkah hati, kepala selalu terdepan&lt;br /&gt;pupus waktu tinggal detik mengulur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hadir-hadir malam beriring isak&lt;br /&gt;seakan pisah untuk waktu lama&lt;br /&gt;takut tak akan kembali saat terlelap&lt;br /&gt;dan aku berkata:&lt;br /&gt;seharusnya engkau tetap berjalan&lt;br /&gt;hilang di kananku saat aku memandang&lt;br /&gt;buih-buih Parangtritis&lt;br /&gt;merunut kisah cinta Buwono dan Nyai&lt;br /&gt;kasih tak terputus zaman bagai bulan dan matahari, bumi dan jasadku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menggayut anggun perlahan meredup&lt;br /&gt;senandung-senandung matahari mendayung ambingkan hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Jogja, 27 Juni 2009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-8103644862098408107?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/8103644862098408107/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/lucup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/8103644862098408107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/8103644862098408107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/lucup.html' title='Lucup'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-4020127891185575176</id><published>2009-11-20T04:04:00.000+07:00</published><updated>2009-11-26T01:04:14.059+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gw bilang ini puisi'/><title type='text'>Mempertahankan Jaga</title><content type='html'>semakin berat kurasa, namun bertahanlah untuk sebentar lagi. pulau kapuk memang menunggu, kekasih putihku telah mengingat, namun aku bertahan. sedikit lagi dan aku di pangkuanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Jogja, 24 Juni 2009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-4020127891185575176?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/4020127891185575176/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/mempertahankan-jaga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/4020127891185575176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/4020127891185575176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/mempertahankan-jaga.html' title='Mempertahankan Jaga'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-5801660953158042291</id><published>2009-11-20T04:03:00.000+07:00</published><updated>2009-11-26T01:04:14.060+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gw bilang ini puisi'/><title type='text'>Senandung-Senandung Matahari</title><content type='html'>berjanjilah kembali seperti sudah-sudah&lt;br /&gt;gelap mendekapku beranjaklah pergi,&lt;br /&gt;usai cengkerama kita. usap mendungmu,&lt;br /&gt;biar senyum merahmu&lt;br /&gt;kirana kukejar pun tak ada guna&lt;br /&gt;kirana kembali pun bukan waktu&lt;br /&gt;kekasih putihmu 'kan menemaniku&lt;br /&gt;dan esok kau lihat hampar hijau telah menanti&lt;br /&gt;berjalanlah kembali seperti sudah-sudah&lt;br /&gt;berbalik ke timur, musnahlah semua&lt;br /&gt;usai cengkerama kita selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Jogja, 20 Juni 2009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-5801660953158042291?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/5801660953158042291/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/senandung-senandung-matahari.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/5801660953158042291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/5801660953158042291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/senandung-senandung-matahari.html' title='Senandung-Senandung Matahari'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-4200002289722530964</id><published>2009-11-20T04:01:00.000+07:00</published><updated>2009-11-26T01:04:14.060+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gw bilang ini puisi'/><title type='text'>Sepagi</title><content type='html'>apa kabarmu pagi ini?&lt;br /&gt;masihkah terucap namanya&lt;br /&gt;setiap kali terbangun, melangkahkan kaki keluar&lt;br /&gt;dan menyapa dunia dengan namanya,&lt;br /&gt;dengan lembut dan senyum,&lt;br /&gt;terkadang berteriak 'tuk melepas penat kemarin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Jogja, 18 Juni 2009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-4200002289722530964?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/4200002289722530964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/sepagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/4200002289722530964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/4200002289722530964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/sepagi.html' title='Sepagi'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-1641444138672825128</id><published>2009-11-20T03:59:00.000+07:00</published><updated>2009-11-26T01:04:14.060+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gw bilang ini puisi'/><title type='text'>Pagi</title><content type='html'>bersenandung ceria secerah hatimu&lt;br /&gt;-- oh, pagi di bibir cakrawala, tersenyumlah!&lt;br /&gt;seluruh alam raya bersujud menyambut&lt;br /&gt;harimu yang selalu dijanjikan matahari ufuk barat.&lt;br /&gt;berpuja-puji di atas hampar permadani hijau,&lt;br /&gt;kami, mereka. oh, pagi di ujung larut, menarilah!&lt;br /&gt;sesuatu baru, semua berharap. --&lt;br /&gt;bersenandung merdu seindah parasmu;&lt;br /&gt;pasti terbaca namanya, jelas di pegang telapakmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Jogja, 18 Juni 2009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-1641444138672825128?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/1641444138672825128/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/pagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/1641444138672825128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/1641444138672825128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/pagi.html' title='Pagi'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-3484492776672530832</id><published>2009-11-20T03:56:00.000+07:00</published><updated>2009-11-26T01:04:14.060+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gw bilang ini puisi'/><title type='text'>15 Juni, Malammu Ini</title><content type='html'>malammu ini bukan seperti diharapkan&lt;br /&gt;aku masuk dan berbasa-basi sejenak&lt;br /&gt;sedikit saja dan "kamu telah berubah!", katamu&lt;br /&gt;sayang, aku bukan lagi si manis anak SD yang dulu kamu ingat&lt;br /&gt;lalu amukku terasa panas bagimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Jogja, 16 Juni 2009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-3484492776672530832?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/3484492776672530832/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/15-juni-malammu-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/3484492776672530832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/3484492776672530832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/15-juni-malammu-ini.html' title='15 Juni, Malammu Ini'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-4891593794175830478</id><published>2009-11-20T03:55:00.001+07:00</published><updated>2009-11-26T01:04:14.060+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gw bilang ini puisi'/><title type='text'>Pagi, Lagi</title><content type='html'>"selamat pagi lagi, dunia", katamu&lt;br /&gt;seperti biasa, namanya lagi-lagi terucap&lt;br /&gt;alih-alih tertahan di bibirmu&lt;br /&gt;sempat ragu, namun yakinmu padanya sungguh besar&lt;br /&gt;akankah harimu seperti hampa tanpa namanya?&lt;br /&gt;takutkah kau lewati hari tanpa namanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Jogja, 9 Juni 2009&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-4891593794175830478?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/4891593794175830478/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/pagi-lagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/4891593794175830478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/4891593794175830478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/pagi-lagi.html' title='Pagi, Lagi'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1229277264764864832.post-1626666033003042110</id><published>2009-11-20T03:52:00.000+07:00</published><updated>2009-11-26T01:04:14.061+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='gw bilang ini puisi'/><title type='text'>Apa Kabarmu?</title><content type='html'>bagaimana harimu?&lt;br /&gt;seperti yang sudah-sudah&lt;br /&gt;dengan tenang berlari riang&lt;br /&gt;namanya yang terucap seperti membawa suasana damai&lt;br /&gt;benar, 'kan?&lt;br /&gt;begitu cintakah padanya?&lt;br /&gt;sangat, sangat dan mendalam&lt;br /&gt;benarkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Jogja, 9 Juni 2009&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1229277264764864832-1626666033003042110?l=blognyakeledai.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/feeds/1626666033003042110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/apa-kabarmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/1626666033003042110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1229277264764864832/posts/default/1626666033003042110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://blognyakeledai.blogspot.com/2009/11/apa-kabarmu.html' title='Apa Kabarmu?'/><author><name>Apridhan Arga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06133345045695469313</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='28' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-orVWH66qCO4/TyTeZ35qrcI/AAAAAAAAAIo/6RE_5CzgDtw/s220/aaaaaaaaaaaaa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
